Master Plan Banjir Harus Direvisi

0
243
Banjir akibat hujan di jalan raya Km 11 Tanjungpinang. f-yendi/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Master plan atau induk perencanaan penanggulangan banjir Pemko hingga sekarang tak pernah direvisi.

Program-program pengendalian banjir di Kota Tanjungpinang pun hingga kini masih berbasis master plan terakhir. Faktanya kini, banjir lebih ganas dan titik banjir meluas dari 10 tahun lalu.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Tanjungpinang, Ashady Selayar menuturkan, menyelesaikan persoalan banjir di Tanjungpinang butuh keseriusan. Bahkan OPD terkait harus membuat Master Plan baru. Master plan perlu direvisi.

”Perlu diperbarui. Daerah resapan sekarang berbeda dengan yang dulu. Pembukaan lahan makin banyak. Daya serap lahan berbeda sekali,” kata politisi Golkar, kemarin.

Kondisi sekarang, kata dia saat hujan deras menjadi momok bagi warga Tanjungpinang, khususnya di beberapa titik atau kawasan. Apabila hujan turun meski hanya sebentar, beberapa kawasan akan tergenang air seperti yang terjadi baru-baru ini. Hal ini tidak bisa dianggap sepele karena sudah merugikan masyarakat.

Sesuai informasi yang ia diterima melalui dinas teknis yaitu Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tanjungpinang melalui bidang Sumber Daya Alam (SDA), masih ada 14 titik lokasi banjir di Tanjungpinang.

Diantaranya, Kawasan Cendrawasih, Sidojasa, Sidojadi, Sulaiman Abdullah, Jalan Pemuda, Suka Berenang, Kawasan Taman Harapan Indah, New City Bintan Plaza, Jalan Sri Andana, Kuantan, Pasopati atau kawasan bandara, Tugu Tangan dan Bandara Asri Jalan Nusantara.

Ia menegaskan, menyelesaikan persoalan banjir di Tanjungpinang sudah tidak bisa hanya mengandalkan APBD Kota Tanjungpinang. Solusinya meminta bantuan ke pusat melalui kementerian terkait.

Dituturkannya, penanganan banjir juga bisa melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera IV (BWS) di Kepri. Bahkan sudah melakukan pertemuan dengan Kementrian PUPR bidang BWS di Jakarta.

”Kebetulan Kepala BWS dulu Pak Sigit itu bertugas di Kementerian PUPR pusat. Jadi komunikasi sudah lebih enak karena ada hubungan emosial terkait pemetaan daerah,” tuturnya.

Dari hasil komunikasi itu, BWS pusat pada prinsipnya siap membantu. Hanya saja, tidak bisa sekaligus, sebab pusat juga akan membantu daerah-daerah lainnya.

”Pihak BWS berkomitmen akan membantu asalkan dinas terkait mempersiapkan master plan-nya. Meski puna tidak semua langsung bisa dibantu. Nanti akan disusun sesuai yang paling butuh ditangani dulu,” paparnya. Sesuai kebutuhan, menurutnya ada empat lokasi perlu diselesaikan terlebih dahulu, menyusul kawasan lainnya.

Diantaranya, kawasan Sulaiman Abdullah, Bandara Asri, Tugu Tangan dan Jalan Cendrawasih, Batu 8 Atas.

Terkait penanganan banjir lainnya, akan ditangani melalui APBD Kota Tanjungpinang atau meminta bantuan dari provinsi.

Menurutnya, keluhan dari masyarakat terkait banjir sudah sangat banyak. Ini menjadi salah satu persoalan yang harus bisa ditangani di masa kepemimpinan wali kota dan wakil wali kota yang baru menjabat. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here