Masyarakat Cemaskan Investasi Bodong di Pulau Buaya

0
209

LINGGA – MASYARAKAT Desa Batu Belubang, Kecamatan Senayang mempertanyakan keseriusan investor asal Tanjungpinang yang ingin berinvestasi di Pulau Buaya. Pasalnya, pihak investor tidak mencantumkan nama perusahaan dan menjelaskan tentang manfaat yang akan diterma masyarakat setempat melalui surat permintaan persetujuan berinvestasi.

Dengan demikian, muncul keraguan ditengah masyarakat terkait surat tersebut yang diedarkan melalui perangkat RT. Wakil Ketua Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia LAMI Kepri Abdul Karim menjelaskan, masyarakat hanya menerima informasi secara lisan dari RT. Informasi itu, yakni bila warga setuju perusahaan akan memberikan konvensasi sebesar Rp 8 juta per Kepala Keluarga (KK) dengan menyodorkan kertas kosong untuk ditandatangani warga.

”Sebagian warga yang tergiur dengan kompensasi uang tersebut telah bertanda tangan. Sedangkan sebagian lagi masih meragukan investasi tersebut,” jelas Abdul Karim, Jumat (30/6). Ia menambahkan, warga Desa Batu Belubang yang telah menandatangani mencapai 40 persen. Karim mengungkapkan, Pulau Buaya adalah sebuah pulau yang tidak berpunghuni yang terletak di sebelah Pulau Batu Belubang. Pulau tersebut memiliki sumber mata air yang melimpah, dan dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

”Tidak hanya air, Pulau Buaya juga memiliki pasir dan bebatuan yang baik untuk bahan bangunan. Sehingga warga mengambil batu dan pasir bila ingin membangun rumah,” ungkap Karim. Munculnya keraguan masyarakat, Ia khawatir ada tujuan tidak baik dari kedok investasi yang ingin masuk ke Pulau Buaya. Menurutnya, bila memang investor dari Tanjungpinang tersebut baik, tentunya akan masuk melalui prosedur yang benar.

”Jangan hanya kedok untuk menguasai pulau. Bila hal ini terjadi ke depanya, masyarakat juga yang menjadi korban,” ucapnya. Ia berharap, Pemkab Lingga dan instansi terkait lajnnya segera melakukan penelusuran dari kebenaran investasi ini. Bila tidak segera ditindaklanjuti kebenarannya, maka akan berpotensi terjadi perpecahan masyarakat di Batu Belubang antara warga pendukung dan menolak investasi.

”Kami ingin segera masalah ini diluruskan Pemkab Lingga. Jika terjadi hal yang menyalahi aturan, sulit untuk mengatasinya,” terangnya. Investasi perusahaan tanpa nama tersebut, dikhawatirkan akan berdampak merugikan daerah serta masyarakat Desa Batu Belubang yang hanya bertujuan untuk menguasai lahan tanpa ada aktivitas investasi yang menguntungkan.(TENGKU IRWANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here