Masyarakat dan Mahasiswa Bikin Pestisida Alami

0
217
MASYARAKAT dana mahasiswai kelompok KKN Stisipol Raja Haji ketika mengikuti pelatihan membuat pestisida alami. f-istimewa

ANAMBAS – Masyarakat dan mahasiswa di Desa Bukit Padi, Kecamatan Jemaja Timur belajar bersama membuat pestisida alami.

Mahasiswa/i di desa itu, merupakan kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang.

Mahasiswi bernama Tata Melati dari kelompok KKN Desa Bukit Padi mengatakan, untuk membuat pestisida dari bahan alami tersebut terdiri dari kenikir, daun sekentut (ketepeng), daun pepaya, gelingga, serai, tembakau, air, baking soda, dan bahan lainnya.

”Pestisida alami ini, dianggap sangat penting bagi pertanian di Desa Bukit Padi karena menjadi solusi bagi permasalahan petani yakni banyaknya hama. Sehingga, ilmu membuat pestisida ini menjadi sangat penting. Mengingat harga pertisida kimia yang mahal dan sulit terjangkau bagi petani di Desa Bukit Padi,” terang Tata Melati, mahasiswi Prodi Ilmu Pemerintahan Stisipol Raja Haji, Minggu (4/8).

Dengan pertisida alami ini, selain dapat menghilangkan hama petani hemat menjadi 60 persen dari yang sebelumnya mereka membeli pertisida dipasaran.

Kegiatan pelatihan pembuatan pertisida ini, digelar Pemerintah Daerah dengan mendatangkan narasumber dari Universitas Riau Fakultas Pertanian..

Tujuan dari pembelajaran ini, lanjut Tata Melati, adalah agar petani dapat belajar mandiri untuk membuat pertisida alami yang dapat dijangkau di sekitar lahan pertanian dan perkebunan.

Tata juga menambahkan, manfaat bagi kelompoknya ikut dalam pelatihan itu sangat sangat banyak.

”Kami belajar bagaimana berusaha, untuk menjadi masyarakat mandiri agar bisa menghadapi permasalahan yang ada didesa tersebut. Maka melalui pembelajaran bersama masyarakat tadi kami mendapat ilmu dan pengalaman. Terus, bagaimana berpikir mandiri, bisa berkerja sama dan bisa melihat nilai-nilai. Dimana kami berpikir kritis, melihat tantangan dan peluang,” sebut Tata.

Dengan adanya ancaman seperti haman, petani harus mampu memecahkan masalah yang ada salah satunya dengan pelatihan ini.

Desa Bukit Padi merupakan sentra pertanian di Kepulauan Anambas dan hama merupakan permasalahan yang cukup serius dan menjadi tantangan untuk dipecahkan.

”Oleh karena itu, kami bisa melihat bagaimana proses pembuatan pertisida alami tersebut. Sehiungga, menjadi alternatif untuk memecahkan masalah hama yang sering terjadi disini. Terlebih bisa meringankan biaya untuk mendapatkan pestisida kimia, yang diganti dengan pwestisida alami,” ungkapnya.

Sekedar menambahkan, sektor pertanian menjadi fokus utama Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris SH.

Sehingga, ia sangat berharap pejabat camat turut meningkatkan dan mengembangkan sektor itu.

Hal itu disampaikannya, saat melantik Camat Jemaja Timur yakni Indra Gunawan di Kantor Camat Jemaja Timur, Rabu (6/3) lalu.

Namun, peran serta camat dalam melayani kepentingan masyarakat yang harus diprioritaskan.

Menurutnya, deligasi atau tugas yang diberikan dari Kepala Daerah kepada camat tetap menyesuaikan dengan wilayah kerjanya dan mengacu terhadap peraturan yang berlaku. Diketahui, Kecamatan Jemaja Timur memiliki potensi di bidang pertanian cukup sangat menjanjikan.

Oleh karena itu, camat harus bisa meningkatkan pendapatan perekonomian bagi petani yang ada. (abh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here