Masyarakat Diajarkan Bikin Tanjak

0
184
IBU-IBU di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Lingga Utara terlihat serius belajar membuat tanjak kreasi yang diajarkan oleh mahasiswa Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, Dodi Irawan. f-istimewa/tanjungpinang pos

LINGGA – Masyarakat di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Lingga Utara diajari membuat tanjak kreasi oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang.

Kegiatan pelatihan membuat tanjak itu berlangsung Selasa (2/7).

Pelatih merupakan Dodi Irawan seorang mahasiswa Jurusan Sosiologi Stisipol Raja Haji, yang juga Onwer Rumah Tanjak Tanjungpinang.

Ia mengatakan, dirinya begitu senang bisa mengajari masyarakat Desa Bukit Harapan yang mau membuat tanjak. Ini merupakan salah satu aktivitas untuk menjaga kelestarian adat Melayu.

Ternyata, kehadiran Dodi Irawan begitu dinantikan oleh masyarakat Desa Bukit Harapan untuk menyalurkan ilmunya.

”Saya pribadi sangat merasa bangga, karena diberikan kesempatan mengajari masyarakat, khususnya kaum ibu-ibu membuat tanjak. Ini merupakan pengabdian ke masyarakat dari saya, sebagai seorang mahasiswa. Ia berharap pelatihan ini bisa membangun seni kreativitas berguna dan dikembangkan masyarakat Desa Bukit. Harapan dan tentunya bernilai ekonomis kedepannya,” kata Dodi kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (3/7).

Menurut Dodi, para mahasiswa bisa berperan aktif membangun kemandirian masyarakat desa agar lebih maju ke depannya.

Ia menuturkan, ilmu yang dimiliki tentu tidak hebat, namun diyakini bermanfaat bagi masyarakat. Bisa menjadi ladang pekerjaan sebab dari aspek industri kreatif ini bernilai ekonomis. Sekaligus upaya melestarikan budaya.

”Saya berpikir semakin banyak pembuat tanjak, semakin banyak pula pecinta. Baik dari warga lokal maupun dari luar daerah. Sekilas terkait tanjak, merupakan kain yang dililitkan di kepala sebagai ciri khas kaum adam didaratan Melayu. Bentuk kain bisa beragam, seni melilitkannya juga cukup variatif. Tanjak juga salah satu ciri budaya, yang melekat bagi adat Melayu khususnya Kepulauan Riau,” jelas Dodi.

Dituturkannya, mengajarkan membuat tanjak kreasi, awalnya terasa sulit, meskipun terlihat sederhana. Apalagi kepada masyarakat awam, namun diyakini, lama-kelamaan akan bisa.

Selain itu, Rabu (3/7) menjadi hari spesial bagi Dodi Irawan karena bertepatan satu tahunnya Rumah Tanjak yang didirikannya.

”Ini tanjak kreasi dan mudah dipahami teknik pembuatannya. Sepintas memang sulit, tetapi jika fokus mengikuti tahapannya maka bisa mudah dan cepat memahami,” ungkapnya.

Sekedar menambahkan, belum lama ini Dodi beserta tim pada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sinematografi Stisipol Raja Haji telah menyelesaikan syuting film berdurasi pendek yakni delapan menit.

Film itu berjudul Selembar Mimpi, yang juga akan berkompetisi dan bersaing diajang Festival Film. (abh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here