Masyarakat Harus Bisa Berwirausaha

0
251
MAHASISWA/i STIE Pembangunan saat mempraktikkan cara membuat kemasan produk yang kreatif kepada masyarakat Desa Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir, Sabtu (26/10). F-ISTIMEWA/STIE Pembangunan.

BINTAN – Masyarakat di Desa Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan diberikan pembekalan oleh mahasiswa/i untuk berwirausaha.

Kemampuan itu ditularkan oleh mahasiswa/i yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pembelajaran dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (P2EM), dari kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan Tanjungpinang.

Adapun pelatihan yang diberikan berupa Bimbingan Teknis (Bimtek) mengenai pengemasan produk khas.

Selain itu, pelatihan Digital Marketing untuk pemasaran produk yang dihasilkan oleh Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Desa Kelong.

Satriadi S.Ap M.Sc selaku Dosen Pembina Lapangan (DPL) KKN-P2EM Desa Kelong menjelaskan, Bimtek dan pelatihan yang dilaksanakan mahasiswa/i sangat berguna untuk memperbaiki kinerja Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan KUBE.

“Karena selama ini, menurut pengamatan kita BUMDes tidak memahami secara detail tata cara pengelolaan aset yang bernilai ekonomis,” sebut Satriadi melalui pesan Whatsapp, Sabtu (26/10).

Terlebih BUMDes, juga kurang memahami tata cara dan pengelolaan aset dari segi keuangan untuk pelaporan pertanggungjawaban kepada Kepala Desa (Kades) dan masyarakat.

Untuk KUBE, lebih kepada strategi pemasaran secara digital khususnya dalam hal mengenalkan produk khas Desa Kelong di era Revolusi Industri 4.0.

MAHASISWA/i foto bersama dengan ibu-ibu di Desa Kelong usai mengikuti pelatihan untuk KUBE. F-ISTIMEWA/STIE Pembangunan.

“Dalam pelatihan itu, mahasiswa/i STIE Pembangunan menyampaikan materi secara detail Bimtek dan pelatihan untuk KUBE. Untuk KUBE, agar menjadi kreatif dalam memasarkan produk khasnya. Dengan kemasan menarik dan memasarkannya melalui Digital Marketing,” jelas Satriadi.

Adapun produk khas Desa Kelong yakni, kerupuk atom ikan tenggiri, kerupuk ikan delah serta peyek hingga dodol.

Satriadi dan mahasiswa/i nya berharap, kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat terus berlanjut kedepannya dengan bekerjasama antara STIE Pembangunan dan Pemerintah Desa Kelong.

“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias saat mengikuti Bimtek dan pelatihan. Karena bagi mereka pelatihan itu sangat membantu untuk meningkatkan penjualan produk unggulan khas Desa Kelong,” terangnya.

Minggu (27/10) merupakan puncak kegiatan program KKN-P2EM STIE Pembangunan Tanjungpinang.

Mahasiswa/i telah selesai melaksanakan program kegiatan tersebut, dan kembali ke Tanjungpinang. (abh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here