Masyarakat Harus Kenali Golongan Obat-obatan

0
432
M Faisal

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna Faisal Hasibuan menegaskan, kepada seluruh masyarakat diimbau untuk lebih teliti dan mengamati simbol pada kemasan obat.

NATUNA – Faisal menjelaskan, pada umumnya simbol pada kemasan obat yang berbentuk bulat dan berbeda-beda seperti merah, hijau, kuning, dan biru. Namun simbol warna yang tertera pada kemasan itu, sangat mempunyai arti tertentu sesuai penggolongan obat tersebut.

Biasanya pada kemasan obat-obatan yang tertera logo, atau simbol berupa lingkaran dengan warna tertentu. Selain itu, juga terdapat peringatan dalam kotak kecil berdasar warna hitam dengan tulisan warna putih.

Simbol-simbol ini bukannya tanpa makna melainkan masing-masing mempunyai arti tersendiri. ”Jadi, pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BADAN POM) telah membuat aturan dan klasifikasi obat. Tujuannya, agar kita tidak salah dalam menggunakannya sehingga aman untuk dikonsumsi. Untuk itu, marilah kita mengenali simbol lingkaran yang terdapat pada kemasan obat agar kita bisa menggunakannya sesuai aturan,” kata Faisal melalui selulernya, kemarin.

Ia menambahkan, untuk klasifikasi atau golongan jenis obat yang ada pada kemasan terdiri dari antara obat bebas, obat bebas terbatas, obat wajib apotek, obat keras, psikotropika dan narkotika.

”Untuk kategori obat bebas dan bebas terbatas, biasanya dipasarkan tanpa resep dokter atau dikenal dengan nama OTC (Over The Counter). Obat tersebut dimaksudkan, untuk menangani penyakit-penyakit simtomatis ringan yang banyak diderita masyarakat luas yang penanganannya dapat dilakukan sendiri oleh penderita,” jelasnya.

Obat bebas dan obat bebas terbatas, termasuk obat daftar W (Warschuwing) atau OTC (over the counter). Pada obat bebas terbatas, juga terdapat salah satu tanda peringatan nomor 1- 6.

Obat keras, atau nama lainnya yaitu obat daftar G (Gevarlijk) bisa diperoleh hanya dengan resep dokter. Untuk kode OWA (obat wajib apoteker), yaitu obat keras yang dapat diberikan oleh Apoteker Pengelola Apotek (APA) yang hanya bisa didapatkan di apotek.

”Jadi dari klasifikasinya obat bebas (logo hijau lingkaran hitam), obat bebas terbatas (logo biru lingkaran hitam), obat keras (logo merah lingkaran hitam). Maka masyarakat harus tahu jenis sebelum membeli obat di pasaran,” tandasnya.(HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here