Masyarakat Khawatirkan Kondisi Gedung Gonggong

0
710
RUSAK: Gedung Gonggong mulai rusak. f-andri ds/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Warga Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang mulai khawatir melihat kondisi bangunan Gedung Gonggong, sudah jadi Ikon Kota Tanjungpinang. Beberapa bagian gedung Gonggong sudah rusak parah. Termasuk keramiknya.

Bangunan senilai Rp 14,3 miliar tersebut masih tanggung jawab PT Findomuda Desain Cipta selaku pemenang tender.

”Saya khawatir saja melihatnya. Baru dibangun dan sudah jadi tempat wisata tapi banyak sudah rusak,” kata Edi, salah satu pengunjung Gedung Gonggong saat berbincang dengan Tanjungpinang Pos, Kamis (30/3).

Edi takut ornamen Gedung Gonggong yang berada di tempat lainnya juga ikutan lepas atau roboh lagi.

”Ini baru ornamen. Takutnya ada lagi yang lain. Ngeri ya,” ucapnya.

Ia menduga lepas ornamen disebabkan karena pengerjaan Gedung Gonggong buru-buru atau asal-asalan. Sehingga kualitas bangunan tidak menjadi kuat atau kokoh.

”Saya berharap pemerintah segera perbaikinya,” harap dia.

Tak hanya perbaiki, ia minta pemerintah untuk kembali mengecek kondisi bangunan Gedung Gonggong lainya.

”Jangan sampai ada korban jiwa di Gedung Gonggong,” imbaunya kepada pemerintah.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Tanjungpinang, Ashadi Selayar berharap, pemerintah untuk segera memperbaiki kondisi Gedung Gonggong yang sudah rusak parah.

Selain gedung Gonggong, pemerintah juga perlu memperhatikan kondisi batu miring di kawasan Taman Laman Boenda dan Gedung Gonggong tersebut. Karena kondisi batu miring terlihat keropos.

Bisa membuat tanah kawasan itu menjadi ambles atau runtuh.

”Kami sedih kalalu kita tidak sama-sama merawat ini semua. Karena bangunan ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 30 miliar lebih,” sebut dia.

Di sela perbaikan Gedung Gonggong, terlihat sekitar 50 orang keluar dari dalam tiga bus. Ternyata mereka tersebut merupakan turis datang dari Singapura, yang berasal dari Tiongkok.

”Kita hanya bawa jalan-jalan saja. Biar mereka berfoto-foto,” kata Bens yang membawa turis Tiongkok tersebut.

Bens sengaja membawa turis Tiongkok ke Gedung Gonggong. Karena dirinya ingin memperkenalkan ikon Kota Tanjungpinang kepada turis Tiongkok.

”Ini loh (Gedung Gonggong, red) ikon Kota Tanjungpinang,” ucapnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Tanjungpinang Wambok mengatakan untuk sementara pengunjung Gedung Gongong, Tepilaut Tanjungpinang harap maklum atas kondisinya saat ini.

”Kami terpaksa menutup sementara, ruang VVIP serta beberapa ruang lainnya di gedung Gonggong. Karena kondisi saat ini masih perbaikan, renovasi oleh kontraktor,” terangnya.

Wambok sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek gedung Gonggong saat perbaikan tentu menganggu pengunjung.

”Karena masa kontraknya sampai Mei, bisa jadi ditutupnya sampai akhir masa kontrak itu,” tambah Wambok. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here