Masyarakat Surati Presiden Soal Kapal

0
342
PELABUHAN Selat Lampa dipadati penumpang yang baru turun dari kapal KM Bukit Raya dari Pontianak Kalimantan Barat yang sempat tertunda pelayarannya karena gelombang tinggi. f-hardiansyah/tanjungpinang pos
Sejumlah masyarakat Kabupaten Natuna mendukung surat terbuka, yang disampaikan oleh Dedi Supriadi, Warga Kabupaten Kepulauan Anambas yang dialamatkan kepada Presiden RI Joko Widodo tertanggal 2 Mei 2019 perihal buruknya pelayanan Pelni di wilayah Kabupaten Natuna dan Kabupaten Kepulauan Anambas.

NATUNA – Menurut sejumlah kalangan di Natuna, harus diketahui dan ditanggapi oleh Pemerintah Pusat.

Sebab, kondisi wilayah dua kabupaten ini berbeda dengan daerah-daerah lain yang berada di Indonesia.

”Kami setuju sekali dengan surat itu, karena persoalan semacam ini, tidak mungkin bisa diselesaikan dengan Pemerintah Daerah. Makanya, surat terbuka untuk pak pesiden itu bagus sekali, dan sangat tepat. Tujuannya, biar pusat tahu kondisi daerah kita dan segera ditanggapi,” kata Putra warga Ranai di jalan Soekarno-Hatta, Jumat (3/5).

Ia menyebutkan, kabupaten Natuna dan KKA merupakan wilayah terjauh di Indonesia.

Lokasinya berjauhan dari pulau-pulau besar dan kota-kota besar seperti kalimantan, Jawa, Sumatra dan lain sebagainya.

”Sehingga Natuna dan Anambas ini, memerlukan perhatian dan tindakan khusus terutama sekali di sektor perhubungan dan transportasi seperti pelayanan transportasi laut dan udara. Karena kedua kabupaten ini, memiliki persoalan berbeda dengan persoalan transportasi di daerah lain. Tindakan khusus ini lah, yang kita harapkan dari dulu untuk Natuna,” tandas Putra.

Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti membenarkan, kondisi yang terjadi di Natuna terkait transportasi ini.

Namun begitu, ia mengaku pihaknya telah berupaya untuk mengatasi keadaan tersebut dengan cara berkoordonasi dengan pihak-pihak terkait seperti PT PELNI dan Kementerian Perhubungan.

”Kita prihatin sekali dengan keadaan ini. Karena transportasi jalur laut merupakan lalu lintas utama, bagi masyarakat Kabupaten Natuna untuk melakukan berbagai kegiatan seperti kegiatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan urusan-urusan kesejahtraan lainnya. Terkait hal ini, kita sudah berkoordinasi dengan Kemenhub dan PT Pelni. Mereka berjanji mengupayakan secepatnya, agar KM Bukit Raya yang melayani Natuna bisa beroprasi kembali,” kata Wabup Ngesti.

Surat terbuka yang dilayangkan ke Presiden RI Jokowi Dodo itu beredar sejak kemarin, dan hari ini berdar dimedia sosial.

Serta, sudah menjadi perbincangan di kalangan masyarakat Natuna dan Anambas. (HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here