Masyarakat Tolak Politik Uang

0
122
BAWASLU Kabupaten Kepulauan Anambas saat menggelar Rakernis kemarin. F-ISTIMEWA

ANAMBAS – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) Yopi Susanto mengatakan, akan terus mengimbau kepada masyarakat untuk menolak politik uang pada Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2019 mendatang.

Pasalnya, Kabupaten Kepulauan Anambas dinilai memiliki kerawanan terkait politik uang. ”Dari jauh hari kita mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak menerima politik uang pada Pileg mendatang,” kata Yopi, Senin (17/9).

Yopi menilai, dari tiga Daerah Pemilihan (Dapil) yakni Dapil 1 yang terdiri dari Kecamatan Siantan, Siantan Selatan dan Siantan Timur, lalu Dapil II yang terdiri dari Kecamatan Palmatak dan Siantan Tengah, dan Dapil III Kecamatan Jemaja dan Jemaja Timur.

Dapil II, menjadi daerah yang paling rawan terkait rawan politik uang. ”Meski demikian Dapil I maupun Dapil III juga berpotensi sama juga rawan dengan politik uang,” urainya.

Lebih jauh Yopi mengungkapkan, pihaknya akan berusaha maksimal untuk mensosialisasikan agar masyarakat untuk tidak terpengaruh dan menghindari politik uang. ”Sosialisasi yang diberikan adalah agar masyarakat paham tentang bahaya politik uang,” tegasnya.

Upaya lain dalam menekan politik uang, tambah Yopi, sangatlah penting, pemilih merupakan ujung tombak dalam menyukseskan serta mengawasi pelaksanaan serta tahapan Pemilu yang sedang berjalan saat ini.

Masyarakat dipersilakan melaporkan kepada pengawas TPS, Panwascam atau ke Panwaslu bila mendapati adanya praktek politik uang tersebut. ”Terdapat poin penting yang harus diperhatikan, dalam melaporkan salah satunya mempunyai alat bukti,” tutupnya.

Namun yang terpenting, lanjutnya, pada tahun paolitik ini diharapkan masyarakat tetap menjaga keamanan dan ketertiban. Walau beda pilihan dan pendukung namun tetap menjaga persatuan dan kesatuan. (end)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here