Masyarakat Wajib Tahu Realisasi Dana Desa

0
763

ANAMBAS – PEMERINTAH Desa Tarempa Barat, Kecamatan Siantan disampaikan realisasi anggaran desa kepada masyarakat melalui spanduk. Spanduk realisasi anggaran tersebut, ditempelkan di setiap sudut ruang publik masyarakat. Kepala Desa Tarempa Barat Asmarandi menerangkan, anggaran yang masuk ke kas desa baik bersumber dari APBN maupun dari APBD pada umumnya telah di salurkan melalui kegiatan yang dibutuhkan masyarakat.

Ia menambahkan, setiap kegiatan yang akan dilaksanakan terlebih dahulu pihaknya melakukan musyawarah bersama. ”Masyarakat wajib mengetahui anggaran desa secara transparan. Setiap ada kegiatan yang mengeluarkan anggaran, kami menggelar rapat terlebih dah ulu bersama-sama,” ujar Asmarandi, Jumat (11/8).

Baca Juga :  Ona Wakili Kepri di Liga Dangdut Indonesia

Pada prinsipnya, kegiatan yang dijalankan mengikuti apa yang dibutuhkan masyarakat. Menurutnya, anggaran belanja desa secara total yang dikelola oleh pihaknya mencapai Rp 2.199.046.675. Untuk anggaran yang bersumber dari APBN, diterima pihaknya sebesar Rp 973.111.420. Sedangkan, alokasi dari APBD untuk desa adalah Rp 1.049.828..859. Ia menjelaskan, alokasi dari APBN digunakan untuk sejumlah pembangunan fisik.

Diantaranya, pembangunan Pelabuhan Takari, pembukaan badan jalan, semenisasi jalan, pemasangan batu miring, pemasangan pagar di gang Krisi dan revitalisasi sejumlah bangunan di lokasi jalan Bakar Batu serta anggaran untuk pembinaan bagi perangkat desa. ”Sebagian pekerjaan fisik sudah dilaksanakan, dan sebagiannya masih tahap pengerjaan pembangunan tersebut,” jelas Asmarandi.

Baca Juga :  IPM Anambas Kategori Sedang

Tidak hanya itu, anggaran desa juga diberikan kepada kelompok masyarakat seperti Karang Taruna, PKK dan kelompok Kesenian untuk pembinaan. Untuk lokasi anggaran untuk pembinaan sekitar Rp 127 juta, sedangkan untuk pemberdayaan masyarakat sekitar Rp 193 juta. Diketahui Desa Tarempa Barat, terdiri dari 18 Rukun Tetangga (RT), Rukun Keluarga (RW) berjumlah 8, sedangkan Kepala Dusun berjumlah 4 orang.

Tambahnya, pihaknya belum membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang diajurkan oleh pemerintah dan akan segera dilaksanakan pada tahun berikutnya. ”Pastinya kita berupaya terus menerus, untuk melakukan peningkatan perekonomian masyarakat. Alhamdulillah, dengan adanya bantuan alokasi anggaran dari APBN dengan sendirinya bisa membangkitkan pembangunan desa sesuai kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.(INDRA GUNAWAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here