Mata Pelajar Penting Itu Sudah Dihapus

0
207
Dimas Prabowo Nugraha

Oleh: Dimas Prabowo Nugraha
Mahasiswa Jurusan PGMI, STAI-MU Tanjungpinang

Dulu, Bahasa Inggris selalu menjadi hidangan pokok bagi siswa sejak duduk di bangku sekolah dasar. Bahasa inggris merupakan bahasa terbesar di dunia hingga identik dengan bahasa Internasional. Ini berarti bahasa asing yang satu ini memang harus sudah diperkenalkan sejak dini. Belakangan mata pelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar malah dihapus pada kurikulum K13. Apa yang terjadi dengan Kemendikbud? Mestinya pemerintah mengarahkan anak bangsa untuk go internasional. Tetapi kenapa Bahasa Inggris di sekolah dasar saja dihapuskan dari kurikulum K13? Bagaimana mungkin pendidikan kita akan go internasional sementara dasarnya saja tidak ada. Dulu, Bahasa Inggris merupakan bahasa yang intelek bagi banyak warga negara Indonesia, terutama bagi kalangan menengah ke bawah. Padahal, Bahasa Inggris itu merupakan kebutuhan yang hampir tidak bisa dihindari.

Memasuki era globalisasi, berbagai hal yang berkenaan dengan pemenuhan kebutuhan hidup dan pekerjaan menggunakan sistem komputerisasi yang berbahasa Inggris. Bahkan yang menggunakan sistem manual pun ada yang berbahasa Inggris. Kebanyakan sumber informasi dan pengetahuan di internet berbahasa Inggris. Buku teks universitas kebanyakan juga berbahasa Inggris. Bahasa Inggris diperlukan oleh setiap warga sebagai sarana komunikasi, baik dalam keperluan pendidikan/pekerjaan di luar negeri maupun dalam keperluan menghadapi/melayani wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia. Apalagi untuk Kepri yang berbatasan dengan negara-negara tetangga serta sebagai pintu masuknya investasi asing dari mancanegara dan salah satu tujuan wisatawan asing.

Bahasa Inggris merupakan salah satu prasyarat penting dalam memasuki era globalisasi. Lalu solusi apa yang ditawarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia terhadap kebutuhan akan bahasa Inggris tersebut? Kurikulum baru (Kurikulum 2013) yang meniadakan Bahasa Inggris dari daftar mata pelajaran di Sekolah Dasar (SD)! Alasan kementerian agar Bahasa Indonesia di SD menjadi lebih baik. Padahal, peserta didik SD sangat perlu memliki dasar keterampilan dan kemampuan dasar berbahasa Inggris sebelum mereka menerima pendidikan keterampilan dan kemampuan berbahasa Inggris tingkat selanjutnya di SMP.“ Saya setuju bahwa masih banyak penggunaan Bahasa Indonesia yang belum benar oleh berbagai lapisan masyarakat termasuk peserta didik di SD. Tapi, itu karena Bahasa Inggris di SD hanya diajarkan 2 jam pelajaran (2 X 35 menit) per minggu itu? Padahal 32-34 jam pelajaran sisanya digunakan untuk mengajarkan mata pelajaran lainnya dengan mengunakan Bahasa Indonesia.

Pihak kemendikbud sendiri dalam beberapa rilisnya menyebut, Bahasa Inggris tidak akan dihapuskan. Namun, sejak dari dulu memang Bahasa Inggris itu tidak ada dalam pelajaran pokok sekolah dasar dan ini dirasa tidak terlalu penting, sehingga Bahasa Inggris dijadikan bagian dari pelajaran muatan lokal. Mestinya mendikbud menjadikan mata pelajaran Bahasa Inggris ini menjadi pelajaran Utama karena pentingnya Bahasa Inggris di era globalisasi atau zaman millennial sekarangini.

Bahasa Inggris sudah sangat penting dalam kehidupan sehari hari, ditambah lagi semakin meningkatnya turis-turis asing yang masuk sehingga masyarakat mesti memperlakukan mereka dengan ramah, caranya dengan mengajak mereka berkomunikasi saat mereka minta petunjuk atau informasi. Bahasa Inggris juga merupakan bahasa internasional yang sangat berperan penting dalam berkomunikasi, yang harusnya dijadikan pelajan pokok, dan bukan malah ditiadakan. Belakangan ini, berkembang informasi, bahwa Bahasa Inggris hanya akan menjadi materi Pengembangan Diri atau bagian dari kegiatan ekstrakurikuler pilihan saja.

Tapi hal itu juga tidak dicantumkan dalam Kurikulum 2013. Yang tercantum di kurikulum 2013 adalah kegiatan ekstrakurikuler di SD meliputi Pramuka (wajib), PMR, dan UKS (dua yang terakhir sebagai kegiatan ektrakurikuler pilihan). Kalaupun Bahasa Inggris dijadikan bagian dari kegiatan ekstrakurikuler pilihan, maka yang terjadi nantinya adalah kegiatan pembelajarannya terkesan seperti di lembaga pendidikan les/kursus Bahasa Inggris yang pesertanya didominasi oleh mereka yang berasal dari kalangan menengah ke atas saja. Dapat dipastikan bahwa yang memilih kegiatan ekstra kurikuler (pilihan) Bahasa Inggris adalah mayoritas mereka yang berasal dari kalangan menengah ke atas yang di luar jam sekolah cenderung tidak memiliki kewajiban membantu meringankan pekerjaan orang tuanya dalam mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Dampaknya, selain melemahnya nilai pengetahuan siswa sekolah dasar terhadap Bahasa Inggris, juga berdampak dari hilangnya pekerjaan seorang guru Bahasa Inggris di sekolah dasar, menipisnya peluang pekerjaan dan meningkatkan pengangguran serta buruknya pengetahuan pelajar tentang Bahasa Inggris. Tidak sedikit juga guru Bahasa Inggris di SD, baik negeri maupun swasta, yang sudah bersertifikat sebagai guru profesional bidang Bahasa Inggris harus kehilangan tunjangan sertifikasi jika hal ini diberlakukan. Padahal, waktu mengikuti PLPG untuk mendapatkan sertifikat itu, para guru diberikan diklat untuk menjadi guru profesional bidang Bahasa Inggris di SD, bukan untuk di SMP/SMA/SMK. Ruangan (kelas) tempat belajarnya diberikan diklat tersebut juga dikhususkan untuk guru-guru Bahasa Inggris SD atau dipisahkan dari guru-guru Bahasa Inggris SMP/SMA/SMK. Tentunya para guru bahasa Inggris di SD sangat berharap mata pelajaran ini tetap menjadi mata pelajaran pokok, atau ditimbulkan kembali di sekolah dasar. Ini salah satu mata pelajaranyang penting di zaman sekarang.

Semua kegiatan selalu dikelilingi oleh Bahasa Inggris. Mesti ada upaya merivisi Kurikulum 2013 dengan menjadikan mata pelajaran Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran pokok di SD di seluruh Indonesia. Hal ini tentu saja harus diimbangi dengan perumusan muatan kurikulum dan pedoman pembelajaran mata pelajaran Bahasa Inggris dengan sangat matang sehingga tepat sasaran.

Pemerintah mesti melanjutkan penyaluran tunjangan sertifikasi kepada kami, guru-guru Bahasa Inggris SD, tanpa harus memutasi mereka dari SD karena, guru-guru Bahasa Inggris SD telah diberikan diklat untuk menjadi guru profesional bidang Bahasa Inggris di SD, bukan untuk di SMP/SMA/SMK. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here