Mayoritas PJU Tak Berfungsi

0
1671
Rusak: Salah satu pekerja saat memperbaiki lampu PJU yang rusak tahun lalu di kawasan Bintancentre.f-adly/Tanjungpinang pos

Pengelolaan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Tanjungpinang amburadul. Banyak PJU yang tak berfungsi. Padahal masyarakat rutin membayar pajak PJU setiap bulan.

TANJUNGPINANG – Pajak PJU ini selalu dipotong pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) saat konsumen membayar tagihan listrik. Hasil potongan ini diserahkan ke pemerintah daerah. Dalam satu bulan Pemerintah Kota Tanjungpinang menerima Rp 1,4 miliar dari PJU ini. Uang tersebut dikumpulkan dari pembayaran tagihan dan pembelian token listrik.

Saat pihak yang menangani PJU ditanya tentang karut marutnya PJU di Tanjungpinang, Kepala Seksi (Kasi) PJU dan Dekorasi Kota, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman Kebersihan dan Pertamanan Kota Tanjungpinang, Hendry mengatakan, ia hanya disediakan anggaran pemeliharaan rutin lampu jalan Rp 171 juta, di tahun 2017 ini.

Anggaran pemeliharaan ini terbilang tidak mencukupi untuk meng- handle atau menangani semua perbaikan PJU. Apabila ada kerusakan yang dialami perangkat lampu PJU di Kota Tanjungpinang. Hal ini disampaikan Kepala Seksi (Kasi) PJU dan Dekorasi Kota, Hendry kepada Tanjungpinang Pos, Senin (5/6).

”Kami menangani kurang lebih 4.000 lampu PJU di Kota Tanjungpinang. Lampu PJU yang sudah terpasang menyebar di 4 kecamatan dan 18 kelurahan se-Kota Tanjungpinang,” tegasnya.

Baca Juga :  Pelabuhan Mocco Menyedihkan

Menurutnya, apabila lampu PJU rusak, lanjut dia, estimasinya sebesar Rp 1 juta per satu perangkat PJU. Satu perangkat PJU terdiri dari bola lampu, kapasitor, ignitor, balas, panel mcb, kontaktor, dan time switch. ”Kalau betul-betul kita hitung, manalah cukup. Tapi, ya mau diapain lagi. Kita tetap berupaya untuk terus melakukan perawatan lampu PJU yang rusak,” kata Hendry.

Meskipun ini disebabkan dengan devisit, ia sudah pernah melapor ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, bahwa anggaran pemeliharaan lampu PJU yang diterima tidak mencukupi alias meng-handle permasalahan lampu PJU yang ada. ”Saya minta dewan harus men-support atau mendukung kerja kita ini,” ucap dia.

Ada beberapa faktor penyebab lampu PJU tidak hidup alias nyala. Faktor pertama, kata dia, dikarenakan cuaca. Bisa jadi cuaca pada saat itu hujan hingga ada petir. Petir tersebut bisa menyambar hingga merusak perangkat PJU dan masih banyak lagi. Perangkat lampu PJU yang sering disambar petir, adalah grounding atau arde.

Baca Juga :  Pengusaha Tewas Ditabrak Bus Karyawan Lagoi

Faktor kedua, dikarenakan adanya tegangan arus listrik yang mengalir ke perangkat PJU tidak stabil. Ini juga yang menyebabkan salah satu perangkat lampu PJU mati. Dan juga bisa jadi lampu PJU menyala terus, yang tidak mengenal waktu. Baik itu pada pagi hari maupun sore hari.

Kalau sudah mati lampu diatas empat jam, pihaknya harus kembali menyetel time switch di lampu PJU tersebut. Sebab, ada perangkat di time switch tersebut bergeser. ”Jadi, kita kembali menyetel ulang. Kalau tak di setel, lampu itu menyela terus,” terang dia.

Dia katakan, ada dua sistem mati dan hidupnya lampu PJU. Pertama, menggunakan sistem cahaya photocell atau sinaran matahari. Kalau matahari terbenam, maka lampu PJU akan menyala dengan sendirinya. Karena baterai yang dimiliki telah menyimpan daya matahari.
Kedua, menggunakan sistem time switch.

Jadi, kalau terjadi pemadaman listrik selama di atas empat jam, maka time switch perlu kembali disetel ulang. Kalau tidak dilakukan, maka lampu PJU akan hidup tidak sesuai waktu yang di tentukan. ”Biasa lampu PJU hidup jam 7. Ini molor jadi jam 6 atau 8. Ya, tergantunglah,” ucapnya.

Baca Juga :  Mangrove 2,8 Ha Dibabat

Upayah yang sudah dilakukannya, di tahun 2014 lalu, pihaknya perlahan-lahan menggantikan lampu PJU, dari sont-t atau merkuri menjadi LED. Pergantian lampu PJU ini mengurangi daya listrik yang mengalir. Karena daya lampu sont-t atau merkuri mendapai 250 watt. Sedangkan lampu PJU LED hanya 100-120 watt.

”Separuh sendiri. Ini perlahan-lahan kita ganti bola lampunya,” sebut dia sambil menyarankan untuk tanya ke Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tanjungpinang, Darmanto soal pajak PJU.

Hingga berita ini terbit, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tanjungpinang, Darmanto belum memberikan keterangan saat dikonfirmasi melalui handphone seluler miliknya. Sekretaris Daerah Riono mengatakan, PLN menstransper pajak PJU ke Pemko kurang lebih Rp 1,4 miliar per bulannya. ”Saya lupa sekitar Rp 1,4 miliar ke atas kita terima pajak PJU untuk pembangunan,” tegasnya.(ANDRI-ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here