Media Harus Bisa Cegah Radikalisme

0
336
Ketua Dewan Pers Pusat, Yosep Stanley Adi Prasetyo saat paparan pada dialog literisasi digital dalam upaya pencegahan radikalisme di Batam, Kamis (5/4) f-Martua/TANJUNGPINANG POS

BATAM – Badan Nasional Penaggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT), mengingatkan ancaman radikalisme mudahnya muncul.
Bahkan, keberadaan berbagai media bisa memberikan dampak besar, apakah positif dan negatif. Terlebih saat ini, keberadaan media mudah diakses sekarang.

Hal ini disampaikan Kepala BNPT Kepri, Reni Yusneli, Kamis (5/4) di Batam, saat membuka literisasi digital sebagai upaya pencegahan radikalisme dan terorisme di masyarakat. Tampil sebagai narasumber, Evy dari kantor berita Antara, Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo dan lainnya.

“Sekarang, ketergantungan masyarakat dengan media, sangat besar untuk mendapatkan informasi. Keberadaan berbagai media penting bagi BNPT dan FKPT dalam pencegahan radikalisme dan terorisme,” ungkap Reni.

Ia menuturkan, media menjadi alat untuk memberikan suatu suasana tertentu? untuk masyarakat. Baik yang negatif dan positif. Sehingga, peran media menjadi sangat penting. “Jadi tergantung siapa yang memegang. Kekuatan media menjadi alat untuk mengubah opini dan lainnya. Sehingga kami harap, literisasi digital ini penting,” jelasnya.

Menurut Reni, persepsi yang disampaikan media massa, selalu dianggap menjadi persepsi masyarakat umum. Sehingga, jika tidak pandai menyaring dan menyebarkan, akibatnya tidak baik.

“Apalagi zaman sekarang serba cepat menyebar luaskan informasi melalui internet,” sambungnya.

Ia menilai, kondisi ini juga banyak dilakukan dan dimanfaatkan pelaku terorisme. Kelompok tersebut menggunakan internet sebagai sarana untuk mempengaruhi orang lain. Sehingga tugas BNPT semakin berat.

“Pemahaman kita terhadap literisasi media penting untuk membantu mencegah terorisme di Indonesia,” harap Reni.

Kedepan, keberadaan media menjadi saranan efektif untuk mencegah dan mengatasi terorisme. “Bapak-Ibu penting untuk berperan. Apa yang didapat saat ini tidak ada gunanya jika tidak dilakukan dalam bentuk aksi. Media sadar atau tidak, menjadi bagian dalam pertumbuhan terorisme, karena media ibarat dua sisi pisau belati,” imbuhnya.

Halsenada juga disampaikan Kasi Penelitian dan Evaluasi, Direktorat Pencegahan Radikalisasi BNPT Pusat, Puput Agus Setiawan. Diingatkan, literisasi digital penting dalam rangka meningkatkan kewaspadaan terhadap terorisme terutama di Kepri.

“Kami percaya bersama masyarakat, akan bersama menggiring kita mengatasi situasi sulit. Kita ingin memuliakan hidup,” himbaunya.

Menurutnya, dalam mencegah terorisme kuncinya ada di semua elemen masyarakat dengan bersinergi. Diantaranya melalui penguatan nilai budaya dan kearifan lokal. Selain itu, penting untuk membangun kebersamaan.

“Sudah sepantasnya tokoh masyarakat menjadi garda terdepan untuk meningkatkan nilai kebersamaan dalam menolak radikalisme,” ujarnya.

Dipesankan juga agar masyarakat tidak mudah terhasut dengan informasi beredar di media, sebelum mengecek kebenarannya. Dalam hal ini, FKPT di Kepri juga didorong untuk mengambil peran yang proaktif dalam me?nanggulangi radikalisme dan potensi terorisme.

“FKPT dibentuk di Kepri untuk itu. FKPT di Kepri merupakan strategi menolak radikalisme. Mari kita saring sebelum men-sharing,” himbaunya mengakhiri. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here