Mediasi Gagal, Sidang Sengketa Lahan Mulai Digelar

0
428
Suasana sidang perdana sengketa lahan Kampung Jawa di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, kemarin.f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Mediasi antara kedua belah yang bersengketa lahan tidak menemui titik temu antara penggugat dan tergugat, sebanyak 25 warga di Jalan H Agus Salim atau dikenal dengan kampung jawa dengan kuasa hukumnya Junaidi menyampaikan permohonan gugatan kepada Kemenhan, Lantamal IV dan BPN terkait kepemilikan tanah di kawasan pemukiman tersebut. Kasus ini mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Selasa (26/3).

Sedangkan pihak tergugat dari TNI Angkatan Laut yang diwakili Muklis dari TNI Angkatan Laut. Sidang perdana perdata ini dipimpin oleh ketua majelis Hakim Admiral, Santonius Tambunan dan Acep di Pengadilan Negeri Tanjungpinang. Sebelumnya, pihak penggugat telah mendapatkan hak tanah atas dasar telah mereka menggarap tanah yang dikuasai oleh negara yang berasalkan dari tanah bekas Eigendom Verponding sejak tahun 1951.

Baca Juga :  Proyek PJU Dompak Rp3,2 Miliar

Sampai surat gugatan ini dimasukkan pada pengadilan Negeri Tanjungpinang baik secara turun menurun dari pendahulunya. Adapun bidang tanah tersebut yang terletak di Jalan H. Agus Salim, Gang. Kepaya I RT 01 /RW 03 dan RT 02/RW 03 dan RT 03/RW 03 Kelurahan Tanjungpinang Barat, Kecamatan Tanjungpinang Barat, dengan luas kurang lebih 3.300 M2 dan segala sesuatu yang berdiri di atasnya. Dimana daerah setempat dikenal dengan nama Kampung Jawa.

Bahwa pihak penggugat juga telah membayar pajak Pajak Bumi Bangunan (PBB) lebih dari 50 tahun, namun tiba-tiba masyarakat dikagetkan tanah yang dikuasai selama ini tanah tersebut sudah dimiliki penggugat dan bersertifikat. Dalam persidangan pihak penggugat tidak membacakan kembali apa yang telah mereka gugat terhadap tergugat. Ini dikarenakan perkara ini sudah pernah dibacakan di dalam persidangan.

Baca Juga :  Pelajar Mesti Punya KTP

Menanggapi hal itu, majelis hakim pun menunda persidangan selama satu Minggu untuk mendengarkan jawaban dari pihak tergugat.

”Menunda persidangan selama satu Minggu kedepan,” ujar Admiral menutup persidangan.

Gugatan ini dilakukan atas dasar untuk mendapatkan kepastian hukum atas kepemilikan tanah dan bangunan. Pihak penggugat baik pendahulunya telah menguasai tanah yang dikuasai oleh negara. Bahwa antara Posita dan Potitum dari gugatan para penggugat. (ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here