Medsos Jadi Sarana Belajar Mahasiswa

0
487
BEDAH BUKU: Mahasiswa jurusan sosiologi saat menggelar acara bedah buku di kampus. F-ISTIMEWA/timsos

Tanjungpinang – JEJARING sosial, atau lazimnya media sosial (Medsos) adalah media online yang mendukung interaksi sosial dan media sosial.

Ini bisa menggunakan teknologi berbasis web yang mengubah komunikasi menjadi dialog interaktif. Seperti pada Medsos Facebook, yang saat ini digandrungi jutaan orang.

Facebook sudah menjadi sarana belajar bagi mahasiswa jurusan sosiologi, kampus Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang.

Apa saja dapat dipelajari mahasiswa dari jejaring sosial. Dosen sekaligus pembimbing Himpunan Mahasiswa Sosiologi (Himsos) Stisipol Raja Haji, Endri Bagus Prastiyo S Sos Msi menjelaskan, melalui Facebook, mahasiswa diajarkan bagaimana mengikuti perkembangan interaksi sosial yang berkembang di Medsos tersebut.

Sekaligus sebagai sarana, untuk mempelajari kritik sosial yang setiap waktu terus berubah.

”Mereka akan menjadikan bahan penelitian dengan Medsos itu. Penelitian itu bagaimana melihat sisi pandang kritik sosial, yang dituliskan oleh pemilik akun,” ujar Endri, Jumat (3/2).

Tidak hanya menjadikan kritik sosial orang yang ada, lanjut Endri, mahasiswa sosialogi juga bisa menulis secara singkat tentang kritik sosial di akun Facebook pribadinya.

Dengan membahas topik-topik terkini yang sedang berkembang, dan selanjutnya akan menjadi pembahasan kelompok dengan bimbingan dosen.

”Mereka setiap hari Jumat itu ada diskusi di kampus, makanya disebut Jumat Diskusi. Beberapa mahasiswa berdialog dengan sudut pandang sosiologi, untuk membahas berbagai macam masalah terkini dari ilmu tersebut. Apalagi adanya Facebook, tentunya menjadi sarana mereka untuk mengkritik,” jelasnya.

Dengan menuliskan kritik sosiologi di Facebook, menurut Endri, semakin banyak komentar dari kritikan tersebut akan menjadi pandangan mahasiswa untuk memcahkan topik bahasan yang sedang dibahas maupun diteliti.

Bahkan saat ini adalah era Medsos, kata Endri, yang tentunya sarana umum untuk menuliskan berbagai persoalan tanpa melanggara ketentuan.

”Setiap bulannya mereka diwajibkan turun ke masyarakat, untuk mencari data dalam membahas persoalan yang muncul. Nah hasil dari penelitian itu mereka unggah di Facebook, sebagai sarana membahas dengan khalayak. Kemudian setelah selesai meneliti, dengan memperoleh data dari masyarakat. Mereka wajib membuat laporannya,” ungkap Endri.

Endri juga mengatakan sosiologi juga bersinggungan dengan ilmu politik, namun dalam setiap bahasan mahasiswa bahasan politik tidak terlalu bahas secara mendalam.

Dan mahasiswa hanya membahas detil dari persoalan sosiologi, yang muncul dikalangan masyarakat umum yangdisejalankan dengan beberapa kegiatan yang bersifat bakti sosial dan dan bertemu masyarakat.(ADLY BARA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here