Melangitkan Doa

0
202
WARGA Tionghoa sembahyang saat perayaan Imlek

PERGANTIAN tahun menjadi momentum. Tentang apa saja, dan semestinya mengenai harapan dan doa segala yang baik-baik akan terjadi selama satu tahun kalender ke depan. Ada banyak harapan serta kalimat-kalimat doa dilangitkan menyambut Tahun Baru Shio Anjing Tanah.

Bagi warga etnis Tionghoa, malam pungkasan menyambut Imlek 2565 mesti menyempatkan diri sambang ke vihara. Di Bintan Timur, kesibukan ini sejak petang terlihat di kawasan Kota Tua. Adalah Vihara Bhakti Sasana yang jadi rumah ibadah pilihan untuk melangitkan doa.

Yang datang seperti tak putus-putus. Muda-mudi. Orang tua bersama anaknya. Ada yang berdua, bertiga, beramai-ramai, dan ada pula yang sendiri. Cara datangnya berbeda, hajatnya sama: mengucapkan doa agar lebih baik setahun ke depan.

Sudah dasar resam Kota Tua yang ditinggali multietnis, kebahagiaan menyambut Imlek di kawasan Kijang, Bintan Timur ini jadi milik siapa saja. Harmoni terjalin di sini. Satu sama lain saling menghormati tetangganya, kerabatnya yang sedang berdoa. Di sisi lain, mereka turut menikmati keriuhan setahun sekali itu.

Sebuah potret bahwasanya bangsa ini besar karena keragamannya yang tidak perlu diseragamkan, disamakan, atau ditunggalkan. Sebab Indonesia sudah lebih dari rumah yang kelewat besar untuk merawat kebinekaan kita hingga akhir masa.***

FOTO : SUHARDI,
Atau akrab dipanggil Adi.
Jurnalis di Tanjungpinang Pos.
Tinggal di Bintan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here