Melayu Adalah Pemersatu Bangsa

0
737
SAMBUT wapres: Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla didampingi Gubernur Kepri H Nurdin Basirun disambut di Lingga saat hendak membuka PPTMA kemarin.f-istimewa/humas pemprov kepri

Wapres Hadiri PPTMA Lingga dan Terima Gelar Adat

Wakil Presiden (Wapres) RI HM Jusuf Kalla menegaskan bahwa budaya dan tamadun Melayu yang tinggi memberi andil yang besar bagi bangsa ini. Walaupun penduduknya tidak besar, bahasa Melayu menjadi bahasa nasional.

LINGGA – ”Melayu adalah pemersatu bangsa ini,” kata Jusuf Kalla dalam kunjungan kerjanya ke Daik Lingga, Minggu (19/11).

Kalla ke Daik Lingga sempena Perhelatan Pemuliaan Tamadun Melayu Antarabangsa (PPTMA) dan syukuran Sultan Mahmud Riayat Syah (SMRS) sebagai Pahlawan Nasional.

Dalam kunjungan itu, JK juga dianugerahi gelar adat Melayu yakni Sri Perdana Mahkota Negara dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri. Istri JK juga mendapat gelar Sri Puan Hj Mufiddah Jusuf Kalla.Soal bahasa pemersatu ini, JK menegaskan tidak banyak negara bisa seperti ini. Banyak negara yang memiliki dua dan lebih bahasa, karena menahan ego masing-masing.

Baca Juga :  90 Ribu Warga Kepri Belum Rekam Data KTP

Pada kesempatan itu, JK juga menyebutkan soal Sumpah Setia Melayu Bugis. Menurut JK dia banyak belajar soal hal ini. Dia berpesan agar masyarakat memegang sumpah setia itu.

JK menjelaskan, hal itu menunjukkan bahwa sejak dulu, Melayu dan Bugis sudah berpikir soal kebangsaan yang besar. Bukan soal ego kelompok sendiri. Saat itu, ketika ada konflik dengan bangsa asing, Melayu-Bugis selalu bersatu.

JK yang memang berasal dari Bugis mengaku persebatian itu. Jika masuk ke Makassar melalui pelabuhan, maka daerah yang diinjak untuk pertama kali adalah Kampung Melayu, bukan Kampung Bugis.

Ini menunjukkan sudah lama orang Melayu ada di tanah Bugis. Mereka menempati banyak jabatan strategis seperti di kesyahbandaran.

Baca Juga :  Bikin Perpustakaan Mini, Candra Apresiasi Kapolsek Belakangpadang

Demikian juga dengan orang Bugis yang berada di tanah Melayu sejak abad ke-16. Mereka ada yang sebagai nelayan, sebagai lanun atau tentara yang membela setiap jengkal negeri ini.

”Melayu dan Bugis bagai dwi tunggal yang menjaga agar adat tidak ditinggal,” kata JK.

Menurut JK hubungan ini harus terus dijaga. Demikian juga dengan semua suku bangsa lainnya di nusantara dan dunia. JK menyebutkan bahwa Lingga menjadi bagian yang penting dalam kehidupan berbangsa. Apa yang diharapkan Gubernur H Nurdin Basirun, Bupati Alias Wello untuk kemajuan negeri ini harus diupayakan terwujud.

”Kemajuan itu terwujud dengan upaya bersama. Upaya pemerintah dan masyarakat,” kata JK.

JK menegaskan tidak ada satupun daerah di negeri ini yang akan ditinggal. Semua harus ada pada kemajuan negeri ini. JK minta Lingga dan Kepri dan tanah Melayu secara keseluruhan bersama-sama mewujudkan kemajuan itu.

Baca Juga :  Ini Pesan Mendagri ke Pj Gubernur Jateng

”Insya Allah potensi yang ada di darat, laut, dan gunung akan menjadi modal nasional untuk mencapai kemajuan,” kata JK.

Tentang anugerah gelar Sri Perdana Mahkota Negara, JK menyampaikan terima kasihnya. Dia sangat terharu dengan anugerah itu.

”Seperti hubungan sejak dulu bagaimana Bugis dan Melayu, ini penghargaan yang tinggi. Dari tanah Bugis ke tanah Melayu sangat bahagia dan terharu terima kasih atas penghargaan ini. Mari bersama-sama memajukan daerah ini,” kata JK yang juga mengucapkan selamat atas anugerah gelar Pahlawan Nasional untuk Sultan Mahmud Riayat Syah.(TENGKU)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here