Melestarikan Musik Tradisional Melayu

0
3720
Riski Andriansyah

Oleh: Riski Andriansyah
Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara FISIP, UMRAH, Tanjungpinang

Musik tradisional merupakan musik yang memiliki ciri khas dan keunikan, yang ada sejak zaman dahulu yang diwarisi secara turun temurun dan menjadi tradisi masyarakat setempat pada saat perhelatan pernikahan, peringatan hari besar islam, acara hiburan untuk masyarakat dan sebagai upacara penyambutan tamu. Kepulauan Riau dikenal dengan sebutan tanah Melayu yang memiliki berbagai macam musik tradisional melayu seperti dambus, bebano, gambang camar, gambus, gedombak, gendang nobat, gendang panjang, gendang silat, genggong, gong, kompang, kordeon,marwas, nafiri,dan rebana yang dimana alat musik tradisional tersebut dipakai dalam musik melayu dalam bentuk musik joget, musik zapin, musik ghazal, musik mak yong,musik kompang, musik nafiri, musik kasidah, musik rebana dan masih banyak musik melayu lainnya yang menjadi ciri khas dari kesenian provinsi Kepulauan Riau.

Seperti yang kita ketahui Kota Tanjungpinang dikenal dengan kota musik Melayu karena dulu masih banyaknya event musik tradisional melayu. Tetapi pada era modernisasi ini kita semakin jarang mendengar atau melihat pertunjukan musik tradisional melayu di tanjungpinang. Hal ini dikarenakan dengan kemajuan dan perkembangan zaman sekarang yang begitu mudahnya budaya asing masuk ke negeri ini. Bisa kita rasakan sendiri, bahwa antusias masyarakat dengan musik modern lebih besar dibandingkan dengan musik tradisional melayu, terutama bagi kaum milenial atau generasi muda saat ini. Saya melihat banyak generasi muda Tanjungpinang lebih sering mendengar dan menyukai musik beraliran modern dan musik barat dibandingkan musik tradisional Melayu yang ada di daerahnya sendiri.

Baca Juga :  Pemilu dan Perempuan

Hal ini sangat disayangkan apabila terus terjadi seperti ini bukan tidak mungkin musik tradisional akan hilang. Perlu kerjasama antara pemerintah dan seniman musik tradisional melayu dalam menghidupkan kembali Tanjungpinang sebagai kota musik Melayu. Seperti Kata penjabat walikota Tanjungpinang Drs, Raja Arisa, MM yang juga merupakan pemusik tradisional Melayu, dia menginginkan kembali kota tanjungpinang kembali menunjukkan eksistensi para pemusik tradisional melayu dimana hal itu menjadi salah satu daya tarik wisatawan ke Kota Tanjungpinang, dengan menyediakan tempat sarana bagi para pemusik dan berencana beberapa minggu sekali akan menampilkan hiburan musik karena tidak boleh meninggalkan tradisi pemusik dahulu dan sekaligus memikat para generasi muda untuk melanjutkan para pejuang musik tradisional Melayu.

Baca Juga :  Tindakan Aborsi dalam Perfektif Hukum Kesehatan

Musik tradisional melayu yang masih ada dan lestari hingga saat ini yaitu musik ghazal dari pulau penyengat dikarenakan penduduknya sangat menjunjung nilai tradisi dan mempertahankan nilai kearifan lokal penduduk Pulau Penyengat, sehingga tidak goyah dengan adanya modernisasi saat ini. Musik ghazal merupakan sebuah musik orkhestra khas Melayu yang banyak berkembang di Kepulauan Riau yang memadukan keindahan musik dan kedalaman makna syair. Perlengkapan musik ghazal seperti syahrenggi, sitar, harmonium, dan tabla. Jadi musik ghazal memiliki nilai nilai yang dapat dijadikan panutan bagi generasi sekarang seperti nilai tradisi, nilai akulturasi budaya, nilai keindahan dan nilai edukasi. ada juga sekelompok grup musik bernama samudra ensemble sebagai band yang mengusung musik etnik dan khazanah musik tradisional Melayu. Mereka mengenalkan khazanah musik tradisional Melayu ke generasi milenial dengan musik melayu yang digubah dengan kreatifitas mereka dengan perpaduan alat musik tradisional dan musik modern tanpa mengubah identitas band yang mengusung khazanah musik tradisional Melayu, sehingga menjadi lagu kekinian yang didengar enak di telinga anak muda zaman sekarang.

Baca Juga :  Ada Buzzer Istana di ILC TVOne

Dengan demikian adanya musik tradisional Melayu yang masih ada seperti musik ghazal dapat memberi pengaruh positif kepada generasi muda untuk melestarikan musik tradisional melayu dan menarik minatnya untuk bermusik tradisional Melayu serta dapat menghidupkan kembali atmosfer musik Melayu di Tanjungpinang sebagai kota musik Melayu, dan memberikan dukungan kepada kelompok grup band musik melayu yang ada di tanjungpinang seperti samudra ensemble, dengan cara mereka berkreativitas dalam bermusik tanpa menghilangkan identitas atau ciri khas musik tradisional Melayu itu sendiri. Perlunya regenerasi, yaitu diwariskan musik tradisional Melayu dari generasi ke generasi yang terbentuk suatu komunitas musik Melayu yang keberadaannya akan terus ada dan berkembang agar musik tradisional Melayu selalu ada dan tidak hilang. dan diharapkan pemerintah dapat menyelenggarakan event musik dan festival musik yang bertema musik tradisional Melayu untuk menarik minat generasi muda dalam bermusik melayu sekaligus dapat mensosialisasikan dan meningkatkan partisipasi masyarakat tentang melestarikan musik tradisional Melayu. ***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here