Melukis dengan Pewarna Alami

0
36
Mayrika Yanti, S.Pd

Oleh: Mayrika Yanti, S.Pd
Guru Seni Budaya SMP Negeri 2 Siantan, Anambas

Perkembangan zaman saat ini sudah mempengaruhi pada pengetahuan dan teknologi. Ini juga menyebabkan pemakaian pewarna alami tergeser oleh pewarna sintesis yang mempunyai keunggulan. Zat pewarna sintesis lebih mudah diperoleh. Selain itu, harus diakui bahwa jenis zat pewarna sintesis lebih mempunyai variasi warna. Selain itu, penggunaannya lebih praktis dan instan.

Dahulu, sebelum mengenal pewarna sintesis, manusia melukis menggunakan pewarna alami seperti batu Jelaga dan darah. Proses penggunaan zat pewarna alami dalam teknik melukis sudah dilakukan oleh nenek moyang secara turun temurun. Sebagai guru pengampu bidang seni, saya ingin melestarikan dan mengembangkan melukis dengan menggunakan pewarna alami, di sekolah SMP Negeri 2 Siantan.

Saya mencoba mengajarkan bagaimana cara melukis dengan menggunakan pewarna alami di kelas VIII dengan cara membuat kelompok yang terdiri dari 3 orang dalam satu kelompok. Dengan nemberikan pengetahuan dan pemahaman kepada siswa secara komprehensif tentang pewarna alami untuk melukis, tentu mereka akan tertarik untuk mencobanya. Apalagi, keunggulan perwarna alami adalah tidak berbahaya bagi kesehatan. Tentu, pelaksanaannya berharap agar siswa dapat bereksprimen menemukan karakterisrik warna di setiap jenis tumbuh-tumbuhan, serta diminta menemukan warna-warna baru dalam setiap goresan kuas di lukisan. Pewarna alami, dieksplorasi dari berbagai jenis tumbuhan yang kemudian akan diektaksi dan dijadikan serbuk pewarna alami yang mempunyai pigmen warna. Misalnya, kunyit, daun suji, daun pandan, daun jambu, cabe, buah naga, kopi dan manggis.

Melukis menggunakan pewarna alami aman untuk kesehatan karena, zat pewarna alami marupakan zat warna yang berasal dari tumbuhan ataupun hewan. Proses pewarna alami dapat dilakukan dengan eksplorasi. Zat pewarna alami merupakan zat nabati yang diperoleh dari alam atau tumbuhan. Zat pewarna alami sebagai media melukis ini akan dijadikan sebagai contoh bahwa pewarna alami bisa digunakan sebagai alternatif untuk melukis. Zat pewarna alami ini diambil ekstraknya dijadikan serbuk pewarna. Serbuk zat pewarna alami di aplikasikan ke media melukis ini pembuatannya melalui proses pembuatan sketsa dahulu diatas kertas atau karton, kemudian mulai proses pewarnaan dengan menggunakan zat pelarut minyak dan air. Teknik eksplorasi dan eksprimen zat pewarna alami dari tumbuhan sebagai upaya pemanfaatan kekayaan sumber daya alam yang melimpah sebagai salah satu upaya pelestarian budaya. Anda ingin berekpresimen juga untuk menemukan warna baru dalam lukisan Anda? selamat mencoba. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here