Memaknai Bulan Rabiul Awal

0
251
Drs.H. Idris DM, MM, MSi

Oleh : Drs.H. Idris DM, MM, MSi
Dekan Fakultas Ekonomi UMRAH Tanjungpinang, Dosen UMRAH dan Dosen di berbagai Perguruan Tinggi lainnya

Sekarang kita berada di dalam bulan Rabiul awal tahun 1440 H. Dalam bulan rabiul Awal sebagai umat Islam diingatkan oleh suatu peristiwa yang besar nilainya dan maknanya, yakni bulan lahirnya Nabi Muhammad saw di muka bumi ini dengan membawa kemaslahatan dan keselamat bagi manusia dan dan alam semesta.

Bulan Rabi’ul Awal, biasa disebut bulan Maulid atau Maulud, merupakan bulan yang tidak dapat dilupakan dalam lembaran sejarah dunia, karena pada bulan itu, sorang putera terbaik, pemuda teladan yang mejadi pemimpin terbesar di dunia telah berhasil mengangkat harkat dan martabat umat manusia pada derajat yang paling mulia yakni Nabi Muhammad SAW yang telah dilahirkan pada hari Senin, tanggal 12 Rabiu’ul Awal Tahun Gajah, yang bertepatan dengan 20 April 571 Masehi.

Seharusnya bulan yang mulia ini, bulan kelahiran junjungan alam Nabi Besar Muhammad SAW, kita sebagai umat Islam menyambutnya dengan sebaik-baiknya, kita peringati bulan kelahiran seorang pejuang menegakkan kebenaran dan melenyapkan kebathilan dipermukaan bumi ini, dan manusia yang pantas dikenang perjuangan dan perjalanan hidupnya, beliau sangatlah besar jasa dalam rangkan mendudukkan kembali manusia pada martabat yang lebih tinggi di bandingkan dengan makhluk Allah SWT yang lainnya.

Juga Nabi Muhammad saw telah berhasil mewarnai dunia dengan wajah baru, yaitu diisinya dunia dengan manusia yang berperadaban tinggi atau berakhlak mulia, lagi terpuji.

Beliau mehentikan segala bentuk pemerasan terhadap masyarkat yang lemah. Juga menghapus segala sistim perbudakan yang memandang remeh dan merendahkan martabat kemanusiaan.

Nabi Muhammad SAW menutup jurang pemisah antara oang kaya dan miskin, beliau mempersatukan dan mempersaudarkan manusia yang semula bermusuhan, dia meletakkan landasan kemanusia, tidak ada perbedaan anatar suku dengan suku lainnya, bangsa satu dengan bangsa lainnya, menurut Rasulullah saw manusia itu sama, hanya yang mebedakan adalah amal dan ketaqwaannya kepada Allah SWT. sebagaimana berfirman Allah SWT dalam Al-Qur’an yang artinya: “…Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Lagi Maha mengenal” (AQS. Al-Hujurat: 13)

Yang penting dalam memperingati kelahiran Nabi besar Muhammad saw itu bukan hanya sekedar ramai-ramai saja, akan tetapi pada hakekatnya kita mengambil contoh dari perjuangannya, baik amal perbuatannya, sosialnya, akhlaknya, dan sebagainya, untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, agar kita memperoleh kebaikan dan kebahagian di dunia dan akhirat.

Dalam meperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan tujuan setelah membaca dan mendengar riwayat perjuangan dan perjalan hidup dan kehidupannya kita dapat dijadikan sebagai teladan untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan kita sehari-hari.

Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah SWT untuk menyampaikan ajaran ajaran-Nya dengan pernyataan Allah sendiri sebagai Rahmatan Lil’alamin. Sebagaimana Firman Allah dalam Al-Qur’an yang artinya: “Dan tidaklah kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk menjadi Rahmat bagi seluruh alam”. (AQS. Al-Anbiyaa: 107)

Dengan meyakini dan megakui kebenaran firman Allah itu berarti kita mengakui kebenaran seluruh ajaran Allah SWT yang di bawa oleh Nabi Muhamad saw sebagai Rasul Allah, dan sekaligus mengakui dan meyakini bahwa ajaran-ajaran tersebut bermanfaat bagi umat manusia dan alam semseta ini, juga berati mengakui bahwa ajran Allah SWT dalam Al-Qur’an benar-benar demi kebahagiaan umat manusia baik sebagai induvidu maupun sebagai bagian dari masyarakat.

Ajaran Allah yakni ajaran Islam yang membawa kebahagiaan manusia dan alam semseta itu, tidak saja mengatur kehidupan perorangan, tetapi juga menyangkut cara hidup berkeluarga, bermasyarkat berbangsa dan bernegara.

Manusia dinyatakan oleh Allah SWT sebagai ciptaan yang paling mulia dan indah ahsani taqwiem sekaligus dilengkapi dengan akal pikiran dan timbang rasa.

Yang jelas Nabi Muhammad saw diutus bukan hanya untuk satu golongan atau satu bangsa saja, tetapi untuk manusia seluruhnya, bahkan untuk alam semestas karena beliau itu Rahmatan Lil’alamin (rahmat bagi seluruh alam). Sebab Muhamma saw memiliki sifat-sifat kepemimpinan yang luar biasa. Memiliki sifat-sifat kebenaran, keberanian dalam membela kebenaran.

Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai seorang pemimpin luarbiasa yang tidak ada tandingannya, pemimpin bukan pemimpin satu atau dua bangsa, akan tetapi semua bangsa di dunia ini, maka sifat-sifat keberanian logis jika beliau memiliki kebaranian melebihi pemimpin-pemimpin lainnya di dunia ini.

Begitulah Nabi Muhammad SAW sebagai seorang pemimpin yang pemberani, berani menegakkan ketinggian dan keluhuran agama yang dipeluknya yakni Agama Islam. Untuk itu kita diperintahkan oleh Allah SWT untuk mencontoh dan menteladani kehidupann Rasulullah SAW. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an yang Artinya: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (AQS. Al-Ahzab : 21).

Demikian … semoga berkah dan bermanfaat … menjadi amal jariyah. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here