Memaknai Hari Dongeng Sedunia

0
533
Doni Taxina Siahaan

Oleh: Doni Taxina Siahaan
Jurusan Ilmu Administrasi Negara. UMRAH

Hari dongeng sedunia diperingati setiap tanggal 20 Maret. Peringatan Hari Dongeng Sedunia dimulai pada tahun 1991-1992 oleh para pendongeng di Swedia dengan nama All Storytellers Day. Kemudian pada tahun 1997 diadakan CelebrationofStory selama lima minggu selanjutnyasetiap 20 Maret diperingati sebagai Hari Dongeng Sedunia.

Dongeng merupakan hal yang sangat familiar untuk anak-anak sampai dewasa. Dongeng adalah cerita berbentuk karya sastra tentang sebuah peristiwa yang penuh imajinasi dan fiksi, bertujuan untuk menghibur. Dongeng dapat berupa cerita mengenaisuatu peristiwa, hingga asal-usul suatu tempat dan legenda.

Dongeng memiliki banyak manfaat bagi anak-anak maupun orang dewasa. Bagi anak-anak dongeng adalah cerita yang sangat menarik. Melalui dongeng anak-anak dapat mengembangkan kemampuan berimajinasi, kemampuan berbahasa, meningkatkan minat baca, hingga pembentukan karakter. Anak-anak juga dapat bertukar cerita kepada teman-temannya mengenai kisah-kisah dalam dongeng. Hal tersebut tentunya akan sangat berguna bagi anak dalam upaya sosialisasi diri di lingkungan bermainnya. Bagi orang dewasa hingga orangtua dongeng dapat menjadi media untuk menghilangkan kepenatan. Melalui dongeng hubungan orangtua dan anak, hubungan kakak dan adik juga dapat semakin dekat.

Dongeng umumnya dibacakan orang tua kepada anaknya menjelang tidur.Kegiatan mendongeng sebelum tidur adalah hal yang wajib dilakukan oleh orang tua kepada anak-anaknya. David McClelland, seorang pakar psikologi sosial, mengungkapkan hasil penelitiannya yang menyimpulkan sebuah teori bahwa cerita atau dongeng untuk anak sebelum tidur sangat mempengaruhi prestasi suatu bangsa. Banyak cerita dongeng yang sering di ceritakan orangtua kepada anaknya.Cerita dongengpun telah melegenda di berbagai generasi seperti dongeng Cinderella dan sepatu kaca, putri salju dan tujuh kurcaci, dongeng si kancil, timun mas, malin kundang, hingga legenda danau Toba.

Pada zaman yang serba digital dan modern seperti sekarang ini, budaya mendongeng semakin memudar. Dongeng seakan lenyap dan jarang lagi terdengar.Perayaanhari dongeng sedunia kemarin pun tak banyak dimuat dan dirayakan oleh masyarakat hingga media massa sekalipun. Kebanyakan anak-anak sudah jarang sekali mau mendengarkan cerita dongeng. Mereka justru lebih tertarik untuk bermain game dengan gadgetnyadari pada menyimak cerita dongeng. Gemeonline dan berbagai sinetron yang kurangmendidik pun telah menyingkirkan eksistensi dongeng di kalangan anak-anak pada jaman sekarang.

Kebiasaan bercerita sudah mulai ditinggalkan orang tua zaman sekarang. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab. Di antaranya adalah intensitas pertemuan orang tua dengan anak yang sangat rendah sehingga tidak ada waktu bagi orang tua untuk membacakan dongeng untuk anak-anaknya.Faktor lain adalah anggapan bahwa dongeng hanyalah peninggalan masa lalu yang hanya cukup menjadi kenangan manis belaka. Dongeng seolah-olah tidak relevan lagi dengan kehidupan modern yang semakin melaju sangat cepat ini.Padahal, dongeng salah satu bentuk tradisi lisan yang merupakan potensi budaya yang selama ini masih terabaikan. Tradisi lisan juga mencakup sastra lisan, seperti mite, legenda, dongeng, hikayat, mantra, dan puisi. Bahkan juga termasuk sistem kognitif masyarakat, seperti adat istiadat, sejarah, etika, obat-obatan, sistem geneologi, dan sistem pengetahuan yang dituturkan secara turun-temurun di Nusantara.Dongeng memang banyak mengandung khayalan. Namun justru dalam dongeng, khayalan manusia memperoleh kebebasan yang mutlak karena di situ ditemukan hal-hal yang tidak masuk akal dan tidak mungkin ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya dengan budaya termasuk di dalamnya dongeng. Namun tidak semua dongeng baik untuk dikonsumsi anak. Dalam hal ini kejelian orang tua dan pendidik diperlukan dalam memilih dongeng yang cocok dengan perkembangan psikologis anak. Hal lain yang harus dilakukan adalah hendaknya guru dan orang tua tidak terlalu tergantung pada cerita atau dongeng masa lampau. Tapi juga menjadikan cerita atau dongeng kontemporer sebgai referensi alternatif.

Sekarang di Indonesia banyak bermunculan para penulis sekaligus para pendongeng handal. Ada Eka Wardhana, Andi Yudha Asfandiyar, Nurani Widaningsih dan sederet nama penulis cerita kreatif lainnya. Mereka kerap melahirkan cerita atau dongeng yang tidak hanya menghibur dan mendidik tapi juga sangat kontekstual dengan kondisi anak-anak sekarang. Artinya, cerita mereka akan sangat mudah dicerna anak sekarang karena lahir pada zaman di mana mereka hidup.Dengan demikian, ketika para pendidik bercerita di hadapan para siswanya di kelas atau para orang tua membacakan dongeng untuk anak mereka menjelang tidur, sebenarnya mereka sedang membangun Indonesia menjadi lebih berprestasi dan bermartabat di mata dunia. Syaratnya, dongeng yang dibacakan terjamin kualitasnya. Wallahua’lam.

Perayaan hari dongeng sedunia sangat penting dalam menarik perhatian publik dan media.Perlu diingat bahwa dongeng adalah sastra dan kearifan lokal yang harus di lestarikan. Banyaknya manfaat dongeng menjadikan dongeng merupakan hal yang penting dalam kehidupan. Melalui perayaan hari dongeng sedunia seluruh masyarakat diharapkan dapat menumbuhkan semangat mendongeng kembali. Meningkatkan kembali eksistensi dongeng kepada publik harus masif dilakukan. Peningkatan eksistensi dongeng dapat dilakukan melalui penayangan dongeng di media massa, melalui cerita orangtua kepada anaknya, cerita guru kepada muridnya hingga lomba mendongeng adalah hal yang harus dilakukan dalam memaknai Hari dongeng sedunia. Mari budayakan mendongeng, mari lestarikan kearifan lokal Indonesia.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here