Memaknai “Kosong Satu dan Kosong Dua”

0
246
Clara Izati Putri Wibowo

Oleh: Clara Izati Putri Wibowo
Warga Tanjungpinang yang sedang menempuh penddiikan di Fakultas Hukum UNRI, Pekanbaru

17 April mendatang masyarakat Indonesia akan melakukan pesta meriah, pesta untuk menentukan siapa yang memimpin negara 5 tahun kedepan.

Dalam perjalanan demokrasi, Indonesia selalu memiliki orang-orang hebat yang maju dan akan memimpin negeri ini. Masing-masing calon presiden kini sedang kampanye menyosialisasikan program kerjanya jika terpilih sebagai presiden. Tahapan-tahapan pemilihan sudah lama berjalan, kini hari pemungkutan suara tinggal tiga pekan lagi. Selain memilih presiden, pada pemilu serentak ini juga, setiap warga negara akan mendapatkan lima kerjas suara. Masing-masing kertas suara mesti dicoblos satu saja. Yang dipilih adalah, capres, calon DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten-kota.

Meski ada lima surat suara yang akan dicoblos, namun yang paling hanya dibicarakan di media sosial adalah capes. Padahal calonnya hanya dua pasang yakni Joko Widodo – Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Perdebatan menarik dan panas selalu terlihat di media sosial. Sebagai warga negara yang baik, sudah semestinya kita saling menghargai dan menjaga persatuan. Silakan mempromosikan calon yang didukung tanpa menjelekkan calon lain.

Selain itu, kita juga dituntut untuk menjadi pemilih pintar. Pemilih yang memahami program kerja yang bisa membawa negara Indonesia menjadi lebih baik untuk lima tahun ke depan.

Fenomena saat ini, banyak muncul hoaks, ujaran kebencian, disinformasi, satire dan jenis jenis kalimat lain yang memprihatinkan.

Masing-masing pendukung mempromosikan calon yang didukungnya secara berlebihan, saling hujat, saling maki. Celakanya, kalimat-kalimat disharmonisasi itu banyak dilontarkan oleh akun-akun yang tidak jelas identitasnya. Padahal, siapapun yang terpilih kita mesti Indonsia harus tetap akur, menjaga kekompakan dan kebersamaan. Apalagi tujuan Pemilu ini adalah untuk mencari memimpin yang paling bertanggungjawab untuk kemajuan Bangsa Indonesia.

Jokowi adalah petahanan yang maju kembali berpasangan dengan Ma’ruf Amin. Pasangan ini mendapat nomor urut 01 sestau dengan pengundian yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sementara Prabowo adalah mantan jendral TNI yang berpasangan dengan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Setelah menjalani beberapa rangkaian debat capres dan cawapres, tentu masyarakat kini sudah bisa menarik benang merah siapa capres yang akan dipilih pada 17 April mendatang. Capres 01 dan capres 02 masing masing memiliki masa yang sangat luar biasa besar. Setiap pendukung berani meneriakkan dengan lantang calon yang mereka dukung. Siapapu yang terpilih, itulah capres terbaik karena mendapat suara terbanyak dari masyarakat Indonesia yang memiliki hak pilih. Selamat mengikuti Pemilu Serentak, jaga kekompakan dan kebersamaan dan pastikan setiap warga Indonesia yang mempunyai hak pilih mendatangi TPS untuk pemungutan suara. Damailah Indonesiaku.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here