Memaknai Peristiwa Isra Mikrad dan Salat ”Kemanusiaan”

0
142
Drs.H.Nazaruddin.,MH

Oleh : Drs.H.Nazaruddin.,MH
Dosen STAI Miftahul Ulum Tanjungpinang
Ketua Koperasi Cendikia Cemerlang Negeri ORDA ICMI Kota Tanjungpinang

Teori innash tan haa’anil fahsyaa’I wal munkar (sesungguhnya shalat pasti akan mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan munkar (qs:al ankabut : 45). Dalam artian, shalat menjadi barometer seluruh amal perbuatan manusia, tidak ada yang berani membantahnya. Kendati demikian, jamaah kita sering mempertanyakan realisasi teori yang ada. Betapa tidak, keseharian kita, banyak kaum muslimin yang rajin mengerjakan shalat, namun masih banyak juga yang melakukan kemungkaran.

Terekam dalam ingatan kita, betapa saat ini bangsa kita menghadapi berbagai kemungkaran yang tiada hentinya, sebut saja korupsi, narkoba, seks bebas dan kezaliman lainnya. Saat kita mempertanyakan orang yang melakukan perbuatan munkar, mereka aktif mengerjakan shalat lima waktu, bahkan ditambah dengan shalat sunnahnya. Berakar dari sinilah menjadi pertanyaan besar akan firman Allah Swt itu ada ? Jika sekilas menilainya barangkali semua diantara kita akan menjawab bahwa firman Allah swt tersebut tidak terbukti dilapangan. Terbukti, tidak semua orang yang mengerjakan shalat bisa menjadikan dirinya sebagai seorang yang saleh kepada sesame. Namun, akan menjadi berbeda saat saat jawaban yang kita utarakan menggunakan proses proses panjang, dalam diri kita akan dengan mudah menerima kebenaran firman Allah swt diatas.

Kita akan bisa membenarkannya. Adanya permasalahan betapa banyak kaum muslimin yang mengerjakan shalat, namun tetap menjalankan perbuatan kemaksiatan, perlu diteliti, bagaimana cara yang dilakukan sang mushalli ? . benarkah shalat yang dilakukan telah sesuai dengan yang diajarkan dalam agama ? selain syarat dan rukunnya terpenuhi, sudahkah shalat mereka khusyuk ? Bagaimanapun, dalam ibadah shalat tujuan utama adalah mendekatkan diri kepada sang khalik, Allah swt. Sementara shalat yang bisa mendekatkan diri kepada Allah swt tidak lain dan tidak bukan adalah shalat yang khusyuk. “Alladzinaa humfii shalaatihim khasyi’un, yaitu mereka yang dalam mengerjakan shalatnya dengan khusyuk. Salat khusyuk menjadi kunci utama keberhasilan salat dikarenakan di dalamnya terkandung beragam perkara yang bisa dipraktikan dalam kehidupan nyata. Salat khusyuk setidaknya memiliki beberapa ciri.

Adanya kepemimpinan dalam salat berjamaah, adanya rasa cinta kasih sebagaimana yang ada dalam surah al fatihah, adanya ketawaduan sebagaimana dalam sujud, sehingga adanya tebar salam setiap mengakhiri shalat. Kepemimpinan dalam shalat berjamaah dapat dipraktikan langsung dalam kehidupan nyata. Shalat berjamaah mengisyaratkan keberhasilan kehidupan dengan perolehan derajat yang berlipat. Dalam shalat berjamaah, setiap orang yang mengerjakan shalat didalamnya diberi pahala 27 derajat kali lipat dibandingkan dengan shalat sendirian. Kenyataan ini sama halnya dengan kehidupan nyata, saat menyendiri, dipastikan akan banyak ketidakberhasilan dalam beragam hal. Namun saat bergabung, berorganisasi, dan kerja sama dengan baik, dipastikan kesuksesan besar akan menjadi perolehan setiap individu. Shalat berjamaah juga mengajarkan agar seorang imam adalah orang yang paling ara’ bacaan al-qur’annya, fasih dan sebagainya. Sementara makmum harus patuh dan tunduk kepada apa yang dilakukan imam. Makmum tidak boleh berada didepan atau bergerak lebih dahulu disbanding imam.

Jika dilakukan, maka shalat makmum dianggap batal. Disamping itu, seorang makmum juga harus mengikuti seluruh gerak gerik imam, dan mengingatkan saat sang imam lupa mengerjakan rukun fi’il (perbuatan) atau qauli (bacaan). Inimengisyaratkan dalam kehidupan nyata meski diterapkan adanya kepemimpinan (leadership) yang baik. Seorang pemimpin harus berjiwa leadership, sementara anggota nya juga harus tunduk patuh dan mendukung sang pemimpin, dengan cara mengikuti dan memberikan masukan demi terselenggaranya kepemimpinan yang sempurna. Al-fatihah yang harus dibaca dalam setiap shalat memiliki pesan cinta kasih yang begitu mendalam. Dimulai dari membaca basmalah, terdapat kata-kata Ar-rahman dan Ar-rahim yang semua berarti “kasih saying “, hingga ayat terakhir, ghairi al-maqhdlubi’alaihim walad dhalin ( bukan jalan orang-orang yang zalim ) adalah pesan cinta tuhan yang mesti dipraktekkan manusia. Sehingga dari sini, jika saja dalam kehidupan nyata selalu ada nada-nada cinta yang muncul dan sipraktekkan oleh setiap indivisu kepada siapapun, dipastikan kehidupan akan berjalan dengan baik. Kemungkaran tidak terjadi dimana-mana. Sementara sujud menjadi bagian penting dalam shalat juga memiliki makna yang luas dalam kehidupan nyata. Dalam sujud dapat diambil hikmah bahwa setiap orang harus mengakui bahwa setiap orang harus mengakui bahwa dirinya adalah sosok yang tidak memiliki apa-apa, tidak patut untuk merasa “paling” dari yang lain. Manusia harus merasa dirinya adalah hina sehingga dapat tunduk kepada tuhannya dan hormat dengan sesamanya.

Di akhir shalat ada salam. Ini adalah isyarat bahwa seseorang yang telah mengerjakan sholat yang notabane diperuntukan bagi tuhannya, harus memulai bersosial, menebar keselamatan kepada siapapun. Jika dalam shalat seseorang bisa khusyu, melaksanakan syarat rukunnya dengan baik serta mengingat kepada Allah swt dengan penuh ketawaduan, serta setelah shalat dapat menebar salam serta bisa menerjemahkan proses shalat kedalam kehidupan nyata, maka kesalahan pada sesame akan terwujud. Sehingga dari sini shalat yang dijadikan tanha ‘anil fahsyat wal munkar akan terwujud. Sekarang yang menjadi pekerjaan rumah bersama adalah mengupayakan agar diri setiap individu tidak hanya bisa shalat secara kontinu, namun juga khusyuk dan mengaplikasikan dalam kehidupan nyata. Dengan penuh keseriusan, mulai dari sekarang dan diri kita masing-masing, saat peristiwa isra’ mi’raj, dimana nabi Muhammad saw menerima perintah shalat secara langsung dari Allah swt, dipastikan setiap kita akan dapat berhasil dan bisa memperoleh predikat mu’min, sebagaimana yang telah diterangkan Allah dalam surat al mu’minum.. Wallahu a’lam … semoga bermanfaat. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here