Memaknai Sejarah FKPPI

0
130
Irwan Panggabean, ST, MH

Oleh : Irwan Panggabean, ST, MH
Ketua PD XXXI FKPPI Kepri dan Ketua Bidang Esosbudkum FKPT Kepri

Perjalanan panjang organisasi Forum Komunikasi Putra putri Purnawiran ABRI/POLRI (FKPPI) di Tanah Air dan termasuk Kepulauan Riau banyak lika likunya. Organisasi ini sebagai perluasan jaringan kekuatan salah satu organisasi nasional. Keberadaan Pengurus Daerah XXXI KB FKPPI Kepulauan Riau saat ini akan segera dilantik. Ini bukan pernyataan yang tanpa alasan karena Organisasi KB FKPPI kepengursuan di Kepri tergambar jelas dalam salinan SK No. SKEP-111/PP/FKPPI/IV/2018 Tanggal 7 April 2018 Tentang Komposisi dan Personalia Dewan Pembina, Dewan Penasehat dan Pengurus harian, Pengurus Daerah XXXI FKPPI Kepulauan Riau Masa Bhakti 2018-2023 SK tersebut merupakan muncul setelah ada Musyawarah Nasional Luar biasa (MUNASLUB) Ormas FKPPI dan GM FKPPI pada Maret 2017 di Lembah Tidar Magelang. Salah satu hasilnya, ada kesepatakan peleburan organisasi. Amanah hasil Munaslub itu menjadi Kewajiban para pengurus dan anggota untuk melaksanakannya.

Organisasi KB FKPPI hadir untuk menyatukan organisasi. Ini menjadi salah satu dasar dan kewajiban bagi Penulis menguraikan keberadaan KB FKPPI agar semua informasi yang simpang siur di anggota FKPPI bisa diluruskan dan ditolerir dalam perjalanan panjang masa peleburan tersebut. Begitu juga dengan Provinsi Kepulauan Riau. Sama halnya dengan organisasi lain, Ormas ini meski dijalankan sesuai AD/ART, PO, visi dan misi organisasi KB FPPI, berikut sekilas sejarah pembentukan KB FKPPI Indonesia dan akhirnya hadir secara sah dan resmi di Provinsi Kepulauan Riau.

Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri ini merupakan sebuah organisasi Kemasyarakatan yang dilahirkan pada 12 September 1978 bertepatan dengan ulang tahun Pepabri di Gedung Wanita Nyi Ageng Serang Kuningan Jakarta. Pada saat itu, untuk pertama kali dibentuk Pengurus Besar FKPPI dengan susunan Pengurus Drs Surya Paloh sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jendral Karel S Waas dan dikukuhkan melalui SK dari Pengurus Besar Pepabri. Dan saat itulah ditetapkan sebagai hari lahirnya FKPPI.

Nama FKPPI beberapa kali mengalami perubahan. Pertama disepakati untuk diberi nama FKPPI yang merupakan singkatan dari Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia. Lantas, pada tahun 1981 diselenggarakan Munas I di Jakarta dan terpilih sebagai Ketua Umum Drs. Surya Paloh dengan Sekretaris Jenderal Yoseano Waas untuk periode 1981–1984. Setelah Musyawarah Nasional I, organisasi ini berjalan dengan baik terbentuk kepengurusan daerah (Provinsi) hingga tingkat cabang (kab/Kota) bahkan hingga rayon rayon (Kecamatan).

Setelah pada tahun 1984, terlaksana Munas ke-II di Tugu Bogor dan Djoko Mursito Humardhani terpilih sebagai Ketua Umum dengan Drs. Gazie M Yusuf sebagai Sekretaris Jenderal untuk periode 1984-1987. Selanjutnya pada Munas ke-III di Magelang pada 10-13 November 1987 terpilih Ir. Indra Bambang Utoyo dengan Sekretaris Jenderal Haryadi Anwar dengan masa Periode 1987-1990. Dan pada Munas ke-III ini juga disepakati kepanjangan nama FKPPI diganti menjadi Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri ABRI.

Lalu, pada Munas ke V di Jakarta terpilih Asep R. Sujana sebagai Ketua Umum dan Bahriyoen Sucipto sebagai Sekretaris Jenderal Periode 1993-1998. Karena tuntutan zaman, pada tahun 1995 dan kebutuhan sebuah organisasi hingga menjadikan FKPPI agar bisa bermain di tataran Kepemudaan. Maka disepakati dilakukan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) pada Tanggal 12 September 1995.

Adapun dari butir-butir kesepakatan Munaslub tersebut yaitu mengubah nama FKPPI yang dikenal dengan Organisasi Kemasyarakatan Kepemudaan menjadi Generasi Muda FKPPI (GM FKPPI) dengan kesepakatan tetap melanjutkan masa periodeisme hingga berakhir yaitu pada tahun 1998. Di pada tahun yang sama juga dibentuk wadah baru yang bernama FKPPI sebagai wadah berhimpun bagi anggota/kader yang berusia 40 tahun ke atas yang dideklarasikan pada saat peringatan HUT FKPPI ke 17 pada tanggal 12 September 1995 di Balai Sidang Senyan Jakarta dengan Ketua Umum adalah H. Bambang Triatmojo dengan Sekretaris Jenderal Indra Bambang Utoyo.

Pada Munas ke VII tanggal 12 – 16 Oktober 2003 dilaksanakan guna bersama-sama antara FKPPI dan GM FKPPI di Wisma Haji Pondok Gede Jakarta dimana untuk FKPPI terpilih sebagai ketua umum Pontjo Sutowo dengan Bahriyoen Sucipto sebagai Sekretaris Jenderal Periode 2003 – 2008. Sedangkan untuk GM FKPPI terpilih Dudhie Makmun Murod sebagai ketua umum dengan Sayed M. Muliadi sebagai Seketaris Jenderal dengan masa bhakti 2003 – 2006.

Setakat ini, peleburan ormas, sebagian besar di wilayah Provinsi se-Indonesia KB FKPPI telah dilaksanakan. Dan penulis juga penerima SK dari ketua Umum Pengurus Pusat KBFKPPI Pusat menyepakati melaksanakan dan menyusun kepengurusan yang tertuang dalam Surat Keputusan Pengurus Daerah Keluarga Besar FKPPI Kepulauan Riau.

Pelantikan Pengurus Daerah XXXI FKPPI Kepulauan Riau akan dilakukan pada 28 April 2018 di Hotel Harmoni One Batamcenter, Kepri oleh Ketua Umum Pontjo Sutowo juga akan disejalankan Sarasehan Bela Negara yang insya Allah akan dihadiri oleh Ketua Badan Bela Negara PP FKPPI yang juga ketua DPR RI Bambang Susatyo sebagai Narasumber I, Soerya Respationo sebagai Pengurus Ketua Bela Negara PP FKPPI yang juga Ketua Dewan Penasehat PD XXXI FKPPI Kepulauan Riau sebagai Narasumber II dan Wakil Ketua Umum PP FKPPI Indra Bambang Utoyo sebagai Narasumber III.

Di samping itu, Panitia Pelantikan PD XXXI KB FKPPI Kepulauan Riau beserta Dewan Penasehat KB FKPPI Kepulauan Riau akan melakukan rangkaian kegiatan Organisasi. Rangkaian Kegiatan Pelantikan Pengurus Daerah XXXI KB FKPPI Kepulauan Riau juga diisi dengan aksi sosial donor darah yang dipusatkan di Mall TCC Kota Tanjungpinang serta apel barisan serta Korpe (Bhakti Sosial) pembersihan Taman Makam Pahlawan Tanjungpinang.

Ke depannya KB FKPPI akan melakukan konsolidasi dan Pembentukan Pengurus Cabang Keluarga Besar FKPPI di tingkat Kabupaten/Kota Se-Provinsi Kepulauan Riau dan juga stakeholder dan Pemprov kepri dan Mitra KB FKPPI se- Kepulauan Riau untuk menegakkan kembali panji-panji Organisasi KB FKPPI di Bunda Tanah Melayu. Salah satunya dengan mengembangkan sayap organisasi yakni Generasi Muda FKPPI (GM FKPPI), Wanita FKPPI dan Pelajar dan Mahasiswa FKPPI.

Rutinitas bela negara menjadi agenda yang akan terus diisi oleh kegiatan yang memahami kesetiaan bela negara putra bangsa di wilayah perbatasan seperti apel akbar bela negara. Kepulauan Riau yang memiliki karakter dan identitas yang tegas dengan budaya Melayu tentu akan menjadi yang terdepan dalam membela NKRI Harga Mati. Semangat FKPPI yang merupakan anak Putra Putri Purnawiran dan Putra Putri TNI-Polri tidak akan mati untuk Bumi Segantang Lada sebagai garda terdepan.

Saya selaku penulis yang juga ketua PD XXXI FKPPI Kepri membuka kesempatan bagi seluruh anak Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI/POLRI untuk bersatu, berdaulat melangkah mengibarkan bendera panji-panji pengabdian dan persatuan. Ayo bersama membesarkan organisasi dan kita jalani komunikasi yang intens agar semua komponen masyarakat merasakan kontribusi positif KB FKPPI bagi Pembangunan Provinsi Kepri di masa mendatang. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here