Membangun Karakteristik Pendidikan Abad Ke-21

0
6063
YULIPATIANA, S.Pd

Oleh YULIPATIANA, S.Pd
Guru SMPN 1 Bengkalis, Prov. Riau

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap tanggal 2 Mei ditetapkan berdasarkan hari kelahiran Ki Hajar Dewantara, yakni 2 Mei 1889. Ki Hajar Dewantara meupakan tokoh pendidikan bangsa Indonesia dan dijadikan sebagai bapak Pendidikan Indonesia.

Peringatan hardiknas harus menjadi semangat bagi seluruh elemen bangsa untuk meningkatkan kualitas pendidikan. semua elemen yang terkait saling bahu membahu untuk mencapai tujuan tersebut. kemajuan pendidikan merupakan hal yang penting untuk menignkatkan derajat suatu bangsa.

Pendidikan saat ini sudah jauh berkembang. Kegiatan pembelajaran di sekolah tidak lagi hanya berpangku pada penggunaan metode ceramah. Butuh kreatifitas guru dan sekolah dalam emnciptakan pembelajaran yang sesuai dengan abad 21. Beberapa langkah yang harus diterapkan sekolah dalam membangun karakteristik pendidikan abad 21 adalah sebagai berikut:

Pertama, menciptakan sekolah yang menyenangkan. Salah satu sekolah yang didirkan oleh Kihajar Dewantara adalah “taman siswa”. Kata taman diambil sebagai gambaran bahwa sekolah merupakan tempat yang menyengankan. Suatu tempat yang snagat inin didatangi dan sedih ketika meninggalkannya. Begitu juga konsep sekolah yang didirikan oleh Ki Hajar Dewantara yakni sekolah yang disenangi siswa untuk hadir. Tentunya penyampaian materi pembelajaran juga disampaikan dengan cara yang menyenangkan. Sehingga membuat siswa merasa tidak bosan di sekolah. Pada pembelajaran abad 21, guru tidak hanya memberi ceramah atau memberi catatan buku pada siswa. Guru harus lebih kreatif menggunakan pendekatan, alat peraga maupun media pembelajaran yang menarik. Guru harus lebih melek IT dalam menciptakan model pembelajaran yang menarik. Bahkan, guru bisa memanfaatkan media sosial sebagai media pembelajaran.

Kedua, penguatan pendidikan karakter. Sudah diketahui semua saat ini bangsa Indonesia mulai mengalami degradasi nilai-nilai karakter. Nilai karakter bangsa banyak yang hilang. Perkemangan zaman tidak semestinya menghilangkan nilai-nilai karakter bangsa. Pendidikan abad 21 tidak hanya mementingkan pembelajaran berbasis teknologi tapi juga pembelajaran pada nilai-nilai karakter. Bangsa Indonesia tentunya tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas namun juga generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia. Sebuah tantangan yang berat dipikul sekolah untuk menciptakan generasi bangsa yang berkarakter. Penguatan pendidikan karakter di sekolah tentu diawali dari teladan yang diberi guru ke siswa. Selanjutnya penguatan pendidikan karakter dapat diterapkan melaui beberapa kegiatan dalam pembelajaran mapun kegiatan ekstra kurikuler.

Ketiga, membangun keterampilan komunikasi. Pada karakter ini, peserta didik dituntut untuk memahami, mengelola, dan menciptakan komunikasi yang efektif dalam berbagai bentuk dan isi secara lisan, tulisan, dan multimedia. Peserta didik diberikan kesempatan menggunakan kemampuannya untuk mengutarakan ide-idenya, baik itu pada saat berdiskusi dengan teman-temannya maupun ketika menyelesaikan masalah dari pendidiknya.

Abad 21 adalah abad digital. Komunikasi dilakukan melewati batas wilayah negara dengan menggunakan perangkat teknologi yang semakin canggih. Internet sangat membantu manusia dalam berkomunikasi. Saat ini begitu banyak media sosial yang digunakan sebagai sarana untuk berkomunikasi. Melalui smartphone yang dimilikinya, dalam hitungan detik, manusia dapat dengan mudah terhubung ke seluruh dunia

Komunikasi tidak lepas dari adanya interaksi antara dua pihak. Komunikasi memerlukan seni, harus tahu dengan siapa berkomunikasi, kapan waktu yang tepat untuk berkomunikasi, dan bagaimana cara berkomunikasi yang baik. Komunikasi bisa dilakukan baik secara lisan, tulisan, atau melalui simbol yang dipahami oleh pihak-pihak yang berkomunikasi. Komunikasi dilakukan pada lingkungan yang beragam, mulai di rumah, sekolah, dan masyarakat. Komunikasi bisa menjadi sarana untuk semakin merekatkan hubungan antar manusia, tetapi sebaliknya bisa menjadi sumber masalah ketika terjadi miskomunikasi atau komunikasi kurang berjalan dengan baik. Penguasaan bahasa menjadi sangat penting dalam berkomunikasi. Komunikasi yang berjalan dengan baik tidak lepas dari adanya penguasaan bahasa yang baik antara komunikator dan komunikan.

Kegiatan pembelajaran merupakan sarana yang sangat strategis untuk melatih dan meningkatkan kemampuan komunikasi siswa, baik komunikasi antara siswa dengan guru, maupun komunikasi antarsesama siswa. Ketika siswa merespon penjelasan guru, bertanya, menjawab pertanyaan, atau menyampaikan pendapat, hal tersebut adalah merupakan sebuah komunikasi.

Keempat, Kolaborasi. Pada karakter ini, peserta didik menunjukkan kemampuannya dalam kerjasama berkelompok dan kepemimpinan, beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggungjawab, bekerja secara produktif dengan yang lain, menempatkan empati pada tempatnya, menghormati perspektif berbeda. Peserta didik juga menjalankan tanggungjawab pribadi dan fleksibitas secara pribadi, pada tempat kerja, dan hubungan masyarakat, menetapkan dan mencapai standar dan tujuan yang tinggi untuk diri sendiri dan orang lain, memaklumi kerancuan.

Pembelajaran secara berkelompok, kooperatif melatih siswa untuk berkolaborasi dan bekerjasama. Hal ini juga untuk menanamkan kemampuan bersosialisasi dan mengendalikan ego serta emosi. Dengan demikian, melalui kolaborasi akan tercipta kebersamaan, rasa memiliki, tanggung jawab, dan kepedulian antaranggota.

Sukses bukan hanya dimaknai sebagai sukses individu, tetapi juga sukses bersama, karena pada dasarnya manusia disamping sebagai seorang individu, juga makhluk sosial. Saat ini banyak orang yang cerdas secara intelektual, tetapi kurang mampu bekerja dalam tim, kurang mampu mengendalikan emosi, dan memiliki ego yang tinggi. Hal ini tentunya akan menghambat jalan menuju kesuksesannya, karena menurut hasil penelitian Harvard University, kesuksesan seseorang ditentukan oleh 20% hard skill dan 80% soft skiil. Kolaborasi merupakan gambaran seseorang yang memiliki soft skill yang matang.

Kelima, menerapkan pembelajaran yang mengakrifkan siswa berpikir kritis dan mampu memecahkan masalah. Pada karakter ini, peserta didik berusaha untuk memberikan penalaran yang masuk akal dalam memahami dan membuat pilihan yang rumit, memahami interkoneksi antara sistem. Peserta didik juga menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk berusaha menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya dengan mandiri, peserta didik juga memiliki kemampuan untuk menyusun dan mengungkapkan, menganalisa, dan menyelesaikan masalah.

Kegiatan pembelajaran dirancang untuk mewujudkan hal tersebut melalui penerapan pendekatan saintifik (5M), pembelajaran berbasis masalah, penyelesaian masalah, dan pembelajaran berbasis projek. Guru jangan risih atau merasa terganggu ketika ada siswa yang kritis, banyak bertanya, dan sering mengeluarkan pendapat. Hal tersebut sebagai wujud rasa ingin tahunya yang tinggi. Hal yang perlu dilakukan guru adalah memberikan kesempatan secara bebas dan bertanggung bertanggung jawab kepada setiap siswa untuk bertanya dan mengemukakan pendapat. Guru mengajak siswa untuk menyimpulkan dan membuat refleksi bersama-sama. Pertanyaan-pertanyaan pada level HOTS dan jawaban terbuka pun sebagai bentuk mengakomodasi kemampuan berpikir kritis siswa.

Keenam, pendidikan yang kreatif dan inovatif. Pendidikan abad 21 menuntut generasi bangsa yang kreatif dan inovatif. Pembelajaran yang kreatif dan inovatif akan mengantar siswa mampu bersaing dengan bangsa lain.

Sudah saatnya bangsa kita bangkit dan berubah dari bangsa konsumen menjadi bangsa produsen. Sudah selayknya anak bangsa berkarya memproduksi dan bersaing dengan bangsa lain.

Pendidikan abad 21 bukan lagi sebagai gagasan tapi harus diwujudkan dalam kegiatan pembelajaran. melalui langakh penerapan karakteristik pendidikan abad 21 diaharapkan bangsa Idonesia menjadi bangsa yang maju dan mampu bersaing dengan bangsa lain tanpa meninggalkan nilai karakter kebangsaan dan memegang teguh kebudayaan bangsa. Melalui momentum peringatan Hardiknas mari kuatkan pendidikan dan majukan kebudayaan demi Indonesia yang lebih baik. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here