Membangun Kekuatan Statistik Sektoral

0
1235

Oleh: Agus Setiawan
Bekerja di Kantor BPS Provinsi Kepulauan Riau

Pembangunan yang telah dan akan dilaksanakan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah selalu bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Hal tersebut termaktub di dalam Pembukaan UUD 1945 bahwa negara ini dibangun dengan tujuanuntuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa adalah suatu cita-cita nan mulia dan ini sangat sesuai sekali dengan peran BPS dalam mendukung tercapainya cita-cita tersebut. Kesejahteraan dan kecerdasan adalah sama-sama berfungsi sebagai indikator statistik. Indikator yang menunjukkan keberhasilan atau kegagalan dari proses pencapaian yang telah dilakukan. Bagaimana bisa menunjukkan bahwa kesejahteraan dan kecerdasan telah tercapai seperti yang menjadi cita-cita bangsa ini, apabila tidak didukung oleh data atau informasi statistik?

Apakah informasi diperlukan? Ya, perlu dan bahkan sangat diperlukan. Dalam masa modern seperti sekarang ini, kita sedang berada pada peradaban informasi yang ditandai antara lain dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi. Peradaban masyarakat sekarang ini sudah mulai “dirasuki” arus teknologi komunikasi, memungkinkan umat manusia secara cepat menerima, mengelola, menyimpan, mengambil kembali, dan mendistribusikan/mendiseminasi informasi kepada orang lain. Alvin Toffler mengatakan, ”Siapa yang menguasai informasi maka dia akan menguasai dunia”dan kuotasi ini bukanlah merupakan slogan hampa namun telah menjadi kenyataan.

Tiga Jenis Statistik
Telah bersama-sama kita mahfum bahwa yang menjadi sumber informasi adalah data. Sehingga tanpa data kita tidak akan bisa memperoleh informasi. Lalu bagaimana kaitannya antara pembangunan dengan informasi statistik?Pembangunan butuh kekuatan tanpa kekuatan pembangunan akan runtuh. Salah satu kekuatan agar bangunan yang akan dibangun itu kuat adalah tersedianya data statistik yang berkualitas. Dukungan ketersediaan data statistik yang berkualitas menjadi fondasi utama dalam melakukan asesmen dan perumusan kebijakan pembangunan, alat kontrol terhadap implementasi perencanaan, termasuk kebijakan yang bersifat evaluasi terhadap hasil kerja akhir.Apa yang menjadi sumber kekuatan tersebut, semuanya tidak terlepas dari amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional bahwa perencanaan pembangunan daerah memerlukan data berkualitas.

Diskursus masalah statistik tidak terlepas dari Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 Tentang Statistik, dimana di dalam undang-undang tersebut dinyatakan bahwa statistik itu dibedakan menjadi 3 (tiga) jenis statistik, yaitu Statistik Dasar, Statistik Sektoral, dan Statistik Khusus. Statistik Dasar adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk keperluan yang bersifat luas, baik bagi pemerintah maupun masyarakat, yang memiliki ciri-ciri lintas sektor, berskala nasional, makro, dan yang penyelenggaraannya menjadi tanggung jawab BPS. Statistik Sektoral adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan institusi tertentu dalam rangka penyelengaraan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan yang merupakan tugas pokok instansi yang bersangkutan. Statistik Khusus adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan spesifik dunia usaha, pendidikan, sosial budaya, dan kepentingan lain dalam kehidupan masyarakat, yang penyelenggaraannya dilakukan oleh lembaga, organisasi, perorangan, dan atau unsur masyarakat lainnya.

Peran Penting Statistik Sektoral
Perbedaan pemanfaatan untuk siapa data itu ditujukan, menjadikan data statistik itu menjadi beragam. Keragaman data statistik ini tentunya seiring dengan bertambahnya ruang lingkup pembangunan dari tahun ke tahun yang dapat ditangani pemerintah bersama rakyat yang juga semakin bertambah luas. Hasil yang dicapai dalam pembangunan tahap terdahulu, merupakan landasan untuk pelaksanaan pembangunan tahap berikutnya. Dengan meluasnya bidang-bidang yang dibangun, kebutuhan akan statistik bertambah luas pula. Disinilah statistik sektoral memegang peran yang sangat penting dalam mengantispasi bertambah luasnya kebutuhan akan data sektoral bagi pembangunan.

Dalam hal penyediaan statistik dasar, BPS setiap tahun mengeluarkan 6 (enam) jenis data strategis, yaitu: angka kemiskinan, pengangguran, ketimpangan pendapatan (gini rasio), inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan indeks pembangunan manusia. Dalam menyusun rencana pembangunan data-data dari BPS saja tidak cukup, maka perlu disandingkan pula dengan data-data dari masing-masing OPD yang mengurusi statistik sektoral. Banyak sekali data-data dari OPD (statistik sektoral) yang bisa dijadikan sebagai bahan perencanaan pembangunan, misalnya: data suhu, kelembaban udara, dan curah hujan untuk menentukan pola tanam di sektor pertanian; data mengenai jumlah Keputusan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah untuk menentukan bagaimana indikator demokrasi berjalan; data pendidikan misalnya mengenai jumlah sekolah, murid, dan guru untuk mengetahui bagaimana rasio kebutuhan guru terhadap ketersediaan sekolah dan murid; data kesehatan misalnya mengenai fasilitas dan tenaga kesehatan, jumlah bayi lahir, jumlah ibu hamil, jumlah kasus penyakit, jumlah klinik, peserta KB, dan pasangan usia subur; data pertanian, dan lain sebagainya sampai semua sektor kehidupan terdata dan terkompilasi.Di samping data statistik tentang aspek yang menyangkut bidang ekonomi perlu juga dikembangkan data statistik yang bertalian dengan hukum dan keadilan, kebudayaan, dan masalah sosial lainnya.

Oleh karena itu, dengan beragamnya jenis data sebagaimana contoh tersebut diatas, sangat tidak mungkin BPS mampu menyediakan data-data yang bersifat sektoral tersebut dapat dilakukan oleh BPS. Namun untuk mendukung itu semua, butuh sinergi antara BPS sebagai penyedia data statistik dasar dan organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai penyedia data statistik sektoral untuk bersama-sama menyediakan statistik bagi keperluan perencanaan dan evaluasi pembangunan.

Dalam rangka pemenuhan data statistik yang beraneka ragam, BPS sebagai lead agency bersama organisasi perangkat daerah (OPD) harus sudah bersama-sama menjalankan fungsi statistik dari masing-masing instansi.Tugas BPS ialah mengumpulkan, mengolah, menyusun, dan menganalisa rangkaian statistik dasar guna perencanaan, pengamatan lanjut, dan penilaian pelaksanaan pembangunan kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Sejatinya, apa yang menjadi tugas BPS tersebut dapat juga menjadi tugas dari pada organisasi perangkat daerah (OPD) yang mengurusi tentang statistik sektoral. Dengan telah diundang-undangkannya Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 Tentang Perangkat Daerah, dimana masing-masing wilayah baik pada level provinsi maupun kabupaten/kota sudah membentuk suatu perangkat daerah yang membantu pemerintah daerah dalam urusan statistik.

Kekuatan Statistik Sektoral
Bila kekuatan statistik sektoral ini sudah terbangun maka kedepannya Informasi statistik yang sudah ada ini perlu dibangun sistem kompilasi statistiknya sehingga lebih berdayaguna dan berhasilguna bagi keperluan perencanaan dan pengamatan pembangunan, maupun bagi landasan pengambilan kebijakan. Untuk dapat berfungsi sebagai indikator yang baik dalam menilai kondisi dan situasi kehidupan masyarakat yang sedang membangun, berbagai jenis statistik harus dikembangkan dalam suatu sistem yang terpadu dan serasi dengan masalah-masalah pembangunan. Sistem statistik yang terpadu demikian itu, diharapkan dapat memberikan gambaran yang luas, baik berupa data makro maupun yang mengungkapkan perbedaan antardaerah dan antar golongan masyarakat, baik yang menyangkut lintas sektor maupun yang menggambarkan hubungan timbal balik faktor-faktor ekonomi dan non ekonomi.

Pembangunan butuh kekuatan dan salah satu kekuatan untuk membangun adalah data statistik yang berkualitas. Pemenuhan data statistik untuk pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab BPS semata yang hanya mengurusi statistik dasar tetapi juga bersinergi dengan OPD yang secara khusus menangani statistik sektoral.Nah sudah saatnya, pemerintah daerahmelaui OPD membangun kekuatan untuk terpenuhinya statistik sektoral bagi pembangunan. Dengan data statistik yang berkualitas pembangunan akan menjadi lebih kuat.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here