Membangun Kerjasama dalam Mewujudkan Pemimpin yang Adil

0
934
Irwansyah

Irwansyah
Mahasiswa Stisipol

Pada hakikatnya kekuasaan politik bukanlah tempat yang relevan untuk mengumpulkan uang dan materi. Dan bukan pula untuk menjadi tunggangan atau batu loncatan untuk mengumpulkan kekayaan dan kemegahan. Kekuasaan politik adalah, entitas elit politik yang mempunyai tanggung jawab yang sangat besar untuk mengurus
dan menata semua apa yang terjadi
di dalam negara ini.

Sebagai elit politik harus bisa menjadi panutan dan ikutan semua masyarakat untuk membenahi dan menjaga kestabilan sosial, ekonomi, politik, kesejahtraan dan keadilan bagi seluruh masyarakat. Elit-elit politik yang sedang berada di panggung politik harus punya power dan kemampuan untuk bisa memecahkan semua permasalahan dan persoalan yang dihadapi negara ini. Tangungjawabnya adalah untuk mengutamakan keadilan bagi masyarakat.

Kekuasaan elit politik merupakan agen sosial. Perannya yang didamba-dambakan masyarakat adalah bisa merealisasikan aspirasi dan terobosan serta memunculkan ide-ide masyarakat.

Dari ide mesti diciptakan menjadi kenyataan. Semua itu ditumpukan oleh seluruh masyarakat di dalam kekuasaan seorang pemimpin politik. Semua itu merupakan tugas pokok yang harus diemban oleh seorang pemimpin agar terciptanya pelayanan dan kinerja yang baikdalam mengayomi masyarakatnya.

Tanggung jawab seorang elit pemimpin politik tidak pernah terlepas dari rakyat. Seorang pemimpin harus benar-benar memahami arti dari kekuasan politik yang ia sandang agar tidak salah melangkah.

Pemimpin yang berkuasa dalam kekuasaan politik harus selalu bersama dengan rakyatnya. Ia mesti rajin turun dan berbaur ke bawah untuk mendengarkan aspirasi masyarakat. Selain itu, pemimpin juga mesti menunaikan tanggung jawabnya secara transparan.

Elit politik itu memang sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Seorang pemimpin yang memegang kekuasaan politik haruslah bisa melayani masyarakat. Dalam hal ini sudah sangat jelas terlihat bahwa kekuasaan politik itu bukan untuk tempat mengumpulkan uang dan materi.

Fungsinya untuk menjadi pelayan publik, untuk melayani kepentingan seluruh masyarakat serta mengedepankan keinginan rakyat dari pada keinginannya sendiri agar terciptanya kehidupan yang sejahtera bagi seluruh masyarakat.

Kehadiran seorang pemimpin politik harus fleksibel dengan masyarakat untuk menciptakan hasil tujuan yang baik. Dalam mewujudkan visinya, pemimpin harus searah dan sejalan dengan masyarakatnya. Harus pandai membangun pemahaman dan bisa mewujudkan keinginan masyarakat.

Jika pemimpin bisa melaksanakan keinginan masyarakat, maka masyarakat akan menyambut baik dan bsia menerima elit politik hingga terjalin keharmonisan dan hubungan kerja yang baik.

Dengan terciptanya hubungan yang baik dari dua arah ini akan mendapatkan hasil kerja yang baik pula dari seorang pemimpin. Dengan demikian sifat apatisme masyarakat terhadap pemimimpin pun akan menipis.

Seorang pemimpin/elit politik harus memperlihatkan visi yang jelas terhadap masyarakat. Tujuannya, agar kepercayaan masyarakat akan semakin meningkat terhadap pemimpin. Masyarakat bisa menilai kemana arah dan tujuan seorang pemimpin dalam menjalankan fungsi kekuasaannya.

Jika seorang pemimpin ingin hadir di tengah-tengah masyarakat tanpa ada visi yang jelas, maka rakyat akan beranggapan pemimpin itu hanya memanfaatkan kekuasaannya untuk menjalankan ambisi tanpa ada arah dan keberpihakan terhadap masyarakat yang dipimpinnya.

Ini bisa berdampak bahwa kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin akan terkikis. Masyarakat juga akan kecewa dengan pemimpin yang suka mengobral janji tanpa ada realisasi.

Saat ini masyarakat menginginkan seorang pemimpin yang bisa memegang amanah, jujur dan mempunyai rasa tanggung jawab yang besar terhadap masyarakat. Sejatinya, pemimpin itu adalah pelayan masyarakat untuk mencapai tujuan dan cita-cita masyarakat menjadi lebih baik. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here