Membangun Pariwisata Kepulauan Anambas yang Berdaya Saing

0
991
Nurisman Effendi. S.Sos

Indonesia memiliki potensi wisata untuk dikembangkan menjadi destinasi pariwisata tingkat dunia. Bangsa kita memiliki keindangan alam, kekayaan budaya nan beragam dan penduduk yang watak dan moralitasnya mendukung kenyamanan wisatawan berkunjung, namun belum meratanya pembangunan infrastruktur, selalu menjadi titik lemah pariwisata.

Oleh: Nurisman Effendi. S.Sos
Mahasiswa Pasca Sarjana IPDN

Data dari BPS tahun 2010 kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB sebesar 261,05 T menjadi 461,36 T rupiah. Kontribusi sektor pariwisata terhadap Devisa sebesar 7.603,45 juta dollar pada tahun 2010 menjadi 12.225,89 juta dollar (2015) dan kontribusi terhadap Tenaga Kerja sebesar 4 juta orang tahun 2010 menjadi 12,1 juta orang atau 10,6% dari total tenaga kerja nasional.

Secara makro mengalami peningkatan signifikan, namun kenyataannya di daerah yang belum siap dalam infrastrukturnya belum merasakan impact akibat naiknya kontribusi sektor pariwisata tersebut. Angka tingkat pengangguran terbuka untuk kelompok berpendidikan Sekolah Menengah Kejuruan paling tinggi di antara lulusan pendidikan yang lain yaitu 9,27 persen, diikuti Sekolah Menengah Atas (7,03 persen) serta diploma I/II/II 6,35 persen, yg seharusnya dapat diserap oleh Industri Pariwisata.

Akselerasi negara tetangga Malaysia, Myanmar dan Thailand lebih cepat dari Indonesia. Padahal, idealnya jika sektor pariwisata tumbuh dan bergerak akan terjadi multiplier effects bagi industri perhubungan, kerajinan dan industri kreatif mikro bakal tumbuh dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Untuk mengurangi ketimpangan pembangunan pemerintah gencar membangun infrastruktur, namun kenyataannya belum berbanding lurus untuk menyerap tenaga kerja, pemerintah sepertinya masih belum bisa juga “move on” dari Bali sebagai pakem icon destinasi Indonesia, sebab intensitas acara kenegaraan, partai politik, pemda lebih sering dilaksanakan di Bali dari pada daerah lain di Indonesia.

Sebenarnya jika pemerintah ingin sedikit bergeser dari bali masih ada alternatif destinasi-destinasi pariwisata unggulan di daerah lain yang notabena cukup kaya akan natural resources, given dari yg maha kuasa tentunya dan tidak kalah indah dari Bali, masih alami menunggu untuk digarap, potensi yang semestinya disyukuri dan dikembangkan guna mensejahterakan masyarakat di daerah.

Baca Juga :  Nilai UN SMP Anambas Terendah se-Kepri

Semisalnya Kabupaten Kepulauan Anambas yang berada di wilayah perbatasan, daerah terpencil, terluar dan terdepan yang tidak perlu diragukan lagi keindahan alamnya. “Bila berkaca pada negara tetangga, pemerintah Thailand yang sangat responsive dengan menangkap peluang melalui investasi pada sektor pariwisata. Tidak main-main pemerintah Thailand menginvestasikan 10 miliar bath untuk pengembangan wisata halal dengan target wisatawan muslim tentunya dan posisi Indonesia saat ini dengan penduduk muslim terbesar di ASEAN merupakan market yg besar dan potensial untuk pengembangan “wisata halal”.

Tentunya saja ini dapat menjadi trigger bagi Pemda khususnya Pemda Kabupaten Kepulauan Anambas untuk lebih responsif menangkap peluang-peluang dengan ditetapkannya anambas sebagai Entry dan Exit Point (CIQP) oleh Kementerian Perhubungan, dan mensiasati keterbatasan anggaran dalam upaya membangun Infrastruktur dasar pariwisata yaitu dengan melalui strategi-strategi yang mungkin dapat diambil, pertama dengan menciptakan iklim investasi yg kondusif agar para investor dapat menanamkan investasinya di daerah. Yaitu dengan penyederhanaan izin dan birokrasi di daerah. Kedua, memerhatikan aspek pembangunan manusia dan lingkungan, Prioritas Pembangunan infrastruktur fisik jangan sampai mengabaikan aspek pembangunan manusia dan lingkungan. Seperti konsep yang dikemukakan David korten “people centered development” yaitu konsep pembangunan ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan namun memerhatikan juga aspek manusia dan lingkungan. Ketiga, Sinergitas antar sesama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masih kurang. Koordinasi dan ego sentris birokrasi didaerah seringkali menyebabkan urusan pariwisata menjadi terparsialkan, padahal pariwisata hanyalah “user” tidak akan dapat tumbuh tanpa sektor-sektor yang lain (multy sector) baik pendidikan, Perhubungan-Diskominfo-PU-BLH-Tenaga Kerja dan Penanaman Modal dan PTSP, perindustrian dan perdagangan, dll.

Baca Juga :  Sistem Merit Cegah ASN Curang

Sehingga diperlukan sebuah Tim Khusus Lintas Sektor dan Top Leader sektornya agar Perencanaan Masterplant Pariwisata yg telah dibuat sesuai peruntukan perda RTRW dan dapat menggesa penyusunan dokumen RDTR agar tidak berbenturan/tumpang tindih dengan perencanaan sektor lainnya serta memastikan arah pembangunan sesuai dengan Target RPJMD 2016-2021 menjadikan Kabupaten kepulauan Anambas sebagai daerah destinasi pariwisata unggulan.

Keempat, menguatkan branding daerah: Kemampuan Branding daerah juga harus dimaksimalkan, karena dari sekian banyak Potensi-potensi yang ada sebenarnya dapat diangkat dan digarap namun tampaknya daerah masih belum fokus pada apa yang mau di “jual”. Manado mungkin dapat dijadikan contoh daerah yg berhasil menjadikan pariwisata bahari dg cost yang murah / low cost sebagai branding-nya, seperti Bunaken dan lembah Selat Bitung yang mengemas keindahan panoramanya sehingga saat ini selalu dipadati wisatawan mancanegara.

Kelima, menyiapkan regulasi penempatan tenaga kerja lokal: Dalam hal “regulasi Eksekutif bersama sama dengan legislatif (DPRD) sebagai unsur penyelenggara pemerintah daerah harus membuat payung hukum terhadap penempatan tenaga kerja lokal, jika pemda Kabupaten kepulauan Anambas serius ingin menjadikan pariwisata sebagai gerbong lokomotif penggerak sumber Pendapatan Asli Daerah yang ber-impact terjadinya efek domino pada sektor-sektor yang lain, pemda harus benar-benar fokus pada meningkatkan daya saing daerah, karena dalam pasar bebas, arus informasi, investasi, tenaga kerja pada era MEA tidak akan bisa dibendung.

Keenam, melakukan investasi pada pengembangan tenaga kerja lokal, yaitu dengan menambah porsi anggaran urusan pariwisata guna peningkatan kualitas dan skill SDM. sehingga penyerapan tenaga kerja (SDM) Lokal bukan hanya sekedar jadi wacana dan “lipservice” namun telah diantisipasi sejak dini dengan mempersiapkan SDM lokal agar mendapat tempat di rumah sendiri dan dapat bersaing dengan tenaga-tenaga kerja dari luar. Pembangunan SDM tidak seperti pembangunan fisik yg impact-nya dapat segera dirasakan, tidak bisa instant setidaknya membutuhkan waktu 10 hingga 20 tahun, 3 sampai 4 periode kepemimpinan secara berkesinambungan. Sehingga visi misi RPJP dan Prioritas RPJM daerah untuk menciptakan lapangan pekerjaan dapat terealisasi dan kedepan pemda dapat mandiri, tidak lagi selalu menadahkan tangan bergantung penuh pada dana transfer dari pemerintah pusat karena sudah mampu mandiri secara fiskal. Jika ini tidak dilakukan bukan tidak mungkin putra/putri tempatan hanya akan jadi penonton di negerinya sendiri. Dan yang terakhir adalah melibatkan partisipasi masyarakat, proses pembangunan pariwisata tidak akan berhasil tanpa support dari masyarakat untuk menjaga lingkungan dan tradisi, fasilitas publik dan budaya membuang sampah pada tempatnya.

Baca Juga :  Reni Menggantikan Posisi Isdianto

Sebagaimana Allah berfirman, dalam surat (QS:AR’AD,ayat 11).
“Sesungguhnya Allah tidak akan pernah merubah nasib suatu kaum, sebelum tiap-tiap kaum yg hidup di negeri itu merubah prilakunya sendiri ke arah yang baik dan benar,”

Tentunya dengan segala potensi dan kekayaan daerah yang ada sudah seharusnya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan memerhatikan aspek cost dan analisis benefit, sehingga Kebijakan APBD terarah dan tidak kehilangan momentum untuk menjadikan Kabupaten kepulauan Anambas sebagai daerah

Destinasi Pariwisata Unggulan dan mengangkat derajat kehidupan masyarakat agar dapat bersaing dengan daerah-daerah lainnya. Seperti mimpi para pejuang-pejuang pembentukan Kab.kep.anambas ketika memperjuangkan pembentukan kabupaten termuda di Kepri ini. ***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here