Membangun Sekolah Impian

0
301
Kimiatis Sa’adah, S.Pd.I

Oleh: Kimiatis Sa’adah, S.Pd.I
Kepala SDIT As-Sakinah Tanjungpinang

Sekolah impian adalah sekolah yang memiliki cita-cita besar dan mampu mewujudkannya. Sekolah harus memiliki cita-cita/ tujuan/ harapan/ impian yang besar. Impian itu berupa kebaikan dan kemajuan dari sekolah. Nah, kunci utama kesuksesan membangun sekolah impian adalah terletak pada pimpinan sekolah (kepala sekolah). Seorang kepala sekolah harus memiliki mimpi besar yang menjadi cita-cita sekolahnya, yang mana cita-cita itulah yang menjadi alasan konsumen untuk berlomba-lomba memasukkan anaknya sekolah di sana agar bisa mendapatkan pendidikan terbaik yang diberikan oleh sekolah tersebut.

Seorang yang memiliki cita-cita besar biasanya berani tampil beda dan berbuat serta memberikan yang lebih dari biasanya. Adanya sekolah impian supaya bisa melahirkan generasi yang memiliki kemampuan lebih dengan pelayanan yang tidak standard an tentunya di atas rata-rata.

Jika kemarin kita terlambat, maka sekolah impian harus dibangun dari sekarang. Dari kondisi sekarang. Dari keadaan sekarang. Tanpa ada alasan. Sebab alasan hanya akan membuat semuanya menjadi tertunda. Alasan merupakan pembenaran untuk kita tidak berbuat lebih. Alasan adalah penyumbang terbesar untuk kita membuyarkan mimpi-mimpi besar. Dan sekolah impian itu akan dibangun mulai dari sini, sekolah kita dan seluruh sekolah Indonesia. Di tempat kita sama-sama berdiri. Di tempat saya dan Anda berdiri, disinilah sekolah impian akan dibangun.

Berbicara tentang impian sekolah bukanlah berbicara tentang bunga tidur atau mimpi dari tidur di siang bolong. Impian sekolah adalah impian yang lahir dari kesadaran. Dirancang dalam keadaan sadar. Pemimpin sekolahnya dalam keadaan sadar berpikir sehingga memiliki pikiran yang kuat, mampu menciptakan spirit, menemukan konsep sekolah ideal untuk sukses, menetapkan jaminan mutu (quality assurance), serta paham bagaimana cara mewujudkan jaminan mutu tersebut.

Dan tentunya, di sebalik mimpi besar kepala sekolah tentang sekolah yang diimpikannya tentu tidak akan bisa dilakukan sendirian karena sekolah merupakan organisasi yang di dalamnya terdapat beberapa orang atau banyak orang yang saling terlibat. Ada banyak hal yang saling berkaitan dan terlibat aktif dalam mewujudkan sekolah impian yang cita-cita besarnya tadi sudah diimpikan oleh pimpinan sekolah.

Tugas kepala sekolah adalah bagaimana menterjemahkan cita-cita sekolah tersebut kepada timnya yaitu seluruh pegawai sekolah (red: guru dan karyawan) supaya memiliki pemahaman, tujuan, spirit, dan daya juang yang sama bahkan lebih. Kenapa harus sama? Supaya antara kepala sekolah dan pegawai sekolah bisa seiring sejalan. Dan kenapa harus lebih? Pemahaman, tujuan, spirit, dan daya juang yang lebih dari pegawai sekolah inilah kelak yang akan menjadi pemantik bahwa mimpi pemimpin sekolah tidak boleh berhenti. Impian tentang sekolah harus menjadi impian bersama warga sekolah. Tak ada impian tanpa perjuangan, namun perjuangan akan lebih dinikmati ketika perjuangan dilakukan dengan rasa bahagia. Kepala sekolah bersama warga sekolah bahagia, saling dipercayai, saling dihargai, tak ada tekanan, taka da paksaan. Sehingga jatuh bangunnya perjuangan membangun sekolah impian memberikan kebahagiaan tersendiri bagi pelaksana mimpi.

Dari bentuk fisik, bangunan sekolah itu ada. Yang kemudian dijadikan pantas untuk mendapatkan predikat sekolah impian. Artinya memiliki sarana prasarana/ fasilitas yang mampu membantu mewujudkan sekolah impian bagi semua orang.

Dari sisi SDM, sangat mumpuni. Cerdas. Kepala sekolah harus memiliki pendidik yang mumpuni, harus memiliki karyawan yang mumpuni. seorang yang mumpuni adalah seorang yang memiliki kualifikasi dan kualitas. Sehingga ia paham bahwa ia harus memiliki kesadaran untuk terus mengupgrade kemampuan diri. Proses input harus benar-benar diperhatikan oleh kepala sekolah agar dapat memiliki pegawai yang mumpuni. Memberikan pelatihan juga satu cara untuk meningkatkan kemampuan pegawai. Pegawai harus dibentuk kecerdasannya. Cerdas intelektual, cerdas emosional, cerdas sosia, dan dibungkus dengan cerdas spiritual itulah yang menjadi kunci kesuksesan dalam mendidik. Tak boleh parsial, hanya sebagian yang dimiliki saja. Harus universal.

Dari sisi sosial, sekolah harus memili relasi yang luas dengan masyarakat. Tidak ekslusif dan tinggi hati.

Dari sisi customer/ konsumen; sekolah harus memberikan jaminan mutu dan mampu mewujudkannya. Supaya jaminan mutu tak hanya menjadi janji manis di awal saja. Orangtua murid mesti dirangkul; difasilitasi supaya orangtua memiliki forum upgrade diri dan penyamaan frekwensi akan cita-cita besar sekolah yang akan diberikan kepada anaknya. Service excellent kepada peserta didik adalah segalanya. Konsep service excellent adalah bukan konsep memanjakan murid, tapi bagaimana upaya guru dalam meramu proses agar memiliki titik temu dengan gaya belajar murid agar proses yang dilakukan menjadi efektif dan efisien.

Dari sisi finansial; sekolah harus memiliki finansial yang kuat. Tujuannya agar upaya menuntut profeisonalisme dari pegawai diimbangi dengan pemenuhan hak-hak yang profesional pula; selain itu agar roda organisasi tetap berjalan dengan seimbang.

Dari sisi mutu/ prestasi terbaik. Sekolah impian adalah sekolah yang mampu meraih prestasi. Prestasi akademik maupun non akademik. Prestasi di dalam lingkungan sekolah maupun di luar. Kemampuan daya saing dapat dilihat dari capaian prestasi. Jika sekolah itu masih tertinggal dalam prestasi berarti sekolah tersebut masih biasa-biasa saja atau bisa jadi malah di bawah rata-rata. Kenapa? Tolak ukur daya saingnya belum terbuktikan. Prestasi sekolah impian adalah minimal mendapatkan prestasi yang dimiliki oleh sekolah rata-rata dan ditambah dengan prestasi-prestasi istimewa lainnya.

Dan sekolah kita, mulai saat ini, harus sudah mulai memetakan prestasi yang harus diraih, merencanakannya, memperjuangkan untuk mewujudkannya. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here