Membersihkan Sampah Itu Tanggungjawab Bersama

0
226
Djodi Ari Andika

Oleh: Djodi Ari Andika
Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara, FISIP UMRAH

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah, sampah merupakan sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Dengan kata lain sampah adalah sisa material yang tidak diinginkan karena tidak menghasilkan manfaat lagi. Sampah selalu menjadi masalah sosial yang rutin terjadi di tengah masyarakat, baik di kota maupun pedesaan.

Sampah terbagi menjadi sampah organik dan anorganik. Sampah organik adalah sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang bisa terurai secara alamiah/biologis, seperti sisa makanan dan guguran daun.

Sampah jenis ini juga biasa disebut sampah basah. Adapun sampah anorganik adalah sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang bisa terurai secara alamiah/biologis, seperti sisa makanan dan guguran daun. Sampah jenis ini juga biasa disebut sampah basah.

Sampah, saat ini ada dimana mana. Tidak hanya di sudut pasar, di lokasi pariwisata, dan di keramaian saja. Bahkan di kedalaman hutan pun terdapat onggokan sampah, sisa dari para perambah hutan. Di ketinggian gunung dan laut juga seperti itu.

Berbagai kegiatan telah dilakukan mulai dari sifatnya menggugah semangat hinga mengubah pola piker masayarakat melaluli seminar, talkshow dan kegiatan lainya khususnya gotong royong di desa-desa. Namun kenyataannya saat ini justru berbanding terbalik.

Sejak tahun 2006 program 3R oleh pemetintah telah diperkenalkan kepada maysakat banyak. Namun program 3R tersebut belum mamou mengatasi persoalan sampah yang kian meningkat seriring dengan pertumbuhan penduduk yang pesat.

Paradigma lama yang konvensional, yakni sampah diolah dengan proses kumpul-angkut-buang, sudah harus diganti dengan proses pengurangan dan pemanfaatan kembali. Dengan proses pengurangan dan pemanfaatan kembali melalui program 3R ini diharapkan dapat terjadi pengurangan jumlah timbunan sampah di TPA sampai70%. Proses pengelolaan sampah ini diharapkan menciptakan dampak positif, terutama dalam membudidayakan masyarakat sebagai pelaku pengelola sampah.

Produksi sampah tersebut tak pernah ada habisnya, dari pagi sampai malam selalu ada tumpukan sampah dari sisa kegiatan kita sehari-hari. Tumpukan sampah yang tidak ditangani dengan benar dan tuntas, maka tumpukan sampah akan mengakibatkan masalah-masalah seperti bau busuk sampah yang menyengat sehingga mengganggu penciuman, tersumbatnya saluran air dan selokan yang dapat berakibat banjir, timbulnya penyakit kulit, diare, demam berdarah (DBD), dan lain sebagainya.

Padahal, tumpukan sampah dengan volume yang besar berpotensi melepas gas metan (CH4) yang dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca dan memberikan kontribusi terhadap global warming.

Berdasarkan jenisnya sampah dapat dimanfaatkan kembali. Contohnya sampah organik yang dapat diolah menjadi pupuk kompos dan tentunya akan bermanfaat untuk menyuburkan tanah. Sampah anorganik pun begitu pula, sampah tersebut dapat dipilah dan dijual, sehingga dapat menambah penghasilan.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan pengelolaan sampah adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah. Pengelolaan sampah perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir yaitu pada fase produk sudah digunakan sehingga menjadi sampah, yang kemudian dikembalikan ke media lingkungan secara aman supaya memberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat, dan aman bagi lingkungan, serta dapat mengubah perilaku masyarakat.

Untuk pengelolaan sampah dapat dilakukan dangan cara 3R yakni Reuse, Reduce, dan Recycle. Reuse yaitu pemanfaatan kembali barang-barang yang tidak terpakai. Reduce yaitu pengurangan kegiatan dan benda yang berpotensi menghasilkan sampah. Recycle yaitu melakukan daur ulang terhadap sampah. Cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mengelola sampah baik adalah dengan memilah sampah. Memilah sampah dapat dilakukan dengan memisahkan sampah organik dan anorganik.

Sesuai dengan penjelasan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 mengelola sampah bisa dilakukan melalui pengurangan dan penanganan sampah. Pengurangan sampah meliputi kegiatan pembatasan, penggunaan kembali, dan pendauran ulang, sedangkan kegiatan penanganan sampah meliputi pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pemrosesan akhir

Membangun lingkungan yang bersih tentunya menjadi tanggung jawab bersama. Adapun 3 pihak yang dapat membantu untuk membentuk kesadaran akan sampah yaitu keluarga, pihak sekolah, dan lingkungan masyarakat.Di lingkungan yang bersih pastinya akan memberikan suasana nyaman bagi masyarakat. Karena itu sampah bukan tanggung jawab petugas kebersihan melainkan sudah menjadi tanggung jawab semua orang, dari lapisan atas sampai bawah. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here