Mempercantik Kota Lama Minta Pendapat dari Pakar Tata Kota

0
427
Hj Rahma

TANJUNGPINANG – Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang terpilih, H Syahrul beserta Hj Rahma berniat mempercantik kawasan Kota Lama.

Rahma menuturkan, mewujudkan hal tersebut tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Karena tidak boleh sembarangan. Perlu duduk bersama membahasnya dengan orang teknis beserta tokoh masyarakat setempat.

Saat ditanya apakah mempercantik Kota Lama bisa dilaksanakan di masa 100 hari kerja, menurutnya jika hanya asal-asalan bisa saja, tetapi itu bukan langkah tepat. Ia ingin kawasan tersebut dirancang kreatif agar memiliki nilai jual untuk turis dan wisnus.

Untuk itu, ia menilai, tidak bisa selesai dalam 100 hari masa kerja. Perlu perencanaan yang matang yang menggandeng orang yang menguasak disiplin ilmu terkait mengenai penataan kota.

”Kita tidak ingin hanya sekedar cat warna-warni namun tidak ada konsep. Masyarakat di sana memiliki ciri khas tersendiri. Barang kali itu nanti yang bisa ditonjolkan selain mempercantik kawasan itu. Ini yang perlu dibahas dan duduk bersama dengan tokoh masyarakatnya,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, kemarin.

Di sana perlu penataan angkot agar nyaman bagi sopir angkot dan juga masyarakat. Begitu juga dengan berbagai bangunan yang memiliki nilai sejarah perlu di explore kembali.

Rahma menuturkan, dinas tekait yaitu Bappelitbang Tanjungpinang sudah berkomunikasi dengan salah satu dosen dari UGM yang juga pakar perancang kawasan kota di Bandung dan Kota Tua Jogja tentang hal ini.

Hanya saja ia perlu memastikan konsep apa yang ditawarkan untuk Tanjungpinang nantinya.

”Ini masih masa kerja Pak Raja Ariza, tidak mungkin kami (Syahrul dan Rahma) langsung rapat dinas terkait bersama masyarakat. Kita juga punya etika dan menghargai yang berwenang sekarang bekerja dulu,” ucapnya.

Setelah resmi dilantik nanti, ia menuturkan, Kota Lama juga menjadi salah satu perhatian yang perlu sentuhan dari pemerintah. Meletakkan kembali kawasan tersebut menjadi pusat perekonomian.

Disinggung masa 100 hari kerja setelah menjabat sebagai wali kota dan wakil wali kota, ia menuturkan sudah dirancang, yaitu menjalankan program Santunan Syahrul-Rahma bersama masyarakat (Sama-Sama).

Sesuai janji kampanyenya dulu, yaitu memberikan insentif kepada beberapa kalangan. Diantaranya, penjaga TPU, rumah ibadah para guru PAUD serta beberapa bantuan keagamaan yang dinilai perlu dilaksanakan.

”Jadi APBD itu benar-benar bisa kembali ke masyarakat melalui program yang kami akan terapkan. Terkait seragam gartis akan direalisasikan tetapi di APBD Murni 2019 mendatang,” paparnya.

Begitu juga dengan pembangunan Kota Lama, minimal anggaran perencanaannya sudah dialokasikan di APBD Murni 2019. Sehingga tahun berikutnya, sudah bisa diwujudkan. ”Saya berjanji apa yang ditugaskan ke saya untuk menyelesaikan suatu persoalan maka akan saya kerjakan sampai dengan selesai,” ungkapnya. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here