Memperhatikan Hak Anak Indonesia

0
572
Juandi Manullang, S.H

Juandi Manullang, S.H
Anggota Veritas Unika ST. Thomas

Anak sebagai generasi penerus bangsa yang berguna untuk memajukan kehidupan bangsa haruslah diperhatikan. Perhatian kepada anak bangsa haruslah secara serius.

Perhatian itu bukan hanya di titikberatkan kepada orangtua saja, tetapi kepada pemerintah dan masyarakat. Bila hanya di titikberatkan kepada satu pihak, maka perlindungan dan pemenuhan hak anak tidak berjalan lancar. Bahkan bisa saja tingkat kekerasan terhadap anak semakin marak terjadi.

Data KPAI mencatat anak berhadapan hukum total di bulan Januari – April 2016 ada 298 kasus. Ada meningkat 15 persen dibandingkan dengan 2015. Ketua KPAI menjelaskan, sebanyak 298 kasus itu menduduki peringkat paling tinggi anak berhadapan dengan hukum.

Di antaranya, ada 24 kasus anak sebagai pelaku kekerasan fisik. Pada sembilan kelompok kluster, anak pelaku dan korban kekerasan dan pemerkosaan, pencabulan, dan sodomi mencapai sebesar 36 kasus.

Sementara itu, untuk wilayah tertinggi tingkat anak berhadapan dengan hukum berada di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). “Artinya dari anak berhadapan hukum kasus kekerasan seksual ketentuan tertinggi pada catur wulah pertama. Ketua KPAI menambahkan, tingginya angka anak berhadapan dengan hukum itu merupakan untuk melakukan langkah extraordinary dalam mencegah dan menanggulangi kekerasan seksual terhadap anak.

Perhatian terhadap perkembangan anak harus terus dilakukan. Jangan biarkan anak tersandung kasus kekerasan terlebih dahulu, setelah itu dilakukan perhatian dan penindakan. Cara tersebut bukanlah solusi dalam memperhatikan hak dan perlindungan anak.

Seharusnya perhatian dilakukan dengan melibatkan semua pihak. Dengan pemberian pengawasan dan kerjasama satu dengan yang lainnya dapat memutus kekerasan terhadap anak. Kekerasan yang dialami anak dikarenakan lemahnya pengawsan dan kerjasama antar pihak untuk memutus kekerasan anak tersebut.

Coba kita perhatikan tindak kekerasan pada anak yang marak terjadi saat ini. Semua tindakan itu seperti terancang dengan rapi tanpa ada yang mengetahui. Sepertinya peran orangtua dan masyarakat belum berjalan dengan baik.

Seandainya peran masyarakat dan orangtua sudah berjalan dengan baik, tentu kekerasan tidak terjadi. Orangtua seringkali diliputi kesibukan, sehingga melupakan kebutuhan anaknya.

Masyarakat yang ramai di suatu daerah pun bisa terkecoh dengan tindakan kekerasan pada anak yang dilakukan oknum tertentu. Padahal, masyarakat sangat ramai dan pastinya bisa melihat dan menghindari kekerasan pada anak.

Kadangkala masyarakat sudah melihat dan menyaksikan tindakan yang mencurigakan, tetapi takut untuk melaporkannya kepada pihak berwajib. Keadaan seperti itu tak jarang terjadi yang membuat terjadilah kekerasan anak. Perlu imbauan bagi masyarakat untuk tidak takut melaporkan suatu kecurigaan agar tidak terjadi tindak kekerasan.

Masyarakat harus berani melaporkan sebuah tindakan mencurigakan kepada pihak berwajib karena ada lembaga yang melindungi pelapor tindak pidana. Salah satu cara terbaik agar perhatian terhadap hak anak dapat terpenuhi adalah dengan membiarkan anak berkarya.

Bagaimanapun, setiap bentuk karya anak wajib didukung dan diapresiasi agar seorang anak merasa disenangi, didukung kreativitasnya dan kedepannya anak akan semangat untuk terus berkarya.

Sejatinya, anak sangat senang bila dipuji atas kreatifitasnya. Itulah sisi kepolosan seorang anak bila karyanya diagung-agungkan. Terlebih-lebih anak akan terus memacu dirinya untuk menciptakan inovasi-inovasi baru dalam dunianya.

Dukungan-dukungan harus terus diberikan kepada anak agar terus berkembang. Ketika terus berkembang, anak akan melaju kepada sebuah kemajuan dalam hidupnya. Perlahan-lahan karakter anak akan terbentuk sampai dia dewasa.

Saat dewasa, si anak tadi akan mengerti apa yang harus dia lakukan selanjutnya. Tentu dengan perkembangan yang di dapatkannya sejak dini, mampu membuatnya menjadi pemuda yang tangguh dan mampu memaknai perkembangan zaman saat ini dengan positif.
Pemenuhan hak anak

Memberikan keleluasaan kepada anak untuk berkarya adalah bagian dari pemenuhan hak anak. Pemenuhan hak anak dalam semua bidang kehidupan harus terus dikembangkan. Hal ini sangat baik untuk perkembangan karakter anak.

Dengan pendidikan karakter dilakukan dapat merangsang otak anak untuk berkarya demi masa depannya. Masa depan yang cerah kelak ketika dewasa, masa depan terhindar dari kekerasan dan ekspoitasi dan masa depan untuk berguna bagi nusa dan bangsa.

Pemenuhan hak anak di Indonesia harus terus ditingkatkan. Tinggal evaluasi terus ditingkatkan dan pemenuhan hak lainnya harus dipenuhi.

Contohnya seperti: hak kesehatannya, hak bermain, hak pendidikan dan terpenting hak perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi harus terpenuhi sesuai dengan Pasal 9 ayat (1) dan (1a) dan Pasal 14 UU No. 35 Tahun 2014 perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Sebagaimana pula hak anak diatur dalam Pasal 28B ayat (2) harus terpenuhi.

Hak fundamental anak terbagi menjadi 4 (empat) (Alston:Philip, 2008:270).

Pertama, hak untuk bertahan hidup atau survival right.
Kedua, hak untuk mendapatkan perlindungan atau protections right.
Ketiga, hak untuk tumbuh kembang atau development right.
Keempat, hak berpartisipasi atau participation right (kompasiana.com).

Hak-hak tersebut dapat dipenuhi dengan peran dari pemerintah dan seluruh masyarakat bersinergi dalam memenuhi hak anak itu. Dengan begitu, prinsip kepentingan terbaik anak sebagai of paramount importance (memperoleh prioritas tertinggi) dapat terpenuhi.

Tanpa prinsip ini perjuangan untuk melindungi anak akan mengalami banyak batu sandungan. Prinsip the best interest of the child digunakan karena dalam banyak hal anak “korban”, disebabkan ketidaktahuan (ignorance) karena usia perkembangannya.

Jika prinsip ini diabaikan, maka masyarakat menciptakan monster-monster yang lebih buruk di kemudian hari (Maidin Gultom, 2014:47).

Dari sejumlah uraian mengenai pemenuhan hak anak tersebut tujuannya adalah agar hak anak terpenuhi, tumbuh kembang anak diperhatikan dan lebih penting minat dan bakat anak diekplorasi oleh orangtua, dan pemerintah.

Dengan begitu, kekerasan anak dan eksploitasi yang memprihatinkan kita dapat dicegah. Libatkan semua anak-anak bangsa di Indonesia dalam mengembangkan minat dan bakatnya. Niscaya anak bangsa akan menjadi penerus bangsa yang bijak, siap pakai dan berintegritas! ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here