Menanti Pemimpin Leiden Is Lijden

0
404
Rian Hidayat

Oleh: Rian Hidayat
Mahasiswa Ilmu Pemerintahan, UMRAH
Ketua Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Kepri, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Kota Tanjungpinang

Tahun 2018 ini masyarakat Indonesia akan merayakan kembali sebuah pesta demokrasi yaitu Pilkada serantak 2018. Pilkada serentak 2018 ini akan diikuti 171 daerah, yakni 17 Provinsi, 39 kota, dan 115 Kabupaten yang ada di Indonesia. Pesta demokrasi ini juga tidak luput dilaksanakan di Kota Gurindam ini, Kota Tanjungpinang.

Pikada serentak 2018 di Kota Tanjungpinang akan dilaksanakan Juni 2018. Semenjak, disosialisasikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang terkait pelaksanaan Pemilihan Wali Kota Tanjungpinang suasana politik mulai menghangat. Masing-masing tokoh yang menjadi calon gencar melakukan sosialisasi. Tioga pasangan calon secara resmi mendaftar ke KPU. Mantan wali kota dan mantan wakil walikota juga ikut menjadi calon yang akan bertarung di Pilkada wali kota di Ibuota provinsi Kepri ini. Calon lainnya pasangan independen Duo Edi. Sedangkan untuk pasangan wakil Lis Darmasnyah dan Syahrul masing-masing memilih pasangan dari tokoh perempuan. Lis Darmsnayah bersanding dengan Maya Suryanti yang merupakan rifalnya pada Pilakda sebelumnya, sedangkan, Syahrul memilih Rahma yang merupakan kader PDIP yang kini menjabat sebagai anggota DPRD kota.

Harapan baru kembali muncul pada saat pesta demokrasi ini kembali dilaksanakan. Tentu harapan utamanya aban ada kemajuan dan perubahan baru yang akan dibawa oleh kepemimpinan selanjutnya.

Pepatah kuno Belanda mengatakan “Leiden is Lijden” yang berarti memimpin adalah menderita. Pepatah kuno ini menyatakan bahwa amanah kepemimpinan yang diberikan dan diterima oleh Pemimpin adalah sesuatu hal yang sangat sakral dan tidak bisa dianggap remeh oleh siapapun.

Menjadi pemimpin berarti harus siap menerima kesalahan yang dilakukan. Mejadi pemimpin harus siap menerima segala hal yang menjadi tanggung jawabnya. Menjadi pemimpin harus selalu memberikan solusi kepada masyarakat yang dipimpinnya agar permasalahan yang muncul di tengah masayarakat tidak menjadi sebuah penyakit yang bisa merusak tatanan masyarakat.

Penyakit masyarakat saat ini sangat banyak dan menjadi sebuah hal yang dianggap angin lalu, karena kebanyakan masyarakat berpikir bahwa penyakit ini tidak akan bisa diobati, apalagi dewasa ini keadaan malah semakin lebih membuat parah penyakit yang berada ditengah masyarakat. Penyakit masyarakat Kota Tanjungpinang saat ini adalah kemiskinan, Narkoba, Kenakalan remaja, dan kriminalitas.

Hal ini yang menjadi peran penting pemerintah yang akan datang untuk kembali memperbaiki beberapa tatanan masyarakat yang mulai hilang dari tanah melayu ini. Sesuai dengan pepatah kuno Belanda bahwa memimpin adalah menderita, bahwa harapan masyarakat Kota Tanjungpinang saat ini adalah bahwa pemimpin harus siap-siap untuk memberikan segala hal dalam hidupnya untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat yang dipimpinnya.

Kita lihat beberapa hal yang dilakukan oleh sahabat Rasulullah Umar bin Khattab yang saat memimpin rakyatnya, beliau siap untuk melakukan patroli malam dengan maksud untuk melihat bagaimana keadaan masyarakatnya apakah rakyatnya masih ada yang kelaparan. Dan ketika ditemukan bahwa ada seorang Ibu dan anaknya menangis karena kelaparan, pada saat itu juga Umar pergi ke Baitul Maal untuk mengambil dan memberikan gandum kepada keluarga tersebut agar bisa menjadi makanan untuk malam itu.

Hal ini menjadi teladan sederhana seorang pemimpin bahwa tidak ada waktu jeda kepada masyarakat untuk pengabdiannya sebagai seorang pemimpin.Robert Greenleaf berkata bahwa para pemimpin yang baik harus terlebih dahulu menjadi pelayan yang baik. Hal ini senada dengan pepatah kuno Belanda bahwa memimpin adalah menderita.

Tidak menjadi sebuah kemunafikan bahwa saat ini masyarakat adalah pelayan bagi para pemimpin. Rakyat lebih banyak diberatkan daripada dimudahkan urusannya. Rakyat lebih banyak dituntut daripada mendapat apa yang menjadi haknya. Seharusnya kebutuhan orang banyak lebih harus diutamakan daripada kepentingan pribadi dan golongan. Masyarakat merindukan seorang pemimpin yang siap untuk mendengar keluh kesah rakyatnya disela kesibukannya untuk mengurus segala urusannya sebagai pemimpin. Masyarakat merindukan seorang pemimpin yang selalu memberikan solusi yang konkrit disetiap masalah yang datang di tengah masyarakat, bukan pemimpin yang tidak bisa memberikan ketenangan ketika masyarakat dilanda sebuah ketidakpercayaan diri menghadapai masalah sosial yang semakin kompleks.

Kita sadar hari ini bahwa segala hal kebutuhan masyarakat menjadi sangat sulit didapatkan dan sangat tidak terjangkau dengan apa yang dimiliki masyarakat. Hal ini menjadi sebuah problema dan dilema yang harus segara diatasi dan segara disiapkan sebuah solusi. Saat ini kita berkaca kepada Negara Turki, dimana rakyatnya begitu mencintai pemimpin negaranya. Dibawah kepemimpinan Recep Tayyip Erdogan, Turki saat ini adalah negara yang sangat diperhitungkan keberadaanya di dunia. Erdogan berhasil membuat Turki menjadi negara-negara dengan ekonomi terkuat di dunia, kemandirian militer, menekan angka kemiskinan, dan menggratiskan pendidikan bagi rakyatnya.

Hal ini tidak tercapai jika hanya mementingkan sebuah kepentingan pribadi atau golongan saja, tetapi ada sebuah misi besar dan pemahaman tanggung jawab yang begitu kokoh didalam diri seorang pemimpin untuk wilayah pimpinannyaSederhana saja apa yang menjadi kenginan masyarakat saat ini bahwa masyarakat ingin lebih banyak diperhatikan dalam segala hal, pemimpin baru harus siap untuk menyiapkan sebuah narasi besar tentang dimana akan dibawa Kota ini, dan juga pemimpin baru harus menyiapkan sebuah formula baru dalam mengatasi berbagai masalah yang begitu kompleks muncul ditengah masyarakat, baik itu masalah ekonomi, masalah pendidikan, masalah kesehatan, hingga masalah kesukuan yang saat ini menjadi sebuah hal yang sensitif. Dengan pelaksanaan pesta demokrasi 2018 nanti, maka timbul sebuah harapan baru yang

diharapkan bukan sebuah nyanyian penghibur semata tetapi adanya visi dan misi yang konkrit untuk memberikan segala kemampuan untuk kemajuan Kota Tanjungpinang ini. *** 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here