Menanti ’Tangan Dingin’ Ibnu Graham

0
354
PELATIH Ibnu Graham tersenyum sebelum di 757 Kepri. f-net

Pelatih Baru 757 Kepri Jaya FC

BATAM – Tim 757 Kepri Jaya FC memasang target tinggi, dalam menjalani kompetisi Liga 3 Indonesia di musim 2018 ini. Selain melaksanakan seleksi pemain secara selektif, Sabtu (10/2) ini, 757 Kepri Jaya FC juga menantikan sentuhan ’tangan dingin’ Ibnu Graham, sang pelatih baru pengganti Jaino Matos.

Ibnu Graham tidak lah setenar nama Indra Sjafri atau Rahmat Darmawan, maupun Djajang Nurjaman, di level nasional. Namun, Ibnu Graham kelahiran 23 Juli 1967 ini mengawali karir sebagai pemain Persebaya Surabaya. Ia juga mantan pemain Mitra Surabaya, Assyabaab Salim grup Surabaya. Dan mengakhiri karir di Persebaya Surabaya (1997).

Setelah itu, Ibnu Graham menjadi pelatih sepak bola pada tahun 2000, di tim Persebaya Surabaya Junior, pelatih Persebaya senior, tim U-21 Persela Lamongan, asisten pelatih Persebaya Surabaya senior (2008-2012), dan terakhir sebagai pelatih Bhayangkara FC. Di tangan Ibnu Graham, muncul beberapa pemain profesional seperti Andik Virmansyah. Bahkan, mengangkat nama besar Bhayangkara FC di Liga 1 Indonesia.

”Ya, sekarang ini, kita menantikan tangan dinging Ibnu Graham, untuk mendongkrak 757 Kepri Jaya FC ke level nasional,” kata Chris Trisiswanto, Humas 757 Kepri Jaya FC, Selasa (6/2) kemarin.

Tahap awal, pelatih Ibnu Graham akan menyeleksi pemain U-23 untuk skuat 757 Kepri Jaya FC, untuk persiapan mengikuti kompetisi Liga 3 Indonesia, di musim 2018 ini. Seleksi pemain lokal dari Kepri ini, dilaksanakan di lapangan Batamindo, Batam, Sabtu (10/2) siang nanti.

”Semoga di tangan Ibnu Graham, 757 Kepri Jaya FC kembali lolos ke Liga 2 Indonesia, di musim 2019 nanti. Untuk seleksi pemain, terbuka untuk seluruh pemain U-23 di Provinsi Kepri,” ujarnya.

Harapan Gubernur
Gubernur Kepri H Nurdin Basirun sangat optimis pemain sepak bola Kepri bisa berlaga di level nasional, bahkan internasional. Niat dirinya dalam membangun olahraga bergengsi ini, diawali dengan membangkitkan tim 757 Kepri Jaya FC, dan mewujudkan pembangunan stadion di Pulau Dompak, pada tahun anggaran 2018 ini.

Kepada Tanjungpinang Pos, Nurdin selaku pembina tim 757 Kepri Jaya FC tersebut, menyampaikan, pihaknya segera membuka seleksi terbuka bagi para pemain U-23.

”Saya termotivasi dengan laga Piala Presiden 2018 saat ini. Tentu berangkat dari motivasi ini, tim 757 Kepri bisa ikut di 3, dan lolos ke Liga 2 sampai ke liga utama (liga 1),” tegas Nurdin.

Walaupun saat ini, prestasi sepak bola Kepri belum bersaing sampai level nasional, Nurdin berharap pembinaan sepak bola akan lebih diintesifkan. Dirinya sangat yakin Provinsi Kepri pasti bisa menyaingin provinsi atau tim dari kabupaten/kota di Indonesia.

”Saya yakin, kita bisa menembus ke level nasional, bahkan di internasional. Tapi harus bekerja keras, dan sungguh-sungguh,” tambahnya. (fre/ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here