Mencanangkan Prolisa, Anak Pulau Pintar, Warga Sejahtera

0
44
KEPALA Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Bintan Edi Pribadi, Assun Ani, Isriyanti Parlina, Kepsek dan pelajar SDN 003 Mantang di daerah pulau memberikan salam literasi, usai membaca buku di kapal pustaka terapung, Selasa (2/10) kemarin. F-yendi/TANJUNGPINANG POS

Menguntit Pustaka Terapung DPAD Bintan ke Wilayah Pesisir

MANTANG – DINAS Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kabupaten Bintan, tak henti-hentinya mengoperasikan kapal perpustakaan keliling terapung KM Pustaka 3. Kini, 1 unit kapal pustaka tersebut tak hanya membawa seribuan judul buku, untuk dibaca anak pulau. Ada lho misi barunya.

Kapal pustaka yang dikelola DPAD Bintan berlayar menuju Desa Mantang Baru, Kecamatan Mantang, Selasa (2/10) pagi kemarin. Sebelumnya, kapal dengan nakhoda Syamsul Bahri ini, menyinggahi sejumlah desa di Kecamatan Bintan Pesisir. Selasa kemarin, Kepala DPAD Bintan Edi Pribadi kembali ikut berlayar dengan KM Pustaka 3 ini. Ia didampingi Sekretaris DPAD Assun Ani, Kabid Pengelolaan Layanan dan Pelestarian Bahan Perpustakaan Isriyanti Parlina dan sejumlah staf.

Dari Kelurahan Seienam, kapal pustaka terapung bantuan dari Kantor Perpustakaan Nasional RI ini, berjalan agak lambat. Maklum, dua dari tiga mesinnya lagi mogok. Bisa hidup, tapi tak normal. Nakhoda lebih memilih untuk mematikan dua mesin itu. Tak ayal, waktu tempuh ke Desa Mantang Baru harus menghabiskan waktu kurang lebih 45 menit. Biasanya, cuma 20 menit dari Seienam ke Mantang Baru.

Kapal pun ditambatkan di dermaga pelantar. Saat itu, suasana masih sepi. Tak perlu waktu lama, dari pangkal pelantar sepanjang 200 meter itu berlari beberapa orang murid sekolah dasar. Di belakang rombongan pertama itu, menyusul pelajar lainnya dengan jumlah lebih banyak.

Sekitar 40-an murid SD Negeri 003 Mantang langsung mengucap salam. Dari geraknya, mereka sudah terbiasa dengan kehadiran kapal pustaka terapung ini.

”Langsung masuk saja, baca buku yang disukai,” kata Edi Pribadi, sambil mempersilakan anak-anak masuk ke dalam kapal tersebut.

”Mereka anak pulau, betapa senangnya kalau kapal pustaka ini datang,” sambung Edi Pribadi sambil menoleh kepada wartawan Tanjungpinang Pos.

Dengan tertib, satu per satu murid mengambil buku dan membacanya. Ada yang memilih membaca dongeng, ada yang baca cerpen, hadist, dan ada yang senang membaca kisah sahabat Rasulullah SAW. Dari dek kapal, ada pula murid yang membaca ayat suci Alquran. Beberapa anak, ada yang melihat gambar sambil memahami pesan yang terkandung dalam buku.

”Ya begini lah senangnya anak-anak di Mantang ini, ketika kapal pustaka tiba. Pustaka terapung ini membantu anak pulau menjadi pintar. Yang sebelumnya tak hobi membaca, sekarang minat bacanya tinggi,” kata Idris, Kepala Sekolah di SDN 003 Mantang ini.

Di sela anak pulau sibuk membaca, Edi Pribadi bersama staf dan jajarannya menuju Kantor Desa Mantang Baru. Di kantor desa, mereka mengecek ’pojok baca’ yang merupakan pustaka mini milik pemerintah desa setempat. Selain menilai untuk lomba pustaka terbaik tingkat Kabupaten Bintan, Edi Pribadi juga menyampaikan tentang rencana Program Literasi Desa (Prolisa) yang akan di-launching oleh DPAD Kabupaten Bintan.

Edi menjelaskan, literasi merupakan seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca. Dalam program ini, pemerintah berupaya menjadikan buku sebagai media yang diminati untuk dibaca, guna mencerdaskan bangsa (warga). Ini sejalan dengan program nasional dari Presiden RI Jokowi, agar setiap desa memiliki pustaka.

Konsepnya, pustaka desa akan disediakan buku bacaan yang memberikan ilmu pengetahuan atau keterampilan kepada masyarakat desa. Buku ini sesuai dengan karakteristik atau potensi desa tersebut. Sehingga, warga mendapat ilmu atau pedoman untuk membuka usaha, yang bermuara pada pendapatan.

”Seperti di pulau Mantang ini, akan disediakan buku budi daya perikanan, usaha rumput laut, maupun usaha industri rumah tangga dari hasil tangkapan nelayan. Dari membaca buku, warga memahami dan mencoba membuka usaha. Alhasil, warga pun sejahtera,” terang Edi Pribadi.

Menurut Edi Pribadi, pihaknya segera mencanangkan Prolisa itu, setelah dibuat dalam satu Peraturan Bupati (Perbup). Karena, Prolisa tidak hanya dijalankan oleh DPAD Kabupaten Bintan. Tapi ada keterlibatan instansi lain, seperti Dinas PMD dan Diskop UKM Perindag.

”Karena, sesuai dengan arahan Presiden RI, pustaka desa itu bisa dibangun dari ADD atau Dana Desa,” tegasnya.

Penjelasan ini mendapat respon positif dari pemerintah Desa Mantang Baru. Edi Yusri pun kembali ke kapal pustaka terapung, sambil berdialog dengan para pelajar yang sudah membaca buku. Beberapa murid berikan hadiah buku gratis, setelah berhasil menjawab pertanyaan Kadis DPAD Bintan. (fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here