Mencegah Kekerasan dari Ujung Jari

0
621
Cek Dare: Gubernur Kepri Nurdin Basirun di sela-sela launching aplikasi Cek Dare Kepri beberapa waktu lalu. f-suhardi/tanjungpinang pos

Aplikasi CeK Dare, Rintisan DP3AP2KB Provinsi Kepulauan Riau

Urusan rumah tangga adalah urusan paling pribadi. Tentang ini, sampai ada pepatah, boleh pecah di perut asal jangan pecah di mulut. Namun, jika memang sudah terdesak keadaan yang memungkinkan berujung pada kekerasan dan di sisi lain malu mengungkapkan, maka boleh ‘pecah’ di jari.

TANJUNGPINANG – PERMASALAHAN Saltut sudah setahun ditahan, diperam dalam-dalam. Sendiri seorang. Berkonsultasi dengan psikiater profesional, tidak pernah terlintas di warga Tanjungpinang ini. Selama lebih dari 12 bulan konflik dengan istri yang tertahan itu nyaris merobohkan rumah tangga yang terjalin selama ini. Jika tidak lekas dicarikan solusi dari perkara hak asuh anak dan membicarakannya dengan baik-baik, bahtera pernikahan itu bisa lekas kandas.

Segala yang tertahan itu, pada akhirnya tumpah jua. Beruntung, Saltut tidak ‘bocor’ ke sembarang orang atau pihak yang keliru. Permasalahan rumah tangganya itu lantas dibawanya ke Komisi Pengawasan, Perlindungan Anak daerah (KPPAD) Kepri.

Di sana, oleh komisioner yang bertugas, ia menceritakan segalanya. Termasuk pula tentang sebuah aplikasi yang dirasa membantunya menghadapi badai yang menimpa rumah tangganya.

”Saya dibantu dan dibimbing oleh salah satu konselor. Awalnya saya membuat aduan dan tak sampai satu jam sudah direspon. Mereka sangat komunikatif, lewat pesan Whatsapp yang saya terima, Alhamdulillah sampai saat ini, masalah keluarga kami bisa terbantu,” tuturnya.

Kini, Saltut bisa menjalani kehidupan rumah tangganya dengan baik. Bara konflik yang disimpang setahun itu telah padam. Dalam keseharian, sesuai dengan hasil konsultasi yang didapatkan dari aplikasi tersebut, Saltut kini sebisa mungkin menghindari obrolan-obrolan sensitif yang kelak dapat mengobarkan kembali api konflik rumah tangganya. “Begitu pesan yang saya terima dari aplikasi itu, sungguh sangat membantu,” ujarnya.

Aplikasi CeK Dare
Benar, yang menyelamatkan rumah tangga Saltut adalah kemauan dan kesadaran ia dan istrinya untuk menundukkan ego dan mengutamakan kepentingan masa depan. Namun, yang mengundang kemauan dan kesadaran itu bermula dari ujung jari Saltut ketika mencari jalan keluar dari permasalahannya yang sudah lama dipendam.

Pada saat itu, ujung jari Saltut bersentuhan dengan CeK Dare. Aplikasi yang dapat diunduh bebas di ponsel bersistem Android via playstore ini merupakan sebuah rintisan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Kepulauan Riau.

”CeK Dare adalah singkatan dari Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak. Aplikasi ini melayani pengaduan dan segala informasi terkait pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui tips-tips bermanfaat,” terang Kepala DP3AP2KB Kepri, Misni kepada Tanjungpinang Pos, belum lama ini.

Dalam pelaksanaannya, sambung Misni, aplikasi ini turut tersambung secara langsung DP3AP2KB, KPPAD, dan kepolisian. Ketersambungan antarinstansi terkait ini agar segala jenis laporan atau pengaduan yang masuk bisa lekas ditindaklanjuti sesuai proporsi masing-masing instansi.

Diluncurkan pada 10 Oktober silam, aplikasi CeK Dare telah memenuhi kebutuhan konsultasi maupun pengaduan yang selama ini didambakan masyarakat. Tidak melulu masyarakat daerah perkotaan, bahkan termasuk masyarakat di pelosok pulau di provinsi Kepri pun dapat memanfaatkan layanan ini secara gratis. Asal yang bersangkutan menggunakan ponsel berbasis Android.

”Karena bebas dipakai siapa saja asal pakai Android. Jadi mereka yang malu bertanya atau berkonsultasi perihal rumah tangga mereka bisa melakukannya lewat aplikasi ini,” terang Misni.

Belum genap dua bulan, CeK Dare sudah lebih dari 10 ribu kali diunduh. Angka ini, bagi Misni, menunjukkan inovasi yang digagas pihaknya itu benar-benar tinggi kebutuhannya di tengah-tengah masyarakat. Sistem aplikasi ini terbuka bagi daerah mana pun. Bahkan sampai nasional maupun internasional, sudah ada yang memasang CeK Dare ini di gawainya.

”Tak bisa kita pungkiri, ponsel Android sudah booming di masyarakat, setiap rumah pasti punya. Dia langsung bisa memanfaatkan aplikasi kita (CeK Dare, red),” ungkap Misni.

Tuntas dari Ujung Jari
Yang membuat CeK Dare ini menarik minat para penggunanya, tidak lain dan tidak bukan adalah manfaat konsultasi yang bisa dilakukan dari ujung jari. Namun, tidak itu saja. Diakui oleh para penggunanya, kemudahan mengoperasikan CeK Dare juga menjadi sisi lain yang membuat aplikasi ini menuai klik unduhan lebih dari 10 ribu kali.

Setelah terpasang, pengguna tinggal mengetukkan jarinya pada ikon surat di layar gawai mereka. Dari situ tinggal memasukkan informasi tambahan berupa lokasi kejadian pengaduan. Akan muncul bilah pesan kosong. Di situ para pengguna bisa dengan mudah melaporkan atau mengadukan segala permasalahan rumah tangganya yang mungkin saja bisa berujung pada praktik kekerasan terhadap perempuan dan anak. Atau pun jikalau pengguna sekadar mengetahui tindak kekerasan perempuan dan anak yang terjadi di sekitar lingkungannya. Setelah lengkap, tinggal ketuk kirim.

Kemudahan ini yang membuat Misni semacam dihujani pengaduan setiap hari dan itu menjadi pertanda positif betapa sebenarnya kebutuhan semacam ini sudah lama dinanti masyarakat.

”Saya hampir setiap setiap waktu melayani konsultasi masyarakat. Belum lama ini, masyarakat di Desa Pengujan Bintan, mengadukan masalah rumah tangganya. Alhamdulillah, hingga selesai kita bimbing dan terakhir, dia berterimakasih ke saya, karena berkat konsultasi lewat CeK Dare, masalah rumah tangganya tak sampai terjadi perceraian,” cerita Misni.

Ada harapan, keberadaan CeK Dare dapat menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sebagai informasi, hingga November 2017, sudah terdata sekitar 323 kasus kekerasan anak dan perempuan yaang terjadi di Kepri. Kasus tertinggi terdapat di Kota Tanjungpinang hingga saat ini sudah 119 kasus. Disusul, Kota Batam 90 kasus, Kabupaten Karimun 42 kasus, Bintan 40 kasus, Lingga 30 kasus, Anambas dan Natuna masing-masing 1 kasus.

Dengan korban 299 orang berasal dari laki-laki dan perempuan 21 orang. Kalau diukur berdasarkan usia, mulai dari usia 0-5 sebanyak 34 orang, usia 6-12 sebanyak 63 orang, usia 13-17 sebanyak 119 orang, usia 16-24 sebanyak 29 orang, usia 25-44 sebanyak 101 orang, dan usia 45-59 sebanyak 13 orang.

”Kepala Komisi Pengawasan, Perlindungan Anak daerah (KPPAD) Kepri Faisal menyampaikan, sejak diluncurkan pada Oktober lalu aplikasi CeK Dare ini sudah menjadi acuan Komisi Perlindugan Anak Indonesia (KPAI) pusat. Aplikasi ini sudah bisa membuka akses tidak hanya ke pelosok desa melainkan sudah menjadi acuan KPAI pusat.

”KPAI pusat sudah menjadikan ini sebagai wadah informasi terhadap kasus anak yang terjadi di Kepri,” ungkap Faisal.

Faisal yakin, ke depannya CeK Dare ini bisa jadi percontohan buat provinsi lain di Indonesia. Sebab dengan aplikasi ini dapat memudahkan masyarakat membuat laporan atau pengaduan dengan tidak perlu pergi dari rumah, tapi cukup dengan ujung jari.

Dalam kerja-kerja seharinya, Faisal mengaku begitu terbantu berkat keberadaan CeK Dare ini. Ia mencontohkan fenomena di Natuna. Ketika di kabupaten terluar di Indonesia itu sudah didirikan sekretariat komisi penanggulangan kekerasan dan anak, nyatanya tidak banyak menerima laporan atau pengaduan.

”Mereka banyak yang mengakses dan menafaatkan aplikasi ini sebagai wadah untuk berkonsultasi. Ini sudah banyak yang kami responsif, lewat layanan chat ke nomor 0822 6899 1710, pesan yang dikirim ke sini langsung bisa terhubung ke ponsel kami, yang juga sebagai operator,” jelas Faisal.

Kini, jumlah pengguna CeK Dare terus bertambah. Di sisi lain, besar harapan peningkatan angka pengguna ini akan sejalan dengan penurunan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kepri. Seperti pesan Gubernur Kepri Nurdin Basirun ketika merilis CeK Dare, Oktober silam. “Anak-anak dan perempuan Kepri harus terentas dan terhindarkan dari kekerasan agar Kepri dapat meningkatkan angka kesejahteraannya. CeK Dare hadir untuk memenuhi harapan itu semua,” ujar Gubernur.(SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here