Menciptakan Kota Layak Anak dan Orang Tua

0
432
Dian Fadillah, S.Sos

Dian Fadillah, S.Sos
DPD MAPANCAS Prov Kepri

Anak merupakan aset yang dimiliki orangtua tercinta yang selalu diperjuangkan sampai akhir hayat. Anak juga merupakan harapan satu satunya yang akan melanjut “trah” keluarga secara berkesinambungan dan tentunya merupakan aset bangsa yang harus dijaga dan diarahkan. Arahan terus yang diberikan agar menjadi anak yang berkualitas serta memberikan sumbangsih kepada negara.

Orangtua yang bertanggung jawab akan melakukan apapun juga demi anaknya agar bisa maju secara maksimal. Untuk bidang akademis ataupun nonakademis, bapak atau ayah sebagai orang tua yang meskipun dalam keadaan capek dan letih secara fisik akan tetap terlihat bersemangat untuk mengantar dan menjemput anaknya les, bimbel ataupun latihan tambahan yang menunjang secara positif.

Malahan ada orang tua yang rela menunggu di bawah teriknya panas dan lebatnya hujan demi membahagiakan si buah hatinya. Tidak ada sedikitpun orangtua mengeluh karena harapannya luar biasa agar anaknya dapat berkarya, berkreasi, dan berprestasi yang membanggakan dan menyenangkan hati orang tua dan keluarga besarnya (termasuk kawan kawan dekat dan sekolah tempat yang bersangkutan belajar).

Tidak sedikit orangtua harus mengeluarkan dana yang cukup besar demi melihat anaknya berhasil. Makanya wajar orang tua mengerluarkan budget lebih besar untuk melihat anaknya dapat bersekolah dan berkuliah serta mengejar impian pendidikan di perguruan tinggi negeri dan swasta terkenal (luar daerah dan luar negari sekalipun).

Demi anak akan saya lakukan semuanya karena demi merekalah saya hidup (Kata Ibunda Masni di Plamo garden Batam dan hal senada juga disampaikan oleh Ibu Mellyanan Anggraini beberapa waktu yang lalu ).

Begitu juga apabila anaknya menginginkan liburan yang juga diinginkan hampir setiap orang. Baik sekedar untuk libur di hari biasa maupun di hari libur (weekend) yang memiliki durasi waktu sedikit. Banyak hal yang bisa dilihat. Demi menikmati jajanankue, mencari cinderamata ataupun barang barang khas daerah yang sebahagian besar ada di emperan toko ataupun di mal-mal besar dengan anggaran yang lumayan.

Pendapatan yang tidak mencukupi juga membuat orangtua berusaha giat menjadikan dirinya mesin ATM bagi anak dan istrinya untuk memperoleh kesenangan yang diinginkan anak.

Perkara menjadi pengunjung atau tamu dengan datang ke suatu tempat yang memerlukan akomodasi sebagai langkah keseriusan bepergian sebuah keluarga. Harapan satu satunya adalah dengan hasil jerih payah orangtua sebagai sumber tenaga penghasilan keluarga yang di anak istrinya agar dapat tercapai yang merupakan hal melegakan dan memiiliki arti komplet dan di tunggu setiap orang di dunia ini.

Kita sebagai orang dewasa menyukai menjadi sandaran akhir dari idaman dan harapan untuk dapat membahagiakan orang lain dan orang sekitarnya. “Manis tapi pahit” Itu bermakna bahwanya orangtua ingin melihat senyuman dari anaknya akan tetapi si anak mungkin tidak mengetahui apabila orangtua sudah maksimal menguras tenaga dan pikirannya dengan membanting tulang untuk memberikan yang terbaik meskipun terkadang masih ada saja yang menjadi kekurangannya.

Apalagi remaja saat ini yang hanya tahu minta minta dan minta uang saja tidak tahu apakah orangtuanya ada uang ataupun tidak. Hebatnya lagi oangtua menyembunyikan dan tidak mau berkata “tidak ada” tetapi tetap berupaya mencarikannya demi anak tercinta agar tidak timbul kekecewaan.

Dalam sebuah anekdot cerita daerah di masyarakat disampaikan, pada suatu waktu ada seorang anak yang minta uang jajan kepada ibunya (ayahnya sudah meninggal). Pada waktu itu ibunya tidak ada lagi uang yang diberikan untuk dibawa ke sekolah.

Dengan semangat yang tersisa akhirnya ibunya memberikan sepotong ubi rebus untuk dibawa anaknya ke sekolah. Seketika itu juga si anak marah dan dengan sombongnya melemparkan ubi itu ke hutan di depan rumahnya.

Dengan congkaknya si anak pergi sekolah sambil berjalan kaki. Pada jam istirahat pertama dengan tergopoh gopoh ibunya datang ke sekolah sampail menyerahkan sejumlah uang.

Si anak terkejut bagaimana bisa orangtuanya datang sementara jarak dari sekolah ke rumah begitu jauh? Timbul berbagai pertanyaan yang tidak dapat dijawabnya. Terngiang-ngiang pesan mendiang ayahnya waktu masih hidup dahulu agar membahagiakan ibunya dan menjadi anak yang membanggakan orangtua.

Sesampainya di rumah si anak langsung memeluk ibunya dan bersimpuh meminta maaf akan kesalahan yang sudah dilaklukannya. Ibunya pun menangis dan menyuruh si anak makan ubi yang sisa lemparkan tadi pagi. Ternyata ibunya tidak makan karena hanya tinggal satu uni.

Itu lantaran demi anaknya kenyang dan hebatnya lagi ternyata uang yang diberikan ibunya untuk jajan tadi adalah uang hasil penjualan beras terakhir mereka. Luar biasa perlakuan anak yang sombong kepada ibunya yang sudah tua renta dan syukurnya si anak akhirnya kembali menjadi anak yang baik dan patuh kepada orangtuanya.

Semua orangtua tidak pernah menolak kalau diminta asal “dapat” uang transportasi pergi pulangnya dan uang dananya ditambah dengan uang SPP dan sebagainya. Apalagi persiapan yang dilakukan untuk waktu penting apakah lebaran atau libur panjang pasti harus dilakukan preparation uang lebih dalam mengejar pendapatan dari waktu dan kesempatan.

Setiap orangtua akan menyikapi itu dengan perencanaan uang yang matang sehingga akan menjadi sebuah moment yang mengesankan dan memberikan kenangan selamanya secara lengkap secara bersama sama agar yang direncakana benar-benar nyata dengan muatan reborn dan refresh tak terlupakan.

Apabila dilihat dari asbabunnuzul (asal usul) Kota Layak anak dan bagi orangtua merupakan suatu kegiatan atau perbuatan, proses, hasil yang dapat memerikan kenyamanan dan kesenangan keluarga tanpa adanya rasa takut, ragu untuk bersosialsiasi dengan lingkungan sekitarnya.

Apakah keamanan penduduk sekitar, keamanan dari jangkauan datangnya penjahat ataupun buron yang melarikan diri dari penjara atau karena situasi keterdesakan ekonomi yang membuat seseorang berbuat kejahatan yang mengancam anggota keluarga apakah itu ayah ibu dan anak kita yang merupakan suatu harapan tinggi yang perlu diupayakan dalam ciri-ciri perjalanan wisata oleh M. Kasrul Halaman 6 yaitu : Ada tujuan yang ingin dicapai dalam perjalanan wisata tersebut dan dilakukan dengan santai.

Apa hal yang harus dibenahi daerah untuk menarik anak dan orangtua melakukan kunjungan wisata? Kentalnya nuansa melayu dan kedatangan etnik dan budaya lain harusnya dapat dilihat positif sepanjang masing-masing memiliki rasa kebersamaan yang kuat satu dengan yang lain.

Merasa memiliki, merasa menyenangi, berkewajiban mengangkat daerah untuk perkembangan secara bersama-sama.

Daerah Kepri yang lebih banyak memiliki potensi maritime dengan kelaluatan dan perikannya penuh dengan limpahan rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa ditambah algi dengan letak geografisnya yang strategis berada di pintu masuk Selat Malaka dari sebelah timur juga berbatasan dengan pusat bisnis dan keuangan di Asia Pasifik yaitu Singapora (juga berbatasan langsung dengan Malaysia).

Motto Berpancang Amanah, Bersauh Marwah daerah bertekad membangun menjadi salah satu pusat pertumbuhan perekonomian nasional dengan tetap mempertahankan nilai-nilai Budaya Melayu yang didukung oleh masyarakat yang sejahtera, cerdas, dan berakhlak mulia. Kita harus tetap memantau dan tidak membiarkan gateway tanpa filterisasi.

Kunjungan dapat mendongkrak PAD, juga memiliki nilai positif yang menjadi tujuan utama sehingga daerah betul betul menjadi kota layak anak dan orangtua dengan memberdayakan berbagai potensi yang ada. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here