Mencuri Ikan, Lanal Bakar Kapal Nelayan Vietnam

0
243
KAPAL Ikan Asing (KIA) Vietnam yang dibakar Lanal Natuna, Jumat (1/3). f-istimewa/lanal natuna

NATUNA – Satgas 115 Lanal Ranai memusnahkan satu unit Kapal Ikan Asing (KIA) BV 98299 TS hasil tangkapan KRI WIR-379 tahun lalu dengan cara dibakar di Sabang Mawang, Kecamatan Pulau Tiga, Jumat (1/3).

Komandan Lanal Ranai, Kolonel Laut (P) Harry Setyawan S.E menjelaskan, kapal ikan asing tersebut sudah mendapatkan Surat Keputusan dari Pengadilan Negeri Ranai untuk dimusnahkan dengan cara ditenggelamkan bersama dua unit kapal lainnya yang akan dilakukan, Sabtu (2/3) hari ini.

”Kapal asing berbendera Vietnam yang satu ini tidak bisa ditarik ke lokasi penenggelaman karena sudah rusak parah. Maka kami memutuskan untuk membakarnya di lokasi yang tidak jauh dari tempat lego jangkar kapal tersebut,” jelas Kolonel Harry di tempat kerjanya melalui telepon.

Ia melanjutkan, pemusnahan ketiga kapal ini dilaksanakan lebih cepat untuk memperlancar proses hukum. Karena apabila pemusnahannya dilaksanakan pada kegiatan penenggelaman serentak secara nasional nanti, maka kasus tersebut tidak bisa dilaksanakan penyerahan tahap 2 ke Kejari Natuna dalam waktu yang cepat.

Menurutnya, tindakan memusnahkan KIA dengan dibakar ini boleh dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang RI nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan.

”Penenggelaman ini sengaja dipercepat untuk mekanisme memperlancar proses hukum dan untuk mengurangi risiko bagi Warga Negara Asing (WNA) yang menjadi tersangka,” jelas Kolonel Harry.

Ia menambahkan, ketiga kapal ini merupakan kapal asing hasil tangkapan TNI AL yang ditahan di Posal Sabang Mawang.

Ia juga mengaku untuk sisa kapal asing dua unit lagi akan dimusnahkan dengan cara ditenggelamkan sesuai dengan keputusan pengadilan.

”Untuk dua unit kapal asing yang lain akan segera ditarik ke lokasi pengenggelaman di sekitaran perairan Pulau Tiga. Mudah-mudahan prosesnya berjalan lancar,” tutup Kolonel Harry.

Sejak pemerintahan Jokowi atau sejak Oktober 2014 hingga Agustus 2018 lalu, sudah 488 kapal asing pencuri ikan yang ditenggelamkan di seluruh Indonesia.

Dari data yang disampaikan pihak kementerian, kapal asing yang paling banyak ditenggelamkan berasal dari Vietnam sebanyak 276 unit, Filipina 90 unit, Thailand 50 unit dan Malaysia 41 unit.

Kemudian Papua Nugini 2 kapal, Cina 1 unit, Belize 1 unit, tanpa negara 1 unit, dan ada juga kapal berbendera Indonesia sebanyak 26 unit.

Ditenggelamkannya kapal-kapal asing itu untuk menunjukkan penegakan hukum yang tegas di Indonesia guna kedaulatan di laut.

Semua peneggelaman kapal dilakukan setelah mendapatkan keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap dan berdasarkan penetapan pengadilan.

Penenggelaman kapal di Indonesia sebelumnya dilakukan dengan diledakkan pakai dinamit.

Namun, karena mendapat penolakan dari masyarakat dengan alasan, ikan-ikan kecil mati, akhirnya penenggelaman kapal di Indonesia dilakukan dengan cara dibakar atau dilobangi dibagian bawah hingga akhirnya tenggelam. Bekas kapal itu bisa jadi rumpon atau rumah ikan tempat berkembang biak di dasar laut. (hrd/mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here