Mendagri Ultimatum Akta Lahir Harus Rampung 85%

0
486
BERMAIN: Anak-anak saat bermain di Taman Batu 10, kemarin. f-suhardi/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Menteri Dalam Negeri (Mendahri) Tjahjo Kumolo melalui Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) meminta seluruh Dinas Kependudukan dan Catatan Politik (Disdukcapil) untuk jemput bola ke rumah penduduk agar mengurus akta lahir anaknya.

Pesan ini disampaikan Dirjend Dukcapil Kemendagri saat menggelar rapat dengan utusan pemerintah daerah di Jakarta, Rabu (20/9) lalu.
Dari Kepri, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMD Dukcapil) Pemprov Kepri, Sardison turut menghadiri rapat tersebut.

Sardison mengatakan, hingga akhir tahun 2017 ini, anak-anak yang punya akta lahir minimal 85 persen. Sementara di Kepri hingga saat ini, anak-anak yang punya akta lahir sekitar 78 persen.

”Kurun waktu tiga bulan ini, 7 kabupaten/kota di Kepri harus mengeluarkan 7 persen agar tercapai target yang diminta Kemendagri dan ini berlaku nasional,” ujar Sardison via ponselnya, Kamis (21/9).

Pekan depan, Sardison akan mengadakan rapat dengan para Kepala Disdukcapil se-Kepri untuk menyampaikan langkah-langkah apa yang perlu ditempuh agar bisa mencapai target tersebut.

Disdukcapil pun diminta harus jemput bola ke pemukiman penduduk sekaligus mensosialisasikan tentang KTP, KK, akta lahir dan Kartu Identitas Anak (KIA).

Jika tidak demikian, maka sulit bagi Kepri untuk memenuhi ultimatum Kemendagri agar anak sudah harus punya akte minimal 85 persen.
Ke depan, kata Sardison, selain jemput bola, program three in one harus dijalankan. ”Sekali mengurus, langsung tiga yang diperoleh masyarakat,” bebernya.

Ia menjelaskan lebih jauh tentang three in one tersebut. Jika seorang anak lahir, maka langsung diurus akta lahirnya. Saat mengurus akta lahir, tentu ada perubahan Kartu Keluarga (KK) orangtuanya.

”Nah, bukan akta lahir saja yang diurus, namun langsung ikut KK dan KIA. Jadi, sekaligus urus, langsung tiga. Ini untuk memudahkan masyarakat memperoleh surat administrasinya,” bebernya.

Kemudian, akan diperkuat kerja sama dengan pihak RT-RW, bidan klinik maupun rumah sakit. Saat ada ibu yang mengandung di satu tempat, data itu sudah disampaikan ke Disdukcapil.

Dengan demikian, saat waktu kelahiran sudah tiba, pihak Disdukcapil akan turun ke lokasi dan menemui ibu yang melahirkan agar segera diurus akta lahir, perubahan KK dan KIA.

”Ini program ini ke depan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan kartu identitas anaknya termasuk perubahan KK. Sehingga, ke depan anak yang sudah lahir segera dapat akta lahir dan KIA,” bebernya.

Ditanya kendala apa yang akan dihadapi untuk memenuhi permintaan Kemendagri soal akta lahir anak sudah harus 85 persen akhir tahun 2017, Sardison mengatakan, yang sulit dicapai nanti adalah di Batam.

Pegawai Disdukcapil Batam tidak mencukupi untuk mendatangi rumah-rumah penduduk. Kemudian, angka kelahiran di Batam cukup tinggi setiap bulan.

Ia pun meminta Disdukcapil Batam untuk kerja sama dengan berbagai pihak agar masyarakat makin sadar dan datang mengurus akta lahir anaknya.

”Mengurus akta lahir, KTP dan KK itu gratis. Untuk perekaman dilakukan di Kantor Camat, tak perlu harus ke Kantor Disdukcapil. Kalau mengambilnya barulah ke Disduk,” tambahnya.

Data sebelumnya, hingga 31 Desember 2016, terdata sekitar 141.407 orang anak di 7 kabupaten/kota di Kepri belum memiliki akta kelahiran dari 614.931 anak berusia 0-17 tahun kurang 1 hari.

Data ini berdasarkan rilis dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMD Dukcapil) Pemprov Kepri yang diterima redaksi koran ini, baru-baru ini.

Dari data itu, sekitar 473.524 anak sudah memiliki akta kelahiran atau 78 persen dan 23 persen anak belum memiliki akta lahir di Kepri. Adapun data anak yang sudah memiliki akte per kabupaten/kota di Kepri yakni, anak yang sudah memiliki akte lahir di Bintan sekitar 33.393 orang dan yang belum memiliki akta lahir sekitar 15.482 orang atau 68,32 persen.

Anak yang sudah memiliki akte lahir di Karimun sekitar 46.566 orang dan yang belum memiliki akta lahir sekitar 26.873 orang atau 63,41 persen.

Anak-anak yang sudah memiliki akte lahir di Natuna sekitar 22.844 orang dan yang belum memiliki akta lahir sekitar 3.559 orang atau 86,52 persen.

Anak yang sudah memiliki akte lahir di Lingga sekitar 23.265 orang dan yang belum memiliki akta lahir sekitar 5.721 orang atau 80,26 persen.

Anak yang sudah memiliki akte lahir di Anambas sekitar 12.801 orang dan yang belum memiliki akta kelahiran sebanyak 2.717 orang atau 82,49 persen.

Anak yang sudah memiliki akte lahir di Tanjungpinang sekitar 60.535 orang dan yang belum memiliki akta lahir sekitar 7.684 orang atau 88,74 persen.

Anak yang sudah memiliki akte lahir di Batam sekitar 274.120 orang dan yang belum memiliki akta lahir mencapai 79.371 orang atau 77,55 persen.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here