Mendagri Ultimatum Gubernur

0
450

Dua Pekan Harus Siapkan Pengganti Agus Wibowo

Agus Wibowo (AW) dinyatakan gugur sebagai Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Kepri. Selain karena mengundurkan diri dari Cawagub, AW juga tidak melengkapi persyaratan pencalonan Cawagub hingga batas terakhir, Selasa (17/10) kemarin.

DOMPAK – GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun pun harus bergerak cepat mengumpulkan partai pengusung Sani-Nurdin (Sanur) untuk mengusulkan nama pengganti AW dalam dua pekan ini. Jika tidak, maka gubernur akan mendapatkan sanksi tegas dari Mendagri. Hal disampaikan Hotman Hutapea, Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Gubernur Kepri kepada wartawan, Selasa kemarin.

Hotman mengatakan, saat mereka konsultasi ke Kemendagri pekan lalu terkait pemilihan Cawagub Kepri, sempat ditanyakan apakah pemilihan tetap bisa dilakukan apabila Cawagub hanya satu orang.

Saat itu, pejabat di Kemendagri menegaskan, jika sampai batas waktu yang diberikan kandidat tidak bisa melengkapi berkas persyaratan pencalonan, maka Gubernur harus bisa mengumpulkan pengusung parpol 2×7 hari dan mengirimkan nama pengganti ke DPRD Kepri.

Jika tidak, gubernur sebagai user akan mendapat sanksi tegas dari Mendagri karena dinilai tidak serius. ”Diskusi kami dengan Mendagri, mereka minta user-nya, yakni Gubernur mengusulkan kembali lewat kesepakatan bersama partai pengusung. Intinya harus ada pemilihan,” jelas Hotman Hutapea didampingi anggota Panlih, Abdul Rahman, Asmin Patros saat jumpa pers, kemarin.

Gubernur dinilai berperan besar dalam mensukseskan pemilihan Wagub Kepri ini. Apalagi, tinggal Kepri yang belum memiliki Wagub setelah wafatnya almarhum HM Sani, 8 April 2016 lalu.

Nurdin sendiri saat ini merupakan pengurus Partai NasDem yang merupakan salah satu partai pengusung Sanur di Pilgub Kepri 2015 lalu. Hotman mengatakan, pascamundurnya AW sebagai salah satu Cawagub yang diusulkan Gubernur, tahapan berikutnya adalah, Panlih akan segera menyerahkan berkas tersebut ke Pansus Pemilihan Wakil Gubernur Kepri yang diketahui, Surya Makmur Nasution.

Maka selanjutnya Pansus akan meneruskannya kepada Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak. Dari Jumaga akan dikirimkan kembali nama itu ke Gubernur untuk diganti. Dan ini juga akan diteruskan ke partai pengusung Sanur melalui Gubernur Kepri Nurdin Basirun.

”Nantinya ketua DPRD Kepri akan kembali menyerahkan berkas kedua cawagub ini kepada Gubernur. Tak hanya itu, ketua DPRD juga akan menyurati agar Gubernur mengganti Agus Wibowo dengan nama baru atas persetujuan partai pengusung,” jelas Hotman.

Ia memaparkan, rencananya berkas dan surat tersebut akan diserahkan kepada gubernur pada Rabu (18/10) hari ini atau Kamis (19/10) mendatang. Dalam hal ini, lanjut Hotman, Gubernur diberi waktu 2×7 hari kerja terhitung sejak surat dari ketua DPRD diserahkan untuk kembali mengajukan nama pengganti Agus Wibowo ke DPRD Kepri. ”Apabila Gubernur belum juga memberikan nama baru ke DPRD Kepri, maka Panlih akan memgambil sikap sesuai aturan dan ketentuan,” tegasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Husnizar Hood, mengatakan bahwa jika satu nama dari dua calon Wagub yang diusulkan Gubernur tidak melengkapi administrasi dan rekomendasi dukungan, maka Parpol pengusung wajib mengusulkan kembali satu nama. ”Kita tunggu saja surat dari Panlih,” singkat Nizar yang juga petinggi Partai Demokrat Kepri itu.

Pengamat politik Kepri dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (Stisipol) Raja Haji Fisabillah Tanjungpinang, Hendri Sanopaka, menyampaikan, proses pemilihan Cawagub Kepri dipastikan akan alot.

Meskipun Isdianto dalam proses administrasi Panlih menyatakan berkasnya sudah sesuai yang ditentukan, namun ada persoalan baru yang terjadi pascamundurnya AW dari Cawagub.

Yang alot nanti adalah menentukan satu nama pengganti AW. Sejauh ini, ada tiga kandidat yang sudah direkomendasikan/disetujui masing-masing parpol pengusung yakni Rini Fitrianti (putri almarhum HM Sani), Mustofa Widjaja (mantan Ketua BP Batam) dan Fauzi Bahar (mantan Wali Kota Padang).

Masing-masing parpol akan menjagokan kandidatnya. Hanya saja, satu kandidat pengganti AW nanti tetap harus mendapatkan rekomendasi/persetujuan dari seluruh parpol pengusung Sanur. Ini yang sulit diperoleh.(SUHARDI-MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here