Mengapa Selalu Mengkambinghitamkan Pemerintah?

0
1468
Muhammad Farhan Al Faraby

Oleh: Muhammad Farhan Al Faraby
Mahasiswa UMRAH, Jurusan Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Dalam kehidupan bernegara, pasti ada saja permasalahan yang timbul. Sebut saja seperti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan pangan, kurangnya pembenahan infrastruktur, kemiskinan, bertambahnya hutang negara, bahkan masalah-masalah sensitif seperti permasalahan antar umat beragama. Saat fenomena seperti ini hadir, banyak masyarakat yang melontarkan cacian, serta menyalahkan pemerintah.

Diiringi dengan perkembangan zaman seperti saat ini, dimana masyarakat dapat bebas berpendapat, dan juga dengan adanya faktor pendukung seperti internet dan sosial media membuat masyarakat lebih mudah dalam menyampaikan pendapatnya. Sosial media yang digunakan sebagai lahan untuk menyuarakan aspirasi pun menjadi tempat untuk melontarkan kritisi terhadap pemerintah. seperti baru-baru ini, banyak postingan-postingan dan komentar-komentar yang beredar di sosial media yang menyalahkan pemerintah, bahkan adapula yang menghina pemerintah secara eksplisit. Hal seperti ini juga yang seharusnya kita perhatikan sebagai pengguna sosial media. Pengguna sosial media harus cermat, teliti serta dapat menyaring berita.

Baca Juga :  Quo Vadis Pembangunan Pariwisata Kepri?

Apakah mencaci maki, menghina, adalah karakter budaya bangsa kita? Karakter budaya bangsa kita adalah gotong royong, saling membantu, dan bahu membahu dalam menyelesaikan masalah. Kita boleh saja kecewa kepada para penguasa, kadang kita kesal dengan kesewenang-wenangan mereka, tetapi kembali ke kita lagi, apakah kita mampu jika diberikan amanah sebagai pemimpin? Apakah kita mampu membuat kebijakan-kebijakan yang dapat mensejahterakan rakyat? Paling tidak apakah kita sudah bisa jadi pemimpin bagi diri kita sendiri?

Kita cenderung menyalahkan pemerintah karena kita menganggap pemerintah tidak berdaya dalam mencegah segala permasalahan yang ada di tengah masyarakat, sementara kita sebagai masyarakat tidak mau ambil pusing dalam mengantisipasi permasalahan yang ada di tengah masyarakat. hal ini juga harus diperhatikan. Masyarakat juga harus produktif dalam mencegah terjadinya permasalahan.

Baca Juga :  Kemiskinan dan Pilkada

Misalnya, banyak masyarakat yang mengkritik bahwa pemerintah kita masih kurang dalam meningkatkan ekonomi di masyarakat, tetapi masyarakat sendiri tidak mau melakukan kegiatan berwirausaha. Saya jadi ingat dengan apa yang dikatakan oleh mantan presiden Amerika Serikat, John F. Kennedy, yaitu “Jangan Tanya apa yang negaramu bisa berikan padamu. Bertanyalah: apa yang dapat kau berikan untuk Negaramu”. Sebagai warga Negara, kita jangan hanya menuntut kepada Negara, tetapi kita juga harus ikut serta benkontribusi memberikan yang terbaik bagi Negara.

Sebagai warga Negara yang baik, sebaiknya kita memanfaatkan hak kebebasan berpendapat sebagai sarana untuk melontarkan kritik yang sehat kepada pemerintah, memberi kritik yang disertai dengan semangat memberi solusi, bukan mencari kambing hitam. Memberi kritik dan saran tidak harus memaksa. Kebiasaan tak terpuji yang sering dilakukan adalah mengkritik dengan menyalahkan serta tidak memberikan solusi. Kririk semacam inilah yang seharusnya kita hindari.

Baca Juga :  Optimalkan Peran Masyarakat Untuk Keberhasilan Program Dana Desa

Kita juga harus mengedepankan semangat kebersamaan untuk kepentingan bangsa dan Negara. Persatuan dan kebersamaan adalah faktor yang dibutuhkan dalam membangun cita-cita bersama. Kesadaran itu sudah seharusnya selalu ditanamkan dalam diri kita, termasuk juga dalam mengkoreksi keadaan kita sendiri.

Saling menyalahkan tidak akan menemukan jalan keluar, yang ada malah semakin memperkeruh keadaan. Maka dari itu perilaku ini harus ditinggalkan, agar pemerintah dan warga Negara dapat bersatu dalam menghadapi berbagai permasalahan yang terdapat ditengah-tengah masyarakat. ***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here