Mengawali Revolusi Mental dari Kebersihan

0
464

Oleh: Dhanu Rezki Septian
Mahasiswa Ilmu Pemerintahan, UMRAH

Sampah selalu menjadi permasalahan di tiap kota maupun negara di dunia. Tidak hanya di negara berkembang, di negara maju pun pasti menghadapi permasalahan yang satu ini. Seperti halnya di Indonesia yang rata-rata tiap harinya kota-kota besar di Indonesia menghasilkan puluhan ton sampah yang harus ditangani. Penghasil sampah bisa berasal dari rumahtangga, perkantoran, perumahan, rumah sakit, pasar dan tempat-tempat disekitar lingkungan kita. Sampah juga dapat dibedakan dari beberapa segi, yaitu sampah organik, anorganik maupun sampah berbahaya seperti limbah. Jika sampah tidak dapat ditangani dan dikelola dengan baik, maka dapat mendatangkan wabah penyakit bagi masyarakat.

Permasalahan mengenai sampah tentunya memiliki dampak yang buruk bagi masyarakat jika tidak ditangani dan dikelola dengan baik dilingkungan kita, apalagi jika masyarakat membuang sampah secara sembarangan dan tidak pada tempatnya, seperti di kali, sungai, maupun tempat lain yang biasa dijadikan “alternatif” tempat sampah mereka.

Hal ini dapat berakibat buruk bagi kesehatan masyarakat karena menimbulkan penyakit seperti diare, demam berdarah maupun berakibat buruk bagi lingkungan seperti menyebabkan banjir dan berkontribusi mempercepat pemanasan global jika tidak ditangani dengan baik.

Terlepas dari dampak buruk membuang sampah sembarangan, tentunya kita harus mempunyai solusi terhadap permasalahan ini. Terdapat beberapa solusi yang tentunya dapat digunakan masyarakat untuk meredam permasalahan sampah ini, yaitu dengan mendaur ulang sampah-sampah plastik, mengurangi atau meminimalisir penggunaan barang yang akan menyebabkan sampah, dan hindari bahan-bahan yang bersifat sekali pakai dan menggantinya dengan barang yang lebih tahan lama atau dapat dipakai berulang.

Namun kembali lagi dengan permasalahan pembuangan sampah secara sembarangan, tentunya masyarakat bisa memulai dari dirinya sendiri, tidak melulu menyalahkan dan menyudutkan pemerintah mengenai masalah sampah yang mengakibatkan lingkungan menjadi banjir karena tidak ditangani dengan baik. Terkadang ada beberapa orang yang membuang sampah sembarangan mempunyai pikiran bahwa hanya dirinya yang membuang sampah sembarangan, jadi tidak akan bermasalah dan menyebabkan dampak yang besar. Tapi bagaimana jika ada 1000 orang yang berpikiran sepertinya? Bahkan bagaimana jika ada 1 juta orang yang mempunyai pikiran yang sama seperti dirinya? Tentunya ini akan berdampak besar.

Pemerintah sedang gencar-gencarnya mengadakan program revolusi mental dikalangan masyarakat untuk menciptakan insan manusia yang lebih baik dalam hal pikiran, cara pandang, moral, maupun jiwa berkebangsaan.

Tentunya hal ini dapat diawali dengan mengubah mindset masyarakat untuk tidak membuang sampah secara sembarangan lagi. Karena, untuk apa pemerintah mewajibkan dan menggratiskan pendidikan selama 9 tahun bagi masyarakat jika masyarakatnya tidak bisa menerapkan salah satu pengetahuan yang diajarkan agar selalu “Buang sampah pada tempatnya”.

Maka dari itu mari kita mulai revolusi mental kita dengan menyadarkan diri sendiri untuk selalu menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah secara sembarangan. Karena ada suatu pepatah lama yang mengatakan “Kebersihan sebagian dari iman” jadi apabila masyarakat tidak bisa menjaga kebersihan lingkungannya sendiri, dapatkah dia disebut sebagai orang yang tidak sepenuhnya beriman.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here