Mengelola Sampah, Menyelamatkan Lingkungan

0
1102
Elvi Darniati

Oleh: Elvi Darniati
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMRAH

Kata sampah bukanlah hal yang asing lagi bagi kita. Mendengar kata sampah, memang seperti mendengar hal yang sepele, dan yang terbesit dibenak kita pun sampah adalah sejenis kotoran atau kumpulan berbagai macam benda yang telah dibuang serta menimbulkan bau busuk dan menyengat. Tetapi, tahukah Snda, Sampah yang sering disepelekan itu bisa menjadi sangat berbahaya? Salah satu dampaknya bagi kesehatan dapat menimbulkan penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur air minum.

Penyakit demam berdarah (haemorhagic fever) dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai. Penyakit jamur dapat juga menyebar (misalnya jamur kulit). Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan. Salah satu contohnya adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh cacing pita (taenia). Cacing ini sebelumnya masuk kedalam pencernakan binatang ternak melalui makanannya yang berupa sisa makanan/sampah. Sedangkan Dampak Sampah Terhadap Lingkunganya itu Cairan rembesan sampah yang masuk ke dalam drainase atau sungai akan mencemari air. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesies akanlenyap, hal ini mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan biologis. Penguraian sampah yang dibuang ke dalam air akan menghasilkan asam organik dan gas-cair organik, seperti metana. Selain berbau kurang sedap, gas ini dalam konsentrasi tinggi dapat meledak dan mengancam kelangsungan hidup manusia.

Sampah merupakan masalah sosial yang terdapat pada masyarakat, baik di kota maupun di pedesaan. Pertambahan penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat menimbulkan bertambahnya volume, jenis, dan karakteristik sampah yang semakin beragam. Sampah masih menjadi masalah di hampir semua kota di Indonesia.

Mulai dari kota kecil sampai kota metrolitan sekalipun. Berbagai alternatif penyelesaian sampah telah diusahakan oleh berbagai pihak, tetapi tampaknya belum memberikan hasil yang memuaskan. Oleh karena keprihatinan inilah, maka diterapkan suatu teknologi terapan yang diaplikasi dari berbagai teknologi canggih berbagai negara agar mendapatkan suatu teknik pengolahan sampah yang benar-benar sempurna dan bermanfaat guna. Teknologi ini dinamakan pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan contohnya sampah kota di Indonesia terdiri dari 60 % sampah organik dan 40 % sampah anorganik. Sampai saat ini Indonesia belum memiliki sistem pengolahan sampah terpadu.

Sistem pengolahan sampah hanya mengolah sampah menjadi pupuk kompos padat dan sanitary landfill di suatu TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah. Sistem sanitary landfill berbahaya, karena selain menyebabkan polusi juga dapat menimbulkan ledakan lokal. Sehingga menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan mas yarakat dan lingkungan. Sampah telah menjadi permasalahan nasional sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir agar memberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat, dan aman bagi lingkungan, serta dapat mengubah perilaku masyarakat. Dalam pengelolaan sampah diperlukan kepastian hukum, kejelasan tanggungjawab dan kewenangan Pemerintah, pemerintahan daerah, serta peran masyarakat dan dunia usaha sehingga pengelolaan sampah dapat berjalan secara proporsional, efektif, dane fisien.

Pengelolaan sampah diselenggarakan harus berdasarkan asas tanggungjawab, asas berkelanjutan, asas manfaat, asas keadilan, asas kesadaran, asas kebersamaan, asas keselamatan, asas keamanan, dan asas nilai ekonomi. Pengelolaan sampah bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan serta menjadikan sampah sebagai sumberdaya.

Upaya menjaga lingkungan bersih dan tidak membuang sampah sembarangan, nyatanya belum menjadi tradisi bagi sebagian besar masyarakat kita. Tumpukan sampah yang menjadi pemandangan menjijikkan pun acapkali terlihat hampir di sepanjang jalan. Di ruang-ruang publik seperti, pasar, kantor, pusat perbelanjaan, terminal, bahkan di sekolah dan perguruan tinggi, pembiaran sampah pun sering kita temukan. Meskipun sudah banyak ajakan yang tertempel pada pamflet yang berbunyi “buanglah sampah pada tempatnya”, tetap saja masalah sampah tidak kunjung usai. Tulisan yang terpampang dalam jumlah cukup banyak tetap tidak mendapatkan perhatian oleh banyak warga. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here