Mengenal Proses Pembentukan Awan

0
5680
Khalid Fikri Nugraha Isnoor

Oleh: Khalid Fikri Nugraha Isnoor
Pengamat BMKG Tanjungpinang

Tanpa kita sadari bahwa awan memberikan pengaruh yang sangat besar pada cuaca dan iklim kita. Mereka adalah elemen penting dari kunci siklus hidrologis bumi, karena awan yang membawa air dari udara ke tanah dan dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Awan juga mendominasi suplai energi untuk Bumi melalui pengaruh mereka pada pertukaran energi panas matahari didalam atmosfer, permukaan tanah, biosfer, serta ruang angkasa, karena kita tahu bahwa awan memiliki dampak besar sebagai peredam pada anggaran radiasi bumi yang masuk kepermukaan bumi, dan oleh sebab itu perubahan kecil dalam kelimpahan atau distribusi awan bisa mengubah iklim lebih dari perubahan yang diantisipasi oleh masyarakat luas.

Awan adalah sekumpulan tetes air dan juga Kristal es yang menggantung di atas atmosfer yang terbentuk akibat pendinginan sejumlah udara lembab atau uap air yang besar, dan uap air tersebut terus mendingin hingga di bawah suhu titik embun nya. Pendinginan tersebut terjadi melalui banyak hal, utamanya melalui ekspansi adiabatik udara yang naik, pemanasan radiasi, dan pencampuran massa udara dengan suhu dan kelembapan yang berbeda.

Baca Juga :  Melestarikan Marwah Budaya Literasi Melayu Melalui Literasi Perbendaharaan Kepri

Indonesia merupakan negara kepulauan, pendinginan sering terjadi akibat pemanasan, orografi dan konvergensi atau berkumpulnya suatu massa udara disuatu tempat. Pendinginan harus tetap berlanjut agar uap air dapat berkondensasi. Uap air di atmosfer akan berinteraksi dengan inti kondensasi awan (IKA) melalui proses konveksi panas dan membentuk tetes air awan. Hal ini disebut pengintian heterogen. Kemudian tetes air tersebut berkumpul dan membentuk gumpalan-gumpalan yang sering kita sebut sebagai awan.

Proses pembentukan awan merupakan suatu rangakaian proses yang rumit dan melibatkan proses dinamik dan proses mikrofisik. Proses dinamik berhubungan dengan pergerakan parsel udara yang membentuk suatu kondisi tertentu sehingga terbentuknya awan, sedangkan proses mikrofisik adalah proses pembentukan awan melalui proses kondensasi uap air dan interaksi antar partikel, butir air, dan panas bumi. Didalam pembentukan awan setiap udara akan bergerak keatas, melewati daerah yang secara berturut-turut memliki tekanan udara yang lebih rendah. Konsekuensinya udara yang naik selalu mengembang dan mendingin secara adiabatic atau proses yang muncul tanpa adanya perpindahan panas. Udara yang naik terkadang akan menghasilkan awan dan terkadang juga tidak, dalam kondisi ini rata-rata udara akan melawan gerakan vertikal atau pergerakan naik keatas, dengan demikian udara yang terletak dekat permukaan cenderung lebih hangat dibandingkan udara yang berada di atmosfer. Ada dua mekanisme dari pembentukan awan salah satunya yaitu pengangkatan orografik.

Baca Juga :  Ihwal Pilkada Langsung dan Korupsi

Pengangkatan orografik terjadi ketika terdapat dataran yang naik, seperti pegunungan yang bekerja sebagai penghalang bagi aliran udara. Ketika udara menaiki lereng pegunungan, pendinginan adiabatik sering membentuk awan yang kadang – kadang menghasilkan presipitasi (Hujan) yang berlimpah. Ketika udara menuruni sisi pegunungan (leeward), aliran udara secara adiabatik akan memanas dan tidak akan mungkin mengalami kondensasi dan menghasilkan presipitasi. Biasanya malah akan menghasilkan bentangan lahan yang gersang yang sering dinamakan padang tandus bayangan hujan (rain shadow desert).

Kemudian lebih lanjut lagi, awan terbentuk jika volume udara lembab mengalami pendinginan sampai dibawah suhu titik embunnya. Udara selalu mengandung uap air. Apabila uap air ini meluap menjadi titik-titik air, maka terbentuklah awan. Peluapan ini bisa terjadi dengan dua cara, apabila udara lingkungan panas, akan lebih banyak uap terkandung di dalam udara karena air lebih cepat menguap dan akan membentuk awan. Udara panas yang bercampur dengan air ini akan naik tinggi, hingga tiba di satu lapisan dengan suhu yang lebih rendah, serta didukung dengan kondisi lingkungan yang cenderung lembab maka uap itu akan mengembun dan terbentuklah awan,

Baca Juga :  Ketika Kesholihan Bukan Hanya Milik Individu

Apabila awan telah terbentuk, titik-titik air dalam awan akan menjadi semakin besar dan awan itu akan menjadi semakin berat, dan perlahan-lahan daya tarik bumi menariknya ke bawah. Hingga sampai satu titik dimana titik-titik air itu akan terus jatuh ke bawah dan turunlah hujan. Jika titik-titik air tersebut bertemu udara panas, titik-titik itu akan menguap dan awan menghilang. Inilah yang menyebabkan awan selalu berubah-ubah bentuknya. Air yang terkandung di dalam awan silih berganti menguap dan mencair. Inilah juga yang menyebabkan kadang-kadang ada awan yang tidak membawa hujan. Begitu pentingnya air bagi kehidupan kita, semoga penjelasan diatas dapat membantu masyarakat mengenal lebih dekat tentang proses pembentukan awan yang juga tidak kalah penting untuk kehidupan kita.***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here