Mengenal Susenas dan Manfaatnya untuk Negeri

0
4985
Josegi Machioreno Ginting, S.S.T.

Oleh : Josegi Machioreno Ginting, S.S.T.
Bekerja di BPS Kabupaten Kepulauan Anambas

Berpegang pada visi sebagai pelopor data statistik terpercaya untuk semua, Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi satu-satunya lembaga pemerintah penghasil data-data strategis yang menjadi acuan pemerintah baik pusat maupun daerah, akademisi maupun swasta dalam perencanaan, monitoring, dan evaluasi kebijakan. Data digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan, sebagai monitor dari kebijakan yang sedang berjalan dan juga sebagai bahan evaluasi dari kebijakan yang telah dilaksanakan. Atas dasar itulah BPS menjadi lembaga yang selalu dilibatkan dalam penentuan kebijakan

Salah satu survei rutin yang dilaksanakan oleh BPS adalah Survei Sosial Ekonomi Nasional. Susenas dilaksanakan secara semesteran setiap bulan maret dan september. Susenas dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota di Indonesia untuk dapat menyajikan indikator-indikator tidak hanya tingkat nasional namun juga hingga tingkat kabupaten/kota. Susenas menghasilkan indikator sosial-ekonomi yang selalu menjadi kompas pemerintah dalam perencanaan, monitoring dan evaluasi kebijakan.

Indikator-indikator yang dilahirkan oleh BPS melalui susenas meliputi berbagai aspek sosial-ekonomi seperti kependudukan, pendidikan, kesehatan, kemiskinan dan lain sebagainya. Contoh data-data strategis yang dihasilkan susenas adalah seperti angka kemiskinan, Indeks Pembangunan Manusia, Angka Partisipasi Sekolah, dan banyak lagi indikator sosial ekonomi lainnya.

Mengingat pentingnya peran BPS sebagai dasar penentu kebijakan, BPS selalu berintegritas untuk menghasilkan data yang independen dan terpercaya. Karena BPS selalu menyajikan data objektif yang apa adanya, data tersebut terkadang tidak disukai oleh berbagai pihak. Namun BPS tetap berpegang bahwa data yang baik adalah data yang sesuai dengan keadaan sebenarnya (valid and reliable) sehingga berfungsi sebagai early warning jika ada kebijakan yang belum optimal, dan juga sebagai bukti keberhasilan pemerintah jika kebijakan sudah tepat sasaran.

Data-data dalam susenas yang dikumpulkan oleh BPS adalah data dalam rumah tangga dimana data yang dikumpulkan tersebut menggunakan instrumen berbentuk kuesioner yang diisi berdasarkan wawancara langsung petugas kepada responden. Sebelum petugas melakukan pengumpulan data, BPS memberikan pelatihan terlebih dahulu kurang lebih 3-4 hari agar petugas dapat memahami kuesioner, konsep dan definisi, etika dalam pengumpulan data dalam wawancara, teknik menggali informasi dari responden, dan juga pentingnya peran petugas sebagai ujung tombak data yang berkualitas.

Susenas dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia sesulit apapun medan yang dihadapi. Tidak terkecuali di daerah dengan kondisi geografis yang sulit seperti di Kabupaten Kepulauan Anambas yang berada di ujung utara Indonesia, yang menelan biaya transportasi yang sangat besar untuk melakukan pencacahan, ataupun daerah di pegunungan tengah Papua, BPS membuktikan integritasnya dengan tetap melakukan pencacahan secara door-to-door demi data yang akurat serta reliabel.

Tidak jarang petugas BPS bertemu dengan responden yang menolak untuk didata karena berbagai alasan dari mengharapkan bantuan ataupun alasan lainnya meskipun petugas sudah menjelaskan bahwa BPS hanya bertugas sebagai juru potret keadaan masyarakat hingga pentingnya data yang dikumpulkan untuk kemajuan bangsa.

Mengingat pentingnya susenas sebagai penghasil indikator-indikator strategis nasional yang menjadi dasar kebijakan, masyarakat diharapkan dapat berperan serta membangun bangsa dengan memberikan data yang jujur dan apa adanya kepada petugas susenas. Dengan menerima petugas, memberikan data yang jujur dan apa adanya, kita berharap akan terlahir data berkualitas yang berujung kepada kebijakan yang tepat untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. ***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here