Mengenali Penyakit Plak dan Neurofibrillary Tangles

0
119
Burhan Latif

Oleh: Burhan Latif
Mahasiswa Akuntansi, Fakultas Ekonomi UMRAH Penggurus KAMMI Komisariat G12 UMRAH

Nama penyakit alzheimer diambil dari nama Dr. Alois Alzheimer, seorang neurologis Jerman. Di tahun 1906, ia memeriksa otak seorang wanita yang meninggal setelah bertahun-tahun mengidap dimensia progresif. Jaringan otaknya menunjukkan penggumpalan abnormal dan sel otak menjadi kusut tidak beraturan membentuk simpul. Saat ini gumpalan itu disebut Plak, dan serabut serat neuron tersebut disebut tangles yang dianggap sebagai pertanda penyakit alzheimer.”

Alzheimer termasuk dalam golongan penyakit demensia, yaitu penyakit yang memiliki gejala gangguan memori dan kemampuan kognitif berupa penurunan daya ingat dan fungsi intelektual. Yang mengkhawatirkan, kondisi tersebut dapat mengakibatkan perubahan perilaku penderitanya. Perubahan perilaku penderita tersebut bermacam-macam. Mulai dari pelupa, pemarah hingga akhirnya dapat mengakibatkan penderitanya mengalami depresi. Selain itu, karena fungsi otak secara keseluruhan terganggu, mekanisme kontrol terhadap kerja organ-organ yang lain juga terganggu, termasuk di antaranya adalah mekanisme sensor hausd

Plak terbentuk dari protein secara normal tidak berbahaya yang disebut betamyloid. Meskipun penyebab utama kematian sel saraf pada pasien alzheimer tidak diketahui, bukti-bukti menunjukkan bahwa pembentukan protein beta-amyloid merupakan penyebabnya. Para peneliti menemukan bahwa prekursor protein amyloid memainkan peran penting dalam menggerakkan sinyal lewat akson-cabang untuk komunikasi neuron. Pada lalat buah, mereka menunjukkan tidak adanya prekursor protein amyloid menghambat kemampuan neuron mengirimkan materi lewat akson. Namun, terlalu banyak prekursor protein amyloid dapat menyumbat sistem akson dan membunuh neuron. Penelitian ini di tampilkan di jurnal Neuron. Pada laporan selanjutnya, para peneliti menggunakan tikus sebagai model. Pada tikus sistem transpor menggerakkan dua enzim-beta aecretase (bace) dan persenilin- yang juga bertanggung jawab memecah prekursor protein amyloid menjadi beta amyloid.

Tentang Kemungkinan peran neurofibrillary tangles, pendukung internal struktur sel saraf otak tergantung pada fungsi normal dari protein yang disebut tau. Pada orang yang mengidap alzheimer, benang-benang protein tau mengalami perubahan yang menyebabkannya menjadi terpelintir menjadi simpul. Banyak peneliti yang percaya bahwa kondisi ini merusak sel saraf secara serius, menyebabkan sel saraf menjadi mati. Masih belum jelas bagaimana neurofibrillary tangles (NFT) terbentuk. NFT ditemukan di dalam neuron: neuron sendiri menjadi berubah bentuk dan menggumpal satu sama lain. NFT digambarkan sebagai bentuk menyerupai tali yang membentuk simpul. Protein yang disebut tau diketahui terlibat dalam pembentukan NFT, namun penelitian yang lebih lanjut dibutuhkan untuk memecahkan misteri bagaimana dan mengapa NFT terbentuk, dan bagaimana tau serta NFT memengaruhi otak.

Untuk membedakan penyakit alzheimer dengan penyebab hilangnya ingatan lainnya, dokter biasanya melakukan pemeriksaan:

Riwayat kesehatan: dokter akan menanyakan kondisi kesehatan secara umum dari pasien dan masalah kesehatan sebelumnya. Dokter juga akan menanyakan adakah masalah dalam menjalankan aktivitas harian. Jika memungkinkan dokter ingin bicara dengan anggota keluarga atau teman atau mencari informasi.

Tes kesehatan dasar: Tes darah bisa dilakukan untuk membantu dokter untuk mengetahui penyebab lain dimensia, seperti gangguan tiroid atau defisiensi vitamin.

Tes genetik: untuk alzheimer pada tahap awal bisa dilakukan tes genetik. Dengan tes darah dapat diketahui apakah seseorang membawa mutasi genetik yang dipercaya berhubungan dengan alzheimer.

Evaluasi status mental: tes skrining memori, kemampuan memecahkan masalah, rentang perhatian, kemampuan berhitung dan bahasa. Tes ini akan membantu dokter untuk menganalisa masalah kognisi spesifik pasien.

Tes neuropsikologi: dokter akan memberikan tes psikologis untuk menentukan apakah kemampuan mental seseorang seseorang itu sesuai dengan pendidikan dan usianya. Adanya keterlambatan mental yang terlihat selama tes neuropsikologis dapat membantu dokter menentukan penyebab dimensia.

Scan atau pemindaian otak: dokter biasanya akan mengambil gambar otak dengan alat pemindai otak, di antaranya computerized tomography (CT) scan, magnetic resonance imaging (MRI). Dengan melihat gambar otak, dokter dapat menentukan ada tidaknya abnormalitas pada otak. Para peneliti masih meneliti apakah pemindaian otak dapat digunakan untuk mendeteksi risiko alzheimer pada orang sehat sebelum gejala timbul.

Dengan menggunakan metode diatas, para dokter mendiagnosis secara akurat 90% kasus alzheimer. Alzheimer dapat didiagnosis secara akurat dan lengkap hanya setelah kematian, menggunakan pemeriksaan jaringan otak untuk mengecek keberadaan plak dan tangles. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here