Menghina Presiden dan Calon Walikota

0
312
Kapolres menunjukkan barang bukti dan tersangka, saat eskpose penghinaan presiden, Jumat (23/2). f-raymon/tanjungpinang pos

Mustafa Kamal Nurullah Ditangkap Polisi

TANJUNGPINANG – Hati-hati saat mengunakan media sosial (medsos). Satreskrim Polres Tanjungpinang berhasil membekuk Mustafa Kamal Nurullah (54) yang diduga pelaku pembuat ujaran kebencian di akun media sosial (Medsos) terhadap Presiden, calon Wali Kota Tanjungpinang dan etnis Tionghoa.

Pria yang disebut sebagai wartawan ‘Media Rakyat’ ini dibekuk polisi di kamar kosnya di Jalan Korindo Sri Lekop, Kijang, Bintan pada Kamis (22/2) sekitar pukul 11.00 WIB.

Saat ekspose, Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro mengatakan, penangkapan dilakukan berawal dari dua laporan masyarakat. Mustafa Kamal dilaporkan karena memostingan bersifat SARA yang ditujukan kepada Presiden RI Joko Widodo, calon Wali Kota Tanjungpinang H Lis Darmansyah dan etnis serta agama tertentu. Atas laporan itu kemudian anggota Satreskrim Polres Tanjungpinang langsung melakukan penyelidikan.

”Kita mendapatkan laporan dari organisasi masyarakat Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat) Provinsi Kepri dan dari simpatisan PDI Perjuangan. Atas laporan itu, kita langsung melakukan penyelidikan,” katanya Jumat (23/2).

Kapolres menyebutkan, untuk laporan pertama modus pelaku memposting tulisan yang yang bermuatan penghinaan terhadap etnis Tionghoa dan agama Kristen, serta pejabat negara yaitu Presiden dan beberapa mantan Presiden RI. ”Sedangkan untuk modus yang dilaporkan pelapor yang kedua yaitu pelaku menuliskan postingan di akun facebooknya untuk menghina calon Wali Kota, Presiden dan etnis Tionghoa,” sebutnya.

Setelah polisi memiliki dua alat bukti, untuk menjadikan pelaku ini tersangka, maka anggota Tindak Pidana Tertentu Satreskrim Polres Tanjungpinang langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku di Jalan Korindo Sri Lekop, Kijang, Kabupaten Bintan.

”Setelah berhasil menangkap pelaku, Polisi langsung membawa pelaku ke Mapolres Tanjungpinang guna dilakukan penyelidikan dan pelaku mengakui perbuatannya telah memposting tulisan tersebut di akun facebooknya,” jelasnya.

Lanjutnya, adapun barang bukti yang diamankan diantaranya tablet merk Asus warna Hitam dengan memori card, kartu pengenal wartawan ‘Media Rakyat’, akun facebook atas nama pelaku, screenshot postingan pelaku, dan satu buah hardisk eksternal yang berisi (eksport) unduhan akun facebook pelaku.

Selain itu juga, pihak Polres Tanjungpinang akan memeriksa kejiwaan tersangka. Kapolres menuturkan, jika dilihat secara fisik kelihatanya pelaku ini memang normal, tetapi kita akan tetap cek kesehatan kejiwaan dari pelaku untuk memastikan apakah pelaku ini sehat atau tidak. ”Kita akan lakukan pemeriksaan kejiwaan tersangka,” bebernya.

Kapolres menjelaskan , tujuan palaku ini memposting tulisan yang bermuatan ujaran kebencian dikarenakan pelaku kecewa dengan salah satu calon Wali Kota atau Presiden. Sehingga pelaku memposting di akun facebooknya, tulisan bermuatan ujaran kebencian.

”Kalau dari hasil penyidikan polisi, tujuan pelaku karena pelaku kecewa sehingga memposting hal-hal yang berbentuk ujaran kebencian,” bebernya.

Lebih lanjut, Ardiyanto menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan pelaku ini telah berkali-kali memposting di akun facebook miliknya dengan tulisan-tulisan yang bermuatan ujaran kebencian. ”Sudah banyaklah pelaku ini memposting dan sudah berkali-kali,” ujarnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 45A ayat (2) jo pasal 28 ayat (2) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2008, dengan ancaman hukuman 6 tahun dan denda Rp 1 miliar.

”Atau kedua melanggar pasal 43 ayat (3) jo pasal 27 ayat (3) UU RI nomor 19 tahun 2016 dengan ancaman hukuman 4 tahun denda Rp750 juta,” pungkasnya. (ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here