Mengingat Kembali Pengorbanan Guru

0
881
Nanda Muda Florika

Di Hari Guru Nasional

Oleh: Nanda Muda Florika
Mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Negara, FISIP, UMRAH Tanjungpinang

Guru, ada beberapa pengertian yang sering kita dengar tentang guru. Salah satunya yang sering kita dengar dengan sebutan pahlawan tanpa tanda jasa.

Selain itu guru merupakan orang tua kedua di sekolah. Ada begitu banyak sebutan yang sering diucapkan.

Pada tanggal 25 November semua sekolah merayakan hari guru karena disitu mereka memperingati jasa besar yang diberikan seorang guru. Dalam UU No.14 Tahun 2005 tentang Guru, Guru ialah seorang pendidik profesional dengan tugas utamanya mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini melalui jalur formal pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

Seorang guru memiliki peran penting dalam proses pembelajaran, peranan guru sampai sekarang belum dapat tergantikan oleh teknologi atau alat yang sangat modern sekalipun. Hal ini terjadi karena adanya unsur-unsur manusiawi dalam proses pembelajaran seperti perasaan, sikap, dan keteladanan yang diharapkan dari sebuah proses pembelajaran.

Itulah sebabnya guru disebut sebagai pendidik, atau orang yang melakukan kegiatan dalam bidang pendidikan.

Baca Juga :  Kinerja Aparatur Desa dan Kepuasan Masyarakat

Sejalan dengan itu, keberhasilan pendidikan nasional akan ditentukan oleh keberhasilan kita sebagai seorang guru dan pendidik dalam mengelola pendidikan nasional. Dalam implementasinya, jabatan guru sangat berhubungan erat dengan hambatan dan tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran.

Tantangan ini berasal dari dalam (internal) maupun dari luar (eksternal) yang perlu ditangani dan permasalahannya tidak berakibat negatif terhadap proses pembelajaran.

Menjadi seorang guru tidaklah mudah. Walaupun dengan segala predikat yang mengatakan sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, dan lainnya tak membuat profesi ini sepi minat dalam kalangan masyarakat. Seorang guru juga memiliki tugas yang berat, namun mulia.

Hal ini karena, pada dirinya tertumpu beban dan tanggung jawab untuk menyiapkan masa depan yang lebih baik. Sebagai seorang yang profesional, seorang guru harus memiliki atau minimal menyandang empat kompetensi yaitu pedagogi, akademis, kepribadian dan sosial.

Seorang guru akan dikatakan sebagai guru yang kompeten jika memiliki syarat pendidik yang memadai dan juga pribadi yang luhur, ahklak yang mulia, serta memuliki sikap dan perilaku yang berdampak positif terhadap lingkungan sekitar.

Baca Juga :  Mengelola Sampah, Menyelamatkan Lingkungan

Tidak dipungkiri juga bahwa setiap guru memiliki masalah dengan mendidik siswanya. Ini karena setiap anak itu memiliki kepribadian, tingkah laku, motivasi dan cara belajar yang berbeda satu sama lain. Oleh karena itu pentingnya bagi seorang guru untuk menjadi fleksibel dengan semua murid yang memiliki sifat yang berbeda.

Ada banyak tantangan yang akan dihadapi oleh seorang guru. Pertama, masalah pengolahan kelas, tantangan yang akan dihadapi seorang guru dalam mengolah kelas. Seorang guru sering kali mengeluh ketika mengajar di kelas apalagi jika di dalam kelas itu kebanyakan murid yang sulit untuk diatur.

Ini mungkin dihadapi oleh guru yang masih baru atau belum terampil dan terbiasa akan hal seperti ini. Sebagai seorang guru tidak boleh agresif dalam mengatur kelas, karena akan membuat para murid semakin memberontak. Sama dengan istilah semakin ditekan akan semakin melawan.

Kedua, masalah komunikasi. Antara guru dan murid kerap kita temui jarangnya ada komunikasi antar dua belah pihak. Guru memiliki kecenderungan untuk lebih dihargai dan dimengerti oleh para murid.

Baca Juga :  Penerapan Pendidikan Multikultural Sebagai Solusi

Sedangkan murid ingin beban tugas yang diberikan oleh guru diberi kelonggaran. Contohnya dalam sebuah permasalahan yang terjadi pada muridnya, seorang guru harus lebih aktif mendengarkan dan memahami masalah yang terjadi.

Dalam proses pembelajaran juga banyak yang harus dipelajari oleh seorang guru. Seorang guru harus lebih efektif dalam proses pembelajaran, dengan memberikan beberapa metode, strategi yang sesuai dengan standar kurikulum dan kemampuan siswa.

Oleh karena itu pentingnya peran guru dan beratnya tanggung jawab guru terutama tanggung jawab moral untuk digugu dan ditiru.

Di sekolah guru menjadi pedoman yang ditiru dan dipandang sebagai teladan bagi setiap warga masyarakatnya.

Betapa pentingnya peran guru bisa dimanfaatkan, memahami apa yang diajarkan, menguasai bagaimana mengajarkannya dan tidak kalah dengan pentingnya menyadari mengapa dia memilih dan menetapkan pilihan terhadap suatu kegiatan pembelajaran.***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here