Mengocok Perut dan Menyatukan Warga

0
524
MAK DANGKONG: Telatah Robi yang berperan sebagai Mak Dangkong menjadi perhatian pengunjung, Selasa (22/11). f-FATIH/tanjungpinang pos

Pentas Joget Dangkong Sempena PPTMA Lingga 2017

Perhelatan Pemuliaan Tamadun Melayu Antarbangsa (PPTMA) di Daik, Lingga sepanjang pekan ini menyita perhatian seantero warga. Banyak kegiatan yang digelar dan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

LINGGA – Dari ujung selatan ke utara, timur ke barat, terpusat ke panggung utama di pelataran halaman Kantor Bupati Lingga. Keriuhan di sana adalah keniscayaan. Dari malam ke malam, pentas hiburan kesenian yang disajikan menyedot antusiasme warga dari segala penjuru.

Pada Selasa (21/11) malam lalu, misalnya. Kala itu, sementara dihelat panggung pembacaan puisi dalam aula, di panggung utama hilir-berganti penampilan tarian dari sanggar tari se-Provinsi Kepri.

Namun, tidak ada yang lebih mengocok perut sekaligus menghibur selain penampilan Joget Dangkong dari sebuah sanggar di Lingga.

Sejak sesi ini dibuka, telatah Robi yang berperan sebagai Mak Dangkong, sudah mengundang tawa ratusan pengunjung dan sejumlah tamu penting lainnya. Kelihaian Robi mengantar suguhan Joget Dangkong memang berbeda dari yang lain.

Candaannya khas. Igalnya gemulai. Belum lagi suaranya ketika menyanyikan tembang-tembang pengiring, aduhai merdunya.

”Robi ini pandai mempelawa tamu untuk menari dan guyonannya cerdas,” kata Zainal, pelancong asal Tanjungpinang.

Selagu dua pertama, penonton mulai ‘gatal’ kakinya. Said Parman, salah seorang pejabat utama di Pemkab Lingga, termasuk penonton yang tak kuasa menahan lagi ‘gatal’ di kaki lebih lama. Seketika, pejabat cum seniman ini, turun dari tempat duduknya dan berjoget bersama Robi.

Welli, salah seorang warga Lingga, mengaku, Perhelatan Pemuliaan Tamadun Melayu Antarbangsa (PPTMA) yang sudah berlangsung selama seminggu ini memang menjadi pusat perhatian seluruh warga.

Tak ayal, ia bisa beranalogi, malam-malam di seputaran panggung utama menjelma bak pasar belaka. ”Malah lebih ramai ini daripada pasar. Tak pernah Lingga seramai ini dalam beberapa waktu terakhir,” ungkapnya.

Kalau boleh berharap, Welli ingin kegiatan semacam ini apapun tajuknya, bisa rutin dilaksanakan tiap tahun. Diyakininya, festival-festival kesenian macam ini akan mengundang lebih banyak lagi wisatawan berdatangan ke Daik, Lingga.

”Sayang kan kalau keindahan alam di sini tidak dioptimalisasikan dengan festival-festival kesenian untuk mengundang wisatawan,” ungkapnya.

Kini, PPTMA Lingga 2017 masih berlangsung hingga 26 November mendatang. Masih ada sederet kegiatan hiburan berupa festival dan pesta permainan rakyat yang digelar di beberapa area di seputaran kota Daik.

Mulai dari Pawai Budaya, Pentas Seni Tradisi Makyong, Pentas Drama Bangsawan, hingga festival musik Melayu yang terus dilangsungkan hingga malam puncak pada Minggu 26 November mendatang.

PPTMA digelar sempena Hari Jadi ke-14 Kabupaten Lingga. PPTMA ini dibuka Wakil Presiden (Wapres) RI, HM Jusuf Kalla.(FATIH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here