Menhub Tarik KM Bukit Raya

0
1092
BERLABUH: Kapal Perang Teluk Ende milik TNI AL saat berlabuh di Anambas, belum lama ini. f-suhardi/tanjungpinang pos

Usulkan Kapal Perang untuk Mudik

Sebagian masyarakat Kepri terutama tujuan pulau akan kesulitan untuk mudik lebaran. Salah satu yang berkemungkinan bisa mengatasinya adalah mudik dengan naik kapal perang.

TANJUNGPINANG – Hal ini dikarenakan KM Bukit Raya yang melayani beberapa pulau di Kepri ditarik Kementerian Perhubungan dari Kepri dan dioperasikan untuk melayani arus mudik di Pontianak, Kalimantan. Kepala Dinas Perhubungan Pemprov Kepri, Kolonel Jamhur Ismail mengatakan, KM Bukit Raya ditarik dari Kepri mulai, Kamis (15/6) kemarin.

Dengan alasan terjadi penumpukan arus mudik di Kalimantan, akhirnya kapal itu ditarik dari Kepri mulai, 15 Juni hingga 26 Juni.
Dishub keberatan kapal tersebut ditarik dari Kepri. Sebab, Kepri sebagai daerah kepulauan sangat membutuhkan kapal itu. Apalagi, arus mudik di Kepri ini sangat padat menggunakan transportasi laut.

Kapal itu, kata Jamhur, selama ini melayani penumpang antarpulau bahkan antarprovinsi. Karena itu, sangat penting bagi masyarakat dalam kelancaran arus penumpang dan barang. Dishub pun langsung meminta kapal pengganti dari Kementerian Perhubungan RI.

”Suratnya sudah kita kirim. Kalau memang ada yang ditarik, kita minta ada penggantinya. Kita juga butuh,” ujarnya, kemarin. Jamhur mengatakan, mereka juga tak bisa memaksa Kementerian Perhubungan untuk mengganti kapal itu. Sebab, kapal-kapal tersebut adalah milik Kemenhub. Untuk itu, dirinya sudah menyampaikan hal ini ke Gubernur. Dishub pun akan melakukan koordinasi dengan Lantamal IV Tanjungpinang. Sebab, Lantamal IV memiliki kapal perang yang bisa berlayar ke pulau-pulau.

Baca Juga :  Diduga Kencing BBM, KM Alexander Ditarik dari OPL

”Mudah-mudahan bisa membantu kalau tak ada kapal pengganti dari Kemenhub. Naik kapal perang lah,” katanya. Namun, mereka tetap berupaya agar penumpukan penumpang tidak terlalu banyak karena masih ada kapal pilihan lainnya.  Apalagi, pesawat juga menambah jam terbang ke Natuna dan Anambas.

”Tapi memang harga tiket pesawat mahal. Makanya masyarakat sangat bergantung dengan kapal itu,” ungkapnya lagi. Kepala Bidang Angkutan Pelayaran dan Penerbangan, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepri, Tri Musa Yudha menambahkan, KM Bukit Raya tersebut homebase (pangkalan)-nya di Pelabuhan Sri Bayintan, Kijang.

Adapun rute kapal ini Kijang-Letung-Tarempa-Natuna-Midai-Serasan-Pontianak. Kemudian dari Pontianak-Serasan-Midai-Natuna-Tarempa-Letung-Kijang. Tri Musa mengatakan, dengan ditariknya KM Bukit Raya, maka akan mengganggu transportasi laut di Kepri. Namun tidak separah kondisi tahun sebelumnya.

”Karena kita masih ada Sabuk Nusantara 30, Sabuk Nusantara 30 dan Sabuk Nusantara 62 pengganti KM Lawit yang ditarik pusat. Rutenya juga melayani daerah itu sebagian,” jelasnya. KM Bukit Raya ini, kata dia, bisa membawa penumpang sekitar 1.800-an orang sekali jalan. Jika pengganti kapal ini belum ada, maka penumpang bisa naik Sabuk Nusantara.

Baca Juga :  Tabrak Motor, Seruduk Minimarket

Untuk penumpang antarprovinsi, sebelumnya ada empat kapal di Kepri yang home base-nya di Kijang dan Pelabuhan Batuampar Batam. Kapal di Kepri yang rutenya antardaerah dan antarprovinsi adalah, KM Dorolonda, KM Umsini, KM Bukit Raya dan KM Kelud di Batam. Kemudian, Sabuk Nusantara 30, Sabuk Nusantara 39 dan Sabuk Nusantara 62.

”Sekarang tinggal enam karena satu sudah ditarik. Jadi, untuk transportasi antar provinsi tidak begitu masalah,” tambahnya.
Pihaknya sudah menyurati Kementerian Perhubungan dengan tembusan ke PT Pelni. Apalagi, banyak kepala daerah yang menyurati Dishub Kepri agar menyediakan kapal ke daerah.

Penerbangan ke Natuan Ditambah
Khusus mengakomodir arus mudik lebaran Idul Fitri tahun ini, maskapai Sriwijaya Air, menambah intensitas penerbangan ke Natuna. Dimana, diajukan penambahan enam penerbangan dari Batam-Natuna. Tambahan penerbangan itu, diajukan 16, 23 dan 30 Juni, 7, 14 serta 21 Juli 2017.

General Manager Operasional Bandara Hang Nadim, Suwarso, Rabu (15/6). Dengan demikian, warga Batam ke Natuna atau warga Natuna ke Batam akan mendapat intensitas penerbangan lebih baik. Dimana, selain Sriwijaya, penerbangan juga dilayani Wings Air, tiga kali seminggu.

Baca Juga :  Raja Ariza Dukung PWI Tanjungpinang Bintan

”Tapi tambahan penerbangan hanya untuk idul fitri,” ungkap Suwarso. Diharapkan, semua calon penumpang yang akan mudik ke Natuna, bisa terangkut. Terlebih, transportasi ke Natuna saat ini masih sangat terbatas, termaksud dengan menggunakan kapal. Selain jumlah pelayaran ke Natuna terbatas, waktu tempuh cukup lama.

”Harapan kita, masyarakat terbantu. Tidak hanya yang ke Natuna, tapi semua jurusan penerbangan yang dilayani dari Bandara Hang Nadim,” harapnya. Suwarso juga mengimbau agar selama arus mudik, pemudik datang lebih awal ke bandara untuk check in. Sehingga tidak sampai tertinggal pesawat.

”Jadi sebagai antisipasi agar tidak tertinggal pesawat, pemudik diimbau datang dua jam sebelum penerbangan untuk check in,” katanya. Diingatkannya, mendekati Hari Raya Idul Fitri, kata dia, jumlah pengguna transportasi udara di Hang Nadim Batam diperkirakan meningkat signifikan.

Berdampak pada proses check in di terminal keberangkatan akan membutuhkan waktu lebih lama meskipun sejumlah maskapai melayani check in online dan di luar bandara. ”Jika waktu mepet antara check in dan jadwal terbang, dikhawatirkan ketinggalan pesawat,” harapnya.(MARTUNAS-MARTUA-ANDRI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here